Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Analisa Kinerja Reaktor Pirolysis Tanpa Menggunakan Bahan Bakar dalam Menghasilkan Bio-Arang Dan Asap Cair Rajabiah, Nurlaila; Ridhuan, Kemas; Mafrudin, Mafrudin; Saputra, Nugroho Adi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 2 (2023): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i2.2978

Abstract

The combustion process of pyrolysis needs fuel as a heat source. The pyrolysis process can be performed without fuel, which reduces costs and increases process efficiency. The quantity of charcoal and liquid smoke, as well as the duration of the pyrolysis process, are the main objectives of this study. The research technique that uses rubber wood as a raw material and pyrolysis combustion in a reactor devoid of fuel or heat source. According to study findings, the yield of charcoal products was 33.0%, while that of liquid smoke was 7.3%. The pyrolysis combustion process lasted for 270 minutes, during which time the reactor's maximum raw material flame combustion temperature reached 447C. The results of the pyrolysis of charcoal have the following characteristics: 9.19% water content, 4.52% ash content, and 7475.87 cal/gr heat content. Burning pyrolysis without fuel can save three times as much biomass as burning pyrolysis with fuel.Keywords: Pyrolysis, Combustion, Biomass, Charcoal, Liquid smoke.
Pengaruh Jumlah Lubang Burner Dan Kecepatan Udara Pada Kompor Oli Bekas Terhadap Unjuk Kerja Pembakaran wahyudi, tri cahyo; Haerudin, Muhib; Ridhuan, Kemas
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 13, No 1 (2024): TURBO : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v13i1.3358

Abstract

Kompor oli bekas adalah suatu alat yang digunakan untuk membakar bahan seperti  oli bekas atau bahan bakar cair lainnya, untuk menghasilkan panas dan sebagai pemanfaatan oli bekas sebagai bahan bakar alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan temperatur air, efisiensi pembakaran dan nilai RGB. Metode dalam penelitian ini menggunakan eksperimental.  Pengujian dilakukan dengan melakukan variasi jumlah lubang bunner 16 lubang, 20 lubang, 24 lubang dengan kecepatan aliran udara 2,0m/s, 2,2m/s, 2,4m/s. yang kemudian masing-masing di lakukan pengujian sebanyak 3 kali lalu diambil tertinggi. Hasil pengujian dan perhitungan menunjukkan bahwa Lubang bunner 16 mendapatkan temperatur akhir 100  pada menit ke, sedangkan jumlah lubang bunner  20 dan 24 mendapatkan temperatur akhir sebesar, 100 dengan waktu pembakaran 3 menit. Pada setiap variasi kecepatan aliran udara 2,0m/s, 2,2m/s, 2,4m/s, variasi lubang bunner dan kecepatan udara sangat berpengaruh terhadap kinerja kompor, Pengaruh jumlah lubang bunner kecepatan udara berpengaruh terhadap efisiensi kompor bekas. Pada jumlah lubang 16 dengan kecepatan udara 2,4 m/s nilai B=249 kedua jumlah lubang bunner 20 dengan kecepatan udara 2,4 m/s mendapatkan nilai G=253 ketiga jumlah lubang bunner 24 dengan kecepatan udara 2,4 m/s mendapatkan nilai R= 248 lebih rendah dibandingkan degan nilai blue dan green
Analisa pengaruh variasi berat roller dengan pegas CVT terhadap kinerja mesin sepeda motor matic 113 cc prastiyo, Adi; Irawan, Dwi; Ridhuan, Kemas
ARMATUR : Artikel Teknik Mesin & Manufaktur Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Armatur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.059 KB) | DOI: 10.24127/armatur.v1i1.184

