Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Intervention of Slow-Stroke Back Massage Cutaneous Stimulus Techniques in Patients with Rheumatoid Arthritis Yessy Aprihatin; Linda Andriani; Erpita Yanti
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 7 (2023): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i7.4449

Abstract

Rheumatoid Arthritis (RA) is the highest order of disease in the elderly in Indonesia in 2020 where with a percentage value of 49% and this disease occurs more frequently in women than in men. Treatment of pain in RA patients can be done with pharmacological therapy and non-pharmacological therapy. The aim of the study was to respondent’s intervention technic slow-stroke back massage cutaneous stimulus pada patient RA patients in the working area of the Pariaman Health Center. This research is a quantitative type using a quasi-experimental research design method. In this study design, there was an intervention group without a control group. Research design approach with one group pretest-posttest. The conclusion obtained in this study was that RA elderly respondents in the working area of the Pariaman Health Center were the female sex was 16 respondents (53.30%), and the male sex was 14 respondents (46.70%). The RA elderly pain scale before being given Kutaneus Slow-Stroke Back Massage therapy in the working area of the Pariaman Health Center, namely 26 respondents (86.70%) experienced moderate pain and 4 respondents (13.30%) experienced mild pain. Pain scale in elderly RA after being given Kutaneus Slow-Stroke Back Massage therapy in the working area of the Pariaman Health Center, namely 16 respondents (53.30%) experienced mild pain and 14 respondents (46.70%) experienced moderate pain.  
Efektivitas Terapi Seft (Spiritual Emotional Freedom Technique) Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Hemodialisis Linda Andriani; Rika Armalini; Sri Ameliati; Yesi Maifita; Setia Nisa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61149

Abstract

Pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis cenderung mengalami kecemasan akibat proses pengobatan yang panjang, ketergantungan pada mesin dialisis, serta ketidakpastian prognosis penyakit. Kecemasan yang tidak ditangani dapat memperburuk kondisi fisik maupun psikologis pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk mengurangi kecemasan adalah Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), yang memadukan teknik tapping, afirmasi positif, dan pendekatan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi SEFT dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hemodialisis di Ruang Hemodialisis RSUD Prof. H. M. Yamin, SH. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 27 responden pasien hemodialisis yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi SEFT dilakukan sebanyak 3 kali sesi, dengan durasi ±15 menit per sesi, 2 kali seminggu selama 2 minggu. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test. Rata-rata tingkat kecemasan sebelum diberikan SEFT adalah 20,89 (SD = 3,250), dengan mayoritas responden berada pada kategori kecemasan sedang (66,7%). Setelah diberikan SEFT, rata-rata tingkat kecemasan menurun menjadi 12,56 (SD = 3,994), dengan mayoritas responden berada pada kategori kecemasan ringan (88,9%). Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dengan perbedaan rata-rata (mean difference) 8,33 poin, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi Terapi SEFT terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hemodialisis. SEFT dapat dijadikan salah satu terapi komplementer yang sederhana, murah, dan aman untuk membantu meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis.