Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Daya Tampung Lahan Perumahan dan Permukiman pada Kawasan Metropolitan Mamminasata Nurhikmah Paddiyatu; Rohana Rohana; Sahabuddin Latif
Jurnal Linears Vol 5, No 1 (2022): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v5i1.7351

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk metropolitan Mamminasata yang pesat berbanding lurus dengan peningkatan permintaan perumahan dan permukiman. Lambat laun lahan kosong di area perkotaan beralih fungsi menjadi perumahan dan permukiman. Sebagai sumber daya alam yang terbatas, ekspansi perkembangan perumahan permukiman seiring waktu akan melebar keluar kota. Daya tampung lahan menjadi dasar kajian yang penting untuk memberikan referensi awal pengambilan kebijakan pengembangan metropolitan mamminasata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tampung lahan perumahan dan permukiman dalam wilayah metropolitan mamminasata pada tahun 2031. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Diawali dengan perhitungan proyeksi penduduk yang menjadi input untuk membangun simulasi prediksi perubahan penggunaan lahan menggunakan cellular automata. Hasil simulasi akan dikomparasikan dengan lahan efektif yang tersedia untuk mengetahui daya tampung lahan perumahan permukiman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan metropolitan Mamminasata memiliki daya tampung lahan permukiman dalam jangka waktu 20 tahun akan datang secara keseluruhan masih mencukupi namun secara spesifik jika dipilah-pilah berdasarkan administratif maka Kota Makassar dibandingkan dengan kabupaten lainnya di mamminasata sudah mencapai titik maksimum untuk menampung permintaan perumahan permukiman. Oleh sebab itu metropolitan mamminasata sudah tepat menjadi gagasan untuk menjaga keseimbangan antar wilayah 
Identifikasi Aksesibilitas Difabel pada Mushalla Mall Panakkukang Kota Makassar Mayyadah Syuaib; Rohana Rohana
Jurnal Linears Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Linears
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v2i1.3025

Abstract

Pusat perbelanjaan Mall Panakkukang Makassar saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga sebagai tempat rekreasi. Kecenderungan masyarakat menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tersebut mengharuskan mereka memanfaatkan musallah sebagai sarana ibadah untuk tetap menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim. Aksesibilitas menuju musallah pada ruang publik berperan penting terhadap pergerakan pengunjung untuk mendapatkan kemudahan, kenyamanan, keamanan dan kemandirian terutama bagi difabel. Keberadaan difabel adalah hal yang tidak bisa diabaikan, mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama didalam hukum dan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pemenuhan hak bagi difabel pada Musallah Mall Panakkukang Kota Makassar. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi aksesibilitas difabel pada Mall Panakkukang Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya beberapa fasilitas yang disediakan sesuai dengan standar, sehingga pengguna difabel yang memanfaatkan fasilitas Musallah dominan dari kalangan  ibu Hamil dan Lansia.
KONSEP PENGEMBANGAN LINGKUNGAN PEMUKIMAN BERBASIS KOMUNITAS DI KAWASAN LAKKANG KOTA MAKASSAR Rohana Rohana
Jurnal Linears Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Linears
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v1i1.1320