Abstract

As the emergence of vehicles that use the CVT transmission system (Countinuesly Variable Transmission) or better known as the automatic motor. The automatic motor has a CVT roller and spring. Roller weight is a weight balance bearing that is useful for pressing the inner wall of the primary pulley when high rotation occurs, and a CVT spring is a spring whose function is to return the secondary pulley to its initial position or the position of the outer belt. The purpose of this study was to determine the effect of CVT springs with roller weight on the performance of the 113 CC automatic motorcycle engine and the effect on specific fuel consumption. In this study the type of vehicle used is Yamaha Mio Sporty 113 CC motorcycle, and the variation of CVT springs with roller weight used is CVT Spring 2.26 N / mm, 2.45 N / mm, and 2.67 N / mm, with a roller weight of 7 grams, 10.5 grams and 14 grams. The testing method used is to test torque and power with dynotest tools to determine the torque and power obtained, as well as acceleration testing to determine the ratio of speed on each variation of CVT springs to roller weight, and specific fuel consumption. From the research that has been done, the results are for the highest torque value obtained in the CVT spring 2.26 N / mm with a 7 gram roller that is 6.14 Nm at 5095 engine rpm, and the highest power in the CVT spring 2.26 N / mm with 7 and 14 gram rollers are 4.9 Hp with a maximum engine rpm of 9250, the best acceleration on a 2.67 N / mm CVT spring with a 14 gram roller that is 201 meters away with 12.63 seconds, and specific fuel consumption is saved on a 2.26 N / mm CVT spring with a 7 gram roller which is 1.98 kg / hour or equivalent to 2.45 ml / s.
Karakteristik biopelet tempurung kelapa dan serbuk kayu sebagai bahan bakar alternatif Suyoko, Muhammad; Ridhuan, Kemas; Dharma, Untung Surya
ARMATUR : Artikel Teknik Mesin & Manufaktur Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Armatur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.592 KB) | DOI: 10.24127/armatur.v1i1.185

Abstract

Biomass is a solid waste derived from biological material that can be generated as fuel. Biomass includes plantation, agriculture, household, forest waste and waste from the wood industry, one of the uses of biomass is bio-pellet. Bio-pellet is an alternative type of energy in the form of solid fuel made from biomass raw material with a size smaller than the size of briquettes. In this research, raw materials from teak wood, acacia, and sengon wood powder were used as well as a mixture of coconut shell charcoal with tapioca adhesive. This study aims to determine the bio-pellet estimation analysis, determine the heating value required by the bio pellet in the combustion process, and determine the burning characteristics of the three types of bio pellets. The method used in this study was the process of making bio-pellet with the same treatment on each bio-pellet, variations bio pellet will be made is 50% teak wood powder and 50% coconut shell charcoal powder, 50% acacia wood powder and 50% coconut shell charcoal powder, and 50% sengon wood powder and 50% coconut shell charcoal powder. Each bio pellet uses an adhesive mixture of 5% of the raw material. The stages of the testing process are bio pellet in laboratory tests to determine the value of the composition of the levels of heat, water, ash, flying substances, and bound carbon. The next testing process is the testing process of bio pellet combustion using a bio pellet stove with a process of boiling 10 liters of water, with fire temperature, water temperature, and the remaining fuel measured. All was done at UM Metro 2 campus. The results of bio pellet testing in the laboratory stated that the highest value was in sengon bio pellet with heating value of 5815.19 cal/g, water content of 5.82%, the ash content of 9.77%, levels of flying matter 69.37%, and carbon content bound 19, 41%. For the high heating value of bio pellet burning is 784.92 kcal/hour. Then the best efficiency is the sengon bio- pellet with a value of 55%.
Pengaruh jenis adsorben terhadap purifikasi biogas sistem kontinu Pangestu, Angga; Irawan, Dwi; Ridhuan, Kemas
ARMATUR : Artikel Teknik Mesin & Manufaktur Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Armatur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.071 KB) | DOI: 10.24127/armatur.v2i1.738

Abstract

Energi merupakan suatu hal penting untuk menunjang kehidupan manusia, dengan banyaknya kebutuhan maka perlu dilakukan pembaharuan tentang energi salah satu nya energi terbarukan. Biogas merupakan salah satu energi terbarukan yang dapat digunakan sebagai pengganti energi fosil. Kemurnian biogas yang dihasilkan dari digester belum optimal sehingga perlu dilakukan purifikasi untuk meningkatkan kandungan metana dan menurunkan kandungan karbondioksida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis adsorben terhadap kandungan metana dan kandungan karbondioksida. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode adsorpsi dan menggunakan dua tabung adsorben susunan seri yang berisi zeolit dengan zeolit, zeolit dengan karbon aktif dan zeolit dengan geram besi. Dari hasil penelitian saat sebelum dilakukan purifikasi kandungan metana 6088 ppm dan kandungan karbondioksida 15927,6 ppm, sedangkan setelah dilakukan purifikasi terdapat perbedaaan pada masing-masing adsorben yaitu zeolit dan zeolit 26750,6 ppm dan 5333,2 ppm, zeolit dengan karbon aktif 18621,2 ppm dan 8331,1 ppm, dan zeolit dengan geram besi 12368,4 ppm dan 10718,3 ppm. Penggunaan adsorben zeolit dan zeolit mengalami peningkatan kandungan metana tertinggi yaitu meningkat 20662,6 ppm dari sebelum dilakukan purifikasi dan kandungan karbondioksida menurun sebesar 10594,4 ppm dari sebelum dilakukan purifikasi.
Pengaruh cyclone dan peletakannya terhadap karakteristik gasifikasi dengan menggunakan filter zeolit alam Ikhwahyudin, Afrizal; Ridhuan, Kemas; Nugroho, Eko
ARMATUR : Artikel Teknik Mesin & Manufaktur Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Armatur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.061 KB) | DOI: 10.24127/armatur.v2i1.741

Abstract

The gas product from the gasification process contains tar content that is not thermally appropriately degraded before it leaves the reactor; for efficiency, the gasification process must go through filtering or separation using filters and cyclones. This process is essential because of the increase in the gas producer's energy density through the syn-gas filtering and purification process or syn-gas combustion. This study aimed to determine the effect of the cyclone and its placement on the combustion characteristics of gasification using natural zeolite filters, the length of time for the product gas, and how much cyclones and filters can separate tar in updraft type gasification process. In this study, the gasification process uses an updraft type reactor, biomass fuel using rubberwood, filters using natural zeolite media, and adding a coolant (condenser). Testing by varying the addition and placement of the cyclone position. The test results show that the use of cyclone variations does not affect the Temperatur in the reactor. A cyclone's effect using a natural zeolite filter on the characteristics of the combustion product (flame) is very large; namely, the color of the fire is bluish and clean with little smoke and the size of the flame coming out of the burner. The effect of a series of cyclones and natural zeolite filters on the flame duration of Syn-Gas on the burner is ± 44 minutes. Without using the cyclone series, the flame time in the burner only reaches ± 28 minutes. The tar that can be separated by the burner and filter without using a cyclone is 381 grams, and the tar that is separated by the cyclone in the cyclone series after the condenser can accommodate as much as 450 grams.
Pengaruh Viskositas Coolant dengan Variasi Depth Of Cut Terhadap Keausan Pahat Carbaide Pada Proses Turning VCN 150 Rajabiah, Nurlaila; Ridhuan, Kemas; Yan Foltha, Richo
English Vol 1 No 2 (2023): Volume 1 - Nomor 2 - Oktober 2023
Publisher : Fakultas Teknik dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/jttt.v1i2.485

Abstract

Sifat coolant yang dapat menurunkan gaya gesek dan temperatur pada pahat potong tentunya dapat mengahasilkan suatu produk yng berkualitas dan tentunya akan memperpanjang umur pahat dari keausan pahat akibat kontak dengan benda kerja pada saat proses produksi. Untuk medapatkan sifat dan viskositas yang ideal dari coolant tentunya dilakukan percampuran dari dua jenis fluida yaitu oli dan air. Nilai viskositas tersebut akan berpengaruh pada nilai keausan pahat, umur pahat, dan temperatur pahat karbida ISO 6 dengan spesimen atau benda kerja VCN 150 (diameter: 30 mm dan panjang: 100 mm). Nilai keausan pahat di ukur dengan batas keausan untuk pahat karbida yaitu 0,2 mm – 0,5 mm. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai DOC pada saat proses pemakanan berbanding lurus dengan nilai keausan pahat. Nilai keausan terendah pada DOC 1 mm dengan nilai viskositas (ɳ) 0,44 yaitu 0,1479 mm dan terbesar pada DOC 3 mm yaitu 1,0524 mm, tentunya untuk nilai viskositas optimum terdapat pada nilai viskositas (ɳ) 0,44 dengan komposisi percampuran air dan oli (50%:50%). Selanjutnya nilai DOC pada proses pemakanan terhadap temperatur pahat berbanding lurus. Temperatur terendah pada DOC 1 mm yaitu 38oC dengan nilai viskositas (ɳ) 0,30 dan temperatur tertinggi pada DOC 3 mm yaitu 96oC pada viskositas (ɳ) 0,51. Selanjutnya nilai DOC berbanding terbalik dengan umur pahat. Nilai umur pahat terkecil pada DOC 3 mm pada viskositas (ɳ) 0,30 sebesar 0,2045 menit dan umur pahat tertinggi pada DOC 1 mm yaitu pada viskositas (ɳ) 0,44 sebesar 1,4492 menit.
Analisa Kinerja Alat Incenerator Pembakar Sampah Tanpa Asap Yang Ramah