Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Chitosan/Rice Husk-Derived Silica Mixed Matrix Membrane as Potential Separator for Peatwater Purification Siti Unvaresi Misonia Beladona; Artha Karunia Gresiana Siregar; Midun Efendi Patar Sihombing; Fakhrotun Nisa; Rendy Muhamad Iqbal
Journal of Peat Science and Innovation Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Peat Science and Innovation: June 2023
Publisher : Center for Development of Science, Technology and Peatland Innovation (PPIIG), University of Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59032/jpsi.v2i1.10686

Abstract

Indonesia has the largest distribution of peatlands worldwide and is spread over Sumatra, Kalimantan, and Papua islands. Peatland is one of the land resources with a hydrological function and can store water in the form of peatwater. Peatwater is brownish-red due to high dissolved organic matter, especially in the form of humic acid and its derivatives, high organic matter content, low pH, and low cation content. Peatwater is classified as polluted water, unsuitable for consumption, and cannot be used directly as drinking, bathing, or washing water. The Mixed Matrix Membrane Fabrication method is expected to be used for peatwater purification by adding silica filler from rice husk ash. Rice husk has a high silica filler content of >90%. The higher the silica level, the better the material absorbs harmful chemical compounds in peatwater, one of which is humic acid.
KEGIATAN EKSPERIMEN SEDERHANA DALAM RANGKA MENARIK MINAT ANAK TERHADAP KIMIA DI PERPUSTAKAAN DESA PELAWAD, KECAMATAN CIRUAS KABUPATEN SERANG-BANTEN Nisa, Fakhrotun; Purnamasari, Mayshah; Pohan, Maya Sari Ananda
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2023): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v4i3.36091

Abstract

Kemampuan psikis anak seringkali dikesampingkan dan lebih mementingkan perkembangan fisik. Padahal perkembangan psikis perlu dipersiapkan sejak dini karena jika kondisi kesiapan mental yang kurang akan menghambat proses pembelajaran. Salah satu kemampuan psikis tersebut adalah anak memiliki minat terhadap suatu hal. Minat anak dapat diarahkan pada berbagai bidang, salah satunya pada sains. Kimia yang merupakan bagian dari ilmu sains memang indah dan menarik, tetapi faktanya minat anak-anak terhadap sains masih sangat minim, serta pemebelajaran berbasis eksperimen kimia di sekolah di sekitar Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas Kabupaten Serang masihlah sangat rendah. Oleh karena itu, dilakukanlah kegiatan eksperimen sederhana dalam rangka menarik minat anak usia 6 – 11 tahun terhadap kimia. Hal ini merupakan satu langkah nyata dalam memperkenalkan bahan-bahan kimia yang berada disekitar anak-anak, sehingga anak-anak akan semakin tertarik terhadap kimia atau sains. Telah dilakukan tiga percobaan tentang kimia yakni pengujian kandungan vitamin C, penggunaan indicator alami kol ungu, dan membuat lampu lava. Hasilnya minat dan pengetahuan peserta meningkat dari 55% dan 62,5% menjadi 82,5%.
Kompleks Oksovanadium (IV) Sebagai Insulin-Mimetik Nisa, Fakhrotun
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (JIPTEK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jiptek.v5i1.35234

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat di dunia diklasifikasikan sebagai diabetes tipe 1 dan 2. Berbagai pengembangan dilakukan untuk menurunkan kadar gula darah penderita diabetes. Pada abad ke 21, penelitian mengenai metalofarmatikal banyak dikembangkan dengan menggunakan logam vanadium sebagai anti-diabetes. Pada artikel ini, perkembangan kompleks vanadium sebagai insulin mimetik dengan berbagai macam koordinasi direview berdasarkan hasil uji secara in vivo dan in vitro
In Vitro Evaluation of the Anti-Diabetic Potential of Oxovanadium(IV) Complex with Terpyridine Ligand Nisa, Fakhrotun; Onggo, Djulia
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol. 14 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v14i2.20322

Abstract

An oxovanadium(IV) complex with 2,2′:6′,2″-terpyridine ligand, [VO(terpy)]SO₄, was synthesized and characterized to evaluate its anti-diabetic potential. The complex was synthesized via a direct reaction between VOSO₄ as the metal source and terpyridine ligand in solution and confirmed through conductometric and mass spectrometric analyses. Conductivity measurements indicated that the complex behaves as a 2:2 electrolyte in aqueous solution, dissociating into [VO(terpy)]²⁺ and SO₄²⁻ ions. Mass spectrometry revealed a peak at m/z 150.0098 corresponding to the cationic species. The anti-diabetic activity was evaluated through in vivo studies using alloxan-induced diabetic rats, demonstrating a significant reduction in fasting blood glucose levels. These findings suggest that the oxovanadium(IV)–terpyridine complex is a candidate for further development as an anti-diabetic agent.
EKSTRAKSI DAN PENENTUAN GUGUS FUNGSI ASAM HUMAT DARI KOTORAN SAPI PETERNAKAN YAYASAN SASMITA JAYA SERANG Maya Sari Ananda Pohan; Mayshah Purnamasari; Fakhrotun Nisa
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 7 No. 1 (2025): Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya 2025
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v7i1.4999

Abstract

Asam Humat adalah turunan bahan organik atau hasil dekomposisi bahan organik yang berwarna hitam kecoklatan, bersifat masam, tak larut dalam pelarut asam, namun larut pada pelarut basa, dan merupakan makro molekul kompleks. Asam humat merupakan salah satu bagian substansi humat/humus disamping asam –asam organik lainnya (fulvat, himatomelanik dan humin). Pada penelitian ini akan asam humat akan diekstrak dari pupuk kotoran sapi. Pupuk kotoran sapi adalah kotoran sapi yang telah dikomposkan. Pemisahan asam humat dari campurannya didasarkan atas kelarutannya dalam asam dan alkali. Pemisahan asam humat melalui proses ekstraksi perlu untuk diketahui dan dipahami supaya memudahkan dalam penentuan kualitas kompos. Dua pertimbangan untuk pemilihan ekstraktan yang cocok didasarkan pada: 1) pengekstrak seharusnya kimia bahan yang diekstrak; dan 2) pengekstrak harus dapat memisahkan asam humat dari campurannya secara kuantitatif. Ekstraksi dilakukan dengan basa dan ditinjau dari berbagai konsentrasi basa dan lama proses ektraksi. Asam humat yang diperoleh dikarakterisasi serapan gugus fungsinya dengan FTIR dan ditentukan kandungan total keasaman, kandungan gugus karboksilat dan kandungan gugus –OH fenolatnya. Urgensi penelitian ini adalah pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi asam humat yang berguna untuk kesuburan tanah yang nantinya akan menaikan nilai jual dari kotoran sapi sebagai limbah ternak.