Abstract

Konsep Pengembangan Pemukiman Berbasis Komunitas di Kawasan Lakkang menjadi salah satu tujuan untuk memacu perkembangan sosial masyarakat dan mengurangi kesenjangan tata guna lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Menurut Chaprin, perencanaan wilayah (regional planning) adalah upaya intervensi terhadap kekuatan-kekuatan pasar dalam konteks pengembangan wilayah yang memiliki tiga tujuan pokok yakni meminimalkan konflik kepentingan antar sektor, meningkatkan kemajuan sektoral dan membawa kemajuan bagi masyarakat secara keseluruhan. Pengembangan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas merupakan bentuk stimulan bagi keberhasilan masyarakat di Kelurahan Lakkang. Kegiatan tersebut secara substansi merupakan implementasi konsep bersama atau kemitraan dengan program skala yang kecil, seperti kelurahan. Melalui program tersebut, diharapkan terjadi proses pembelajaran, penataan dan kelembagaan mitra yang bersinergi antara masyarakat, pemerintah kelurahan dan kelompok sosial setempat. Dari beberapa penjelasan tersebut, terdapat beberapa masalah diantaranya: Bagaimana merencanakan pengembangan untuk membangun sarana dan prasarana yang baik, mewujudkan lingkungan fisik yang sehat, tertib, selaras dan mandiri serta nyaman? dan  Bagaimana konsep pengembangannya, ditinjau dari aspek perencanaan?. Dari permasalahan tersebut, digunakan metode penelitian secara pembahasan, tahap pelaksanaan dan tahap kawasan prioritas. Sehingga diperoleh hasil:  beberapa kondisi yang dilihat dari lokasi tersebut, secara umum struktur bangunan rumah di Kelurahan Lakkang adalah rumah tinggal yang bertipe bugis Makassar (panggung). Begitupun pada kawasan prioritas, mayoritas jenis rumah yang terdapat di kawasan prioritas ini adalah rumah panggung, namun sebagian masyarakat sudah merenovasi rumahnya dengan menambahkan ruang dibawah bangunan panggung sebagai bangunan tinggal permanen.  Konsep pengembangannya ditinjau dari aspek perencanaan yang dikaji berdasarkan hasil analisis diatas, menghasilkan konsep Pengembangan Wilayah Terpadu, Konsep ini menekankan kerjasama antar sektor untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan di daerah-daerah tertinggal. Untuk menentukan daerah-daerah yang tertinggal, terdapat berbagai indikator yang digunakan, antara lain Perekonomian masyarakat, Sumber daya manusia  Kemampuan finansial, Aksesibilitas; dan  Karakteristik geografis
Dakwah Muhammadiyah Melalui Optimalisasi Peran Perempuan dalam Dakwah Aisyiyah : Studi Kasus: Aisyiyah Ranting Kassi-Kassi Cabang Karunrung Kota Makassar Rohana
Jurnal Bimas Islam Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v11i2.55

Abstract

Optimizing the role of women in Aisyiyah da'wah, it is very effective to be a good example to others. And there are several problems to optimize these efforts including: 1). How to grow personal initiative on the part of women as preachers. 2). What factors influence the lack of Islam knowledge in the da'wah field. 3). How far is the role of Aisyiyah in the Kassi-kassi - Karunrung branch of Makassar City in Islamic education. The research method used is Field Research with a qualitative approach, which produces descriptive data. The steps are as follows: a). Interview method b). Observation method. c). Documentation method. Thus, it was obtained the results that the activities various types carried out it turned out evidently the Jamaah Movement and the da'wah which were still lacking in demand. This is due to their importance understanding lack of the women role in preaching to support various matters related to the Islam activities which are in accordance with the teachings of the Prophet Muhammad. The meetings intensity is more quality so that importance women's awareness of implementing da'wah especially in the scope of Aisyiyah. Provision of various facilities such as the books, social media communication provision related to Syiar and maximizing discussions on religion through the study of the Al Quran. This activity is also a contribution form to the country to teach life safe, comfortable, safe and calm and keep away from ignorance, have ethos and enthusiasm in advancing public welfare, not doing badness, empowering the community and giving the people great benefits. Abstraksi: Optimalisasi peran perempuan dalam dakwah Aisyiyah, sangat efektif menjadi contoh yang baik kepada orang lain. Dan ada beberapa permasalahan untuk mengoptimalkan upaya tersebut diantaranya: 1). Bagaimana menumbuhkan inisiatif pribadi pada pihak perempuan sebagai Pendakwah. 2). Faktor-faktor apa yang mempengaruhi kurangnya pengetahuan Islam di bidang dakwah. 3). Sejauh mana peranan Aisyiyah ranting Kassi-kassi cabang Karunrung Kota Makassar dalam pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan yaitu Field Research dengan pendekatan kualitatif, yang menghasilkan data deskriptif. Tahapannya sebagai berikut: a). Metode wawancara (interview) b). Metode observasi (pengamatan). c). Metode dokumentasi. Dengan demikian, diperoleh hasil bahwa dari beberapa jenis kegiatan yang dilakukan ternyata Gerakan Jamaah dan dakwah yang terbilang masih kurang peminatnya. Ini dikarenakan, kurangnya pemahaman dari mereka tentang pentingnya peran perempuan dalam berdakwah untuk menunjang berbagai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan syiar Islam yang sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Intensitas pertemuan lebih dikualitaskan agar kesadaran perempuan terhadap pentingnya mengimplementasikan dakwah khususnya lingkup Aisyiyah. Penyediaan berbagai fasilitas seperti penyediaan buku-buku, komunikasi sosial media yang berkaitan dengan Syiar dan juga memaksimalkan diskusi mengenai agama melalui kajian Al Quran. Kegiatan ini juga sebagai bentuk kontribusi kepada negara untuk mengajarkan hidup aman, nyaman, selamat dan tenang serta menjauhkan diri dari kebodohan, memiliki ethos dan semangat dalam memajukan kesejahteraan umum, tidak melakukan kemunkaran, melakukan pemberdayaan masyarakat dan memberi kemahslahatan umat
KONSEP KESERAGAMAN POLA SPASIAL LINGKUNGAN PERMUKIMAN BERBASIS SIG (SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS) PADA KAWASAN MUARA SUNGAI TALLO KOTA MAKASSAR Rohana Rohana; Nurhikmah Paddiyatu; Sri Wahyuni; Gunawan Abdullah
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 21, No 2 (2021): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v21i2.2410

Abstract

Muara Sungai Tallo yang berada dibagian Utara Kota Makassar, yang terus tumbuh dan berkembang dari tahun ketahun. Saat ini dihuni oleh penduduk yang cukup padat dengan kondisi perumahan yang berhimpitan. Selain itu di daerah tersebut, terdapat perumahan yang dibangun di atas air yang telah melampaui sempadan sungai dengan kondisi sanitasi yang kurang sehat. Permukiman penduduk yang terus bertambah dengan memanfaatkan ruang sepanjang bantaran sungai. Hal ini menjadikan ruang-ruang dalam zona lindung berkurang sehingga perubahan ruang dapat berdampak pada ruang disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pola spasial lingkungan kawasan permukiman pesisir Tallo yang berbasis SIG, dilihat dari perubahan ruang yang terjadi pada kawasan tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dan Pembahasan Penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang terjadi pada Kawasan muara sungai tallo, khususnya yang terdapat di wilayah RW. 04 Kelurahan Tallo, diantaranya yaitu 1) Terjadinya perkembangan permukiman pada Kawasan pesisir yang semakin kumuh, 2) Degradasi fisik lingkungan, 3) Sarana dan prasarana mengalami penurunan kualitas terutama drainase dan sanitasi, 4) Pengelolaan sampah yang belum sesuai dengan anjuran pemerintah, 5) Belum tersedianya RTH yang sesuai dengan peruntukannya, 6) Perilaku masyarakat terhadap lingkungan, masih relatif rendah, 7) Tingkat kesejahteraan masyarakat, masih tergolong rendah. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi perubahan ruang disekitar Kawasan pesisir, berbagai steakholder dan partisipasi masyarakat, sangat dibutuhkan kerjsamanya untuk bisa saling bahu-membahu dan bekerjasama untuk menjaga lingkungan dan memelihara sumberdaya yang ada dengan tidak mengotori dan tidak merusak berbagai sarana dan prasarana yang telah disediakan, baik dari pemerintah maupun dari pihak swasta. Selain itu, untuk menciptakan lingkungan hunian yang kondusif, dibutuhkan komunikasi yang efektif terhadap seluruh pihak serta dibutuhkan konsep manajemen pengelolaan Kawasan yang merupakan gagasan untuk memberikan pembelajaran dalam mengubah pemikiran, sikap dan perilaku masyarakat yang terorganisir dengan aturan-aturan atau kesepakatan yang dikelola secara bersama berdasarkan sistem manajemen. Kata kunci: Spasial, Permukiman, Lingkungan, Sungai Tallo
EVALUASI KINERJA PERKERASAN LATASIR PADA RUAS JALAN NASIONAL DI PULAU AMBON Hamkah Hamkah; Rohana Rohana; Aisyah Aisyah
BANGUNAN Vol 27, No 2 (2022): BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v27i22022p17-32

Abstract

Abstrak:Jalan J. Syaranamual dan Leo Wattimena di Ambon, merupakan 2 diantara 81 ruas jalan nasional di wilayah Provinsi Maluku, diprogramkan BPJN Maluku menggunakan perkerasan Latasir untuk mempertahankan kondisi kemantapan jalan. Evaluasi kinerja perkerasan Latasir Kelas B tahun anggaran 2020 dimaksudkan bahan evaluasi/pertimbangan penggunaan perkerasan sejenis di wilayah BPJN Maluku untuk tahun anggaran 2021. Tujuan penelitian mengevaluasi: 1). Penggunaan bahan campuran Latasir terhadap pemenuhan spesifikasi; 2). Metode produksi campuran berdasarkan ketentuan peralatan pencampur, jenis kendaraan pengangkut, peralatan penghamparan dan pemadatan; 3). Mutu Latasir berdasarkan sifat campuran, toleransi dimensi tebal, kepadatan minimum dan metode pengendalian mutu. Metode evaluasi terhadap kinerja bahan baku, bahan olahan, bahan jadi, peralatan, dan tenaga kerja terhadap ketentuan mutu pengadaan. Kesimpulan: 1). Jenis aspal (Pertamina 60/70), Agregat 5-10, Pasir dan Abu Batu asal quarry Wai Sikula di Laha-Ambon, memenuhi persyaratan spesifikasi bahan sebagai campuran Latasir Kelas B, 2). Metode produksi campuran menggunakan AMP di Desa Laha memenuhi ketentuan peralatan produksi berdasarkan hasil pengukuran temperatur campuran, uji gradasi gabungan hasil ekstraksi, 3). Metode pelaksanaan pekerjaan Latasir menggunakan Asphalt Finisher, Tandem Roller dan Pneumatic Tire Roller memenuhi ketentuan Spesifikasi Umum 2018. 4). Kadar aspal 7,10 persen memenuhi persyaratan Latasir kelas B berdasarkan ketentuan toleransi dimensi tebal, kepadatan minimal dan sifat marshal campuran. Kadar aspal Latasir Kelas B oleh Penyedia lebih rendah dibandingkan kadar aspal optimum (8,40 persen).Kata-kata kunci: latasir; jalan nasional, aspal, malukuAbstract: street J. Syaranamual and Leo Wattimena in Ambon, which are 2 of 81 national roads in the Maluku Province, are programmed by BPJN Maluku to use Latasir pavement to maintain road stability. Evaluation of the performance of Latasir Class B pavement for the 2020 fiscal year is intended to evaluate/consider the use of similar pavements in the Maluku BPJN area for the 2021 fiscal year. The objectives of the study are to evaluate: 1). The use of Latasir mixture to meet specifications; 2). Mixed production method based on the provision of mixing equipment, type of transport vehicle, spreading and compacting equipment; 3). Latasir quality is based on the nature of the mixture, thickness tolerance, minimum density and quality control methods. Method of evaluation of the performance of raw materials, processed materials, finished materials, equipment, and labor against the provisions of the quality of procurement. Conclusion: 1). The type of asphalt (Pertamina 60/70), Aggregate 5-10, Sand and Stone Ash from the Wai Sikula quarry in Laha-Ambon, meets the material specification requirements as a Latasir Class B mixture, 2). The mixed production method using AMP in Laha Village meets the requirements for production equipment based on the results of the mixture temperature measurement, the combined gradation test of the extraction results, 3). The method of carrying out the Latasir work using Asphalt Finisher, Tandem Roller and Pneumatic Tire Roller complies with the General Specifications 2018. 4). The asphalt content of 7.10 percent meets the requirements of Latasir class B based on the thickness tolerance, minimum density and marshal properties of the mixture. The Latasir Class B asphalt content by the Supplier is lower than the optimum asphalt content (8.40 percent).Keywords: background; national road, asphalt, maluku
Development of Accessories Business Product from Internal Tire Waste, in the Buttatianang area, Rappojawa Village, Tallo District, Makassar City Rohana Rohana; Sitti Zulaeha
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i1.3079

Abstract

The Buttatianang community in the Rappojawa Village area generally complains about the large number of used inner tires found at the partner's retreading business in Rappojawa Village, which causes waste collection that is not useful and has an impact on protecting the waste ban. Processing waste into accessories requires expertise and creativity in processing this waste into useful products. Community potential is enhanced by providing opportunities and skills to increase family economic income. The implementation method is using Participatory Rural Appraisal (PRA). As a result of the implementation of training and skills activities, several product designs were obtained in the form of accessories for earrings, brooches, hijab fasteners, bracelets and various product accessories for mask straps. The product is packaged in a neater container, and looks attractive and unique, and invites consumer interest to buy. These products can be used as souvenirs for domestic tourists and international tourists. With the implementation of PKM activities by lecturers and students, so as to minimize waste reduction from retreading ban businesses.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADA KELOMPOK TANI HUTAN (KTH) LAMPERANGAN KABUPATEN PANGKEP Syamsia Syamsia; Asriyanti Syarif; Rohana Rohana
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i2.23240

Abstract

Limbah pertanian seperti sekam, jerami dan pupuk kandang di lokasi mitra Kelompok Tani Hutan (KTH) Lamperangan tersedia dalam jumlah banyak dan belum dimanfaatkan. Seksi pupuk organik salah satu divisi dari KTH Lamperangan berkeinginan untuk mengembangkan usaha pupuk organik, namun belum mengetahui teknik pembuatan pupuk organik. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan pada anggota KTH Lamperangan dalam memanfaatkan limbah pertanian yang ada di lokasi KTH menjadi pupuk organik yang dapat digunakan sendiri dan untuk kegiatan usaha anggota KTH. Metode pelaksanaan kegiatan dibagi dalam 4 tahapan yaitu: 1) Penyiapan bahan dan alat; 2) Penyuluhan tentang pupuk organik; 3) Pelatihan/praktek pembuatan pupuk organik; dan 4) Pendampingan pembuatan pupuk organik. Hasil kegiatan ini adalah anggota KTH Lamperangan mendapatkan pengetahuan tentang bahan dan peralatan untuk pembuatan pupuk organik dan anggota KTH Lamperangan mampu membuat pupuk organik menggunakan bahan dan peralatan yang dimiliki oleh KTH. Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini adalah anggota KTH mampu mengolah limbah menjadi pupuk organik dan menjadi salah satu unit usaha dari KTH Lamperangan serta lingkungan menjadi bersih dari tumpukan limbah pertanian. Kata kunci: Jerami, sekam, unit usaha.   ABSTRACT Agricultural waste such as husks, straw and mature at the location the KTH Lamperangan is available in large quantities and has not been utilized. The organic fertilizer Section, one of the divisions of KTH Lamperangan wants to develop an organic fertilizer business, but does not yet know the technique of making organic fertilizer. This activity aims to provide knowledge and skills to members of KTH Lamperangan in utilizing agricultural waste ant the KTH location into organic fertilizer that can be used alone and for the business activities of KTH members. The method of implementing the activities is divided into 4 stages; 1) preparation of materials and tools; 2) counseling on organic fertilizers; 3) training/practice for making organic fertilizers; 4) Assistance in the manufacture of organic fertilizers. The results of this activity are members of KTH Lamperangan gain knowledge about materials and equipment for making organic fertilizers and members of KTH Lamperangan are able to make organic fertilizer using materials dan equipment owned by KTH. The expected impact of this activity is that KTH members are able to process waste into organic fertilizer and become one of the business units of the KTH Lamperangan and the environment becomes clean from piles of waste. Keywords: Straw, husk, business unit.
SOSIALISASI AISYIYAH MELALUI EDUKASI PENGGUNAAN LISTRIK RUMAH TANGGA Rahmania Rahmania; Nurhikmah Paddiyatu; Rohana Rohana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16798

Abstract

Abstrak: Permasalahan saat ini adalah: (1) Masyarakat khususnya ibu rumah tangga, belum memahami pentingnya mengetahui metode penggunaan dan pengoperasian listrik di rumah; dan (2) Tidak ada wadah atau organisasi untuk ibu rumah tangga, yang terkait dengan sumber informasi mengenai bahaya penggunaan listrik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga permukiman, tentang pentingnya penggunaan listrik rumah tangga, serta mengetahui tata cara menghemat energi listrik yang baik dan benar, serta manfaat dari berorganisasi. Metode pelaksanaan menggunakan metode demonstrasi dan contoh, dengan pendekatan Pelatihan Partisipatif yang melibatkan warga lorong 3-5 sekitar 63 ibu-ibu rumah tangga yang ikut berpartisipasi, melalui beberapa tahapan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa, sekitar 70% peningkatan wawasan mitra (ibu-ibu rumah tangga) yang cukup memahami tentang berbagai bentuk edukasi yang dilaksanakan pada lokasi kawasan permukiman padat penduduk. Untuk kegiatan sosialisasi oleh pengurus Aisyiyah, antusiasme ibu-ibu untuk mengetahui lebih lanjut tentang keberhasilan organisasi 'Aisyiyah" cukup mendapat respon positif. Melalui sosialisasi tersebut, tentunya banyak harapan bahwa organisasi tersebut menjadi potensi bagi perempuan dalam melakukan berbagai kegiatan, yang akan melanjutkan visi misi organisasi.Abstract: The current problems are: (1) The community, especially housewives, do not understand the importance of knowing the method of using and operating electricity at home; and (2) There is no forum or organization for housewives related to sources of information about the dangers of using electricity. This activity aims to increase the awareness of residents of settlements about the importance of using household electricity, as well as knowing the proper and correct ways to save electricity, as well as the benefits of being organised. The method of implementation uses demonstration methods and examples, with a participatory training approach involving about 45 housewives from aisle 3-5 residents, through several stages. The results of the service show that, around 70% increase in the insight of partners (housewives) who understand enough about various forms of education carried out in densely populated residential areas. For socialization activities by Aisyiyah management, so many mothers were enthusiastic enough to find out more about the success of the 'Aisyiyah organization" organization.
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Pemasaran Online Untuk Perluasan Pasar Pada Kelompok Tani Hutan Lamperangan Asri Yanti Syarif; Syamsia Syamsia; Rohana Rohana; Syafiuddin Saleh; Ratnawati Tahir
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v6i3.1933

Abstract

Pemasaran online merupakan model yang berkembang di era milineal dalam kapasitasnya memperluas pasar, Produk pertanian dapat dikenal oleh pembeli dengan pemanfaatan media sosial atau platform. Usaha kecil, seperti kelompok tani perlu diperkenalkan pada pemasaran online dan aplikasi penggunaan berbasis online untuk meningkatkan pangsa pasar dan pengenalan produk yang dihasilan secara global serta peningkatan penjualan. Penyuluhan dengan memperkenalkan konsep pemasaran online, pembuatan web serta pengenalan aplikasi pemasaran pada kelompok tani hutan Lamperangan dilakukan dengan mekanisme penyuluhan dan pelatihan. Adanya pelaksanaan penyuluhan, setiap anggota kelompok tani hutan Lamperangan memahami pentingnya pelaksanaan pemasaran online untuk memperkenalkan produk mereka pada pasar yang lebih luas lagi di bandingkan dengan pemasaran tradisional yang mereka lakukan selama ini. Adanya pelatihan ini, memilih dari anggota kelompok  untuk dijadikan admin grup  dalam pemasaran online. Dampak dengan adanya pelatihan, admin grup memiliki keterampilan yang mampu mengaplikasi pemasaran online yang telah di buat untuk menawarkan produk pupuk dan tanaman yang mereka hasilkan, pemilihan  sistem pembayaran yang dapat konsumen pilih dalam proses transaksi, pemilihan jasa pengiriman yang diberikan oleh kelompok kepada pihak konsumen, serta pemberian diskon sebagai bentuk dari strategi pemasaran. Selain itu, hasil dari pelatihan ini memberikan arahan untuk mempecantik tampilan produk dan pentingnya merek serta peningkatan kinerja dengan proses interaksi dan komunikasi dengan pembeli.