Nurmitasari Nurmitasari
Pendidikan Matematika, Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

WORKSHOP PEMBUATAN GAME EDUKASI MENGGUNAKAN WORDWALL, QUIZIZZ, DAN KAHOOT! UNTUK MEWUJUDKAN GURU MUHAMMADIYAH MELEK DIGITAL Binti Anisaul Khasanah; Nurmitasari Nurmitasari; Robia Astuti; Nurul Arifah Istiqomah; Wahyu Purnama Adi Darma; Wiwin Purnama Sari; Dwi Imam Saputra; Robby Kurniawan Syahputra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16633

Abstract

Abstrak: Salah satu kompetensi guru Muhammadiyah berkemajuan adalah kompetensi professional yakni menguasai teknologi dan meningkatkan kualitas daya saing pendidikan Muhammadiyah. Tujuan pengabdian ini adalah mewujudkan guru muhammadiyah melek digital melalui kegiatan workshop pembuatan game edukasi menggunakan wordwall, Quizizz, dan Kahoot!. Metode pengabdian meliputi 1) tahap persiapan yaitu untuk berkoordinasi dengan mitra dan merancang buku panduan; 2)tahap pelaksanaan meliputi kegiatan penyuluhan, workshop dan praktek membuat game edukasi dan kuis dengan Wordwall, Quizizz, dan Kahoot!; dan 3) tahap evaluasi yaitu untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru muhammadiyah dalam membuat game edukasi dalam pembelajaran. Instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi adalah mlembar pengamatan aktivitas peserta PKM. Mitra pengabdian adalah guru SD Muhammadiyah di PCM Sukoharjo dengan jumlah 20 Peserta. Hasil pengabdian adalah 1) Buku panduan tutorial pembuatan Game Edukasi Menggunakan Wordwall, Quizizz, dan Kahoot!; 2) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta pengabdian yang terlihat lembar aktivitas peserta Pengabdian terdapat 80% peserta mampu membuat game edukasi menggunakan Wordwall, Quizizz, dan Kahoot!.Abstract: One of the competences of Muhammadiyah teachers who are progressing is professional competence, namely mastering technology and improving the quality of the competitiveness of Muhammadiyah education. The purpose of this service is to make Muhammadiyah teachers digitally literate through workshops on making educational games using wordwalls, Quizizz, and Kahoot!. The dedication method includes 1) the preparatory stage, namely to coordinate with partners and design a guidebook; 2) the implementation phase includes counseling activities, workshops and practice on making educational games and quizzes with Wordwall, Quizizz, and Kahoot!; and 3) the evaluation stage is to find out the increase in the knowledge and skills of Muhammadiyah teachers in making educational games in learning. The instrument used to evaluate is an observation sheet of PKM participants' activities. The service partners are SD Muhammadiyah teachers at PCM Sukoharjo with a total of 20 participants. The results of the dedication are 1) A tutorial guidebook for making Educational Games Using Wordwall, Quizizz, and Kahoot!; 2) Increased knowledge and skills of service participants as seen in the activity sheet of service participants, 80% of participants are able to make educational games using Wordwall, Quizizz, and Kahoot!.
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN PEMBELAJARAN LITERASI DAN NUMERASI BERDIFERENSIASI BAGI GURU SD Nurmitasari Nurmitasari; Siti Khoiriyah; Yesi Budiarti; Rahman Wiyansah; Sri Retno Handayani; Ananda Bintang Anggara; Dedi Iswanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26642

Abstract

Abstrak: Peningkatkan pemahaman dan keterampilan menyusun dan menerapkan modul ajar literasi numerasi berdiferensiasi sangat penting karena sesuai Kurikulum Merdeka, menciptakan pembelajaran efektif, memenuhi kebutuhan beragam murid dan berkontribusi pada peningkatan kualitas hasil belajar. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru SD di gugus seruni IV kabupaten pringsewu dalam mengelola pembelajaran literasi numerasi berdiferensiasi melalui pembuatan modul ajar. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, workshop, pendampingan dan simulasi. Mitra pada pengabdian ini adalah guru SD yang tergabung dalam gugus seruni IV Kabupaten Pringsewu yang berjumlah 32 orang. Evaluasi dilakukan dengan cara membagikan instrument pretest dan posttest dengan jumlah soal yang sama yaitu 15 soal serta observasi. Hasil yang dicapai pada kegiatan pengabdian ini adalah pengetahuan dan keterampilan guru SD gugus seruni IV meningkat sebesar 10,54%; guru mampu membuat dan mengimplemntasikan modul ajar pada pembelajaran literasi numerasi; guru mampu mengelola kelas dengan baik; guru mampu mengimplementasikannya pembelajaran literasi numerasi berdiferensiasi dikelas.Abstract: Improving understanding and skills in compiling and implementing differentiated numeracy literacy teaching modules is very important because it complies with the Merdeka Curriculum, creates effective learning, meets the needs of diverse students and contributes to improving the quality of learning outcomes. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge and skills of elementary school teachers in seruni cluster IV pringsewu district in managing differentiated numeracy literacy learning through making teaching modules. The methods used are socialization, workshops, mentoring and simulation. Partners in this service are elementary school teachers who are members of the seruni cluster IV Pringsewu Regency, totaling 32 people. The evaluation was carried out by distributing pretest and posttest instruments with the same number of questions, namely 15 questions and observation. The results achieved in this service activity are the knowledge and skills of elementary school teachers of seruni cluster IV increased by 10.54%; teachers are able to create and implement teaching modules on numeracy literacy learning; teachers are able to manage the class well; teachers are able to implement differentiated numeracy literacy learning in the classroom.