Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Akurasi Titik Bor melalui Digitalisasi Hanwha as a Total Solution (Hats) Project PT. Hanwha Mining Services Indonesia Mardan Ali; Shalaho Dina Devy; Revia Oktaviani; Agus Winarno; Lucia Litha Respati
Jurnal sosial dan sains Vol. 3 No. 9 (2023): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v3i9.1007

Abstract

Latar Belakang: Program “Hanwha As a Total Solution (HATS)” di PT. Hanwha Mining Services Indonesia (HMSI) site PT. Kideco Jaya Agung (KJA) merupakan salah satu metode (project) yang dikembangkan Hanwha Corporation dibidang pertambangan seperti digitalisasi pengeboran untuk dapat meningkatkan akurasi dan memudahkan pemantauan jarak jauh (remote monitoring) melalui suatu perangkat saling terkoneksi satu sama lain. Deviasi yang dicari dihitung berdasarkan pemodelan dan interpretasi koordinat plan dan aktual setelah dilakukan pengeboran, baik dengan fitur DrillPacemaker ataupun pengeboran dengan acuan pemasangan titik manual. Tujuan: Untuk mengetahui akurasi titik bor melalui digitalisasi “Hanwha As a Total Solution (HATS)” di PT. Hanwha Mining Services Indonesia (HMSI) site PT. Kideco Jaya Agung (KJA). Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif di mana menguji teori-teori yang telah ada dan pengaplikasiannya dalam sebuah statistik. Hasil: Hasil pengeboran fitur DrillPacrmaker Area 300323_EX167 (E) dengan nilai rata-rata deviasi yaitu 0,13 m dan Area 140423_EX163 (B) menghasilkan nilai deviasi rat-rata yaitu 0,07 m. Adapun pengeboran dengan acuan marking point manual area 290323_EX178 (B) menghasilkan nilai rata-rata deviasi yaitu 1,13 m dan area 300323_TOL (B) menghasilkan nilai rata-rata deviasi yaitu 0,95 m. Sehingga pengeboran dengan metode digital HATS DrillPacemaker masuk kategori Achieved pada nilai KPI ≤ 0,15 m lebih akurat dari hasil pengeboran marking point manual. Kesimpulan: Berdasarkan perhitungan dan analisis yang dilakukan, ketercapaian (achievement) akurasi titik bor aktual terhadap titik bor rencana dengan metode pengeboran digital HATS masuk dalam kategori nilai KPI Collaring yaitu ≤ 0,15 m dibanding metode pengeboran acuan marking point manual.
PERSENTASE TEREDUKSI PENGARUH PENGGUNAAN SEQUENTIAL BLASTING TERHADAP GROUND VIBRATION PADA KEGIATAN PELEDAKAN DI PIT. PINANG A9, PT. BUKIT BAIDURI ENERGI, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Rabin Daruis; Revia Oktaviani; Agus Winarno; Windhu Nugroho; Lucia Litha Respati
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 13, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v13i2.22818

Abstract

Kegiatan peledakan merupakan kegiatan pemberaian batuan yang membantu memudahkan pembongkaran dalam kegiatan penggalian. Pada PT. BBE masih melakukan kegiatan peledakan hingga saat ini dalam membantu memberaikan batuan yang ada dilokasi penambangan khususnya pada lokasi PIT. Pinang A9. Kegiatan peledakan sendiri memiliki dampak yang cukup membahayakan bagi lingkungan sekitar, salah satunya adalah getaran tanah yang mana dapat memberikan dampak cukup serius jika nilai getarannya cukup tinggi. Dalam upaya mlelakukan kegaiatan ini masih didapati nilai getaran yang cukup tinggi dalam perhitungan teoritisnya dengan nilai rata-rata PPV nya adalah 1,68 mm/s. Kondisi batuan yang mendominasi pada lokasi kegiatan peledakan adalah batuan claystone dan batuan sanstone dimana untuk nilai kuat tekannya cukup lemah yaitu berada pada kategori lunak dengan nilai 8 hingga 16 Mpa. Sehingga dalam proses kegiatan ini diperlukan suatu solusi untuk meredam besar getaran yang ada, dalam hal ini PT. BBE memilih langkah dengan menggunakan solusi teknik Sequential Blasting dimana dalam penerapannya diberikan Dummy Holes sebagai penambah delay untuk membuat banyaknya lubang ledak menjadi kelompok-kelompok kecil saat meledak. Setelah dilakukannya aktivitas kegiatan peledakan didapatkan nilai PPV bisa berkurang cukup drastic dengan nilai rata-ratanya menjdai 0,46 mm/s dimana dalam hal ini teknik Sequential Blasting dapat mereduksi besarnya getaran hingga 69,55%.
STUDI KASUS POMPA TAMBANG PADA PIT SELOQLAI PT. MITRA INDAH LESTARI JOBSITE PT. LANNA HARITA INDONESIA KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Abdul Rijal Mukmin; Shalaho Dina Devy; Revia Oktaviani; Agus Winarno; Lucia Litha Respati
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 13, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v13i2.23907

Abstract

Kegiatan penambangan batubara yang dilakukan oleh PT Mitra Indah Lestari Jobsite PT Lanna Harita Indonesia menggunakan metode yaitu open pit yang menyebabkan terbukanya cekungan yang luas sehingga sangat potensial untuk menjadi daerah tampungan air, baik yang air limpasan permukaan maupun air tanah. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan ialah belum adanya evaluasi terkait sistem pemompaan serta belum adanya main sump. Oleh karena itu, perlu adanya studi pompa tambang agar dapat mengurangi dan optimalkan penanganan air yang masuk ke pit. Metode kajiannya yaitu hidrologi, ketentuan sesuai regulasi, dan penirisan. Berdasarkan hasil perhitungan debit limpasan yaitu 1.1221,48 m3/hari. Kapasitas sump pit seloqlai yaitu 49.140 m3 , kedalaman 10 m dan luas 4.914  m2. Pada neraca air sump evaporasi yaitu 5,41 m3/hari, infiltrasi yaitu 2,9 m3/hari, dan debit pompa sebesar 1.152  m3/hari, debit tersisa di sump sebesar 61,17 m3/hari dan waktu tinggal air pada sump 40 hari. Rancangan desain saluran mampu mengalirkan debit air 1,52  m3/detik, berbentuk trapesium dimensi kemiringan 45°, CW yaitu 2,3 m, H yaitu 1 m, b yaitu 0,3 m dan, kemiringan lantai 1%. 
Analisis Rebound Number dan Sifat Fisik Batuan Sandstone di Samarinda Ulu Kalimantan Timur Muhammad Hamzah; Tommy Trides; Revia Oktaviani; Lucia Litha Respati; Albertus Juvensius
Dewantara Journal of Technology Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v5i1.302

Abstract

Karakterisasi sifat mekanik batuan merupakan aspek penting dalam kegiatan pertambangan, terutama untuk mendukung perencanaan geoteknik dan evaluasi kestabilan massa batuan. Pengujian kuat tekan uniaksial (Uniaxial Compressive Strength/UCS) umumnya digunakan untuk menilai kekuatan batuan, namun metode ini memerlukan waktu dan biaya yang relatif besar. Oleh karena itu, uji non-destruktif menggunakan Schmidt Hammer dengan parameter rebound number banyak diterapkan sebagai alternatif yang lebih praktis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sifat fisik batuan, yaitu kadar air, porositas, dan derajat kejenuhan, terhadap nilai rebound number. Metode penelitian meliputi pengujian Schmidt Hammer dan pengujian sifat fisik batuan di laboratorium, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar air, porositas, dan derajat kejenuhan cenderung menurunkan nilai rebound number. Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi fisik batuan memiliki peran penting dalam interpretasi nilai rebound number. Dengan demikian, penggunaan Schmidt Hammer sebagai alat estimasi sifat mekanik batuan perlu mempertimbangkan pengaruh sifat fisik batuan agar hasil yang diperoleh lebih akurat dan representatif.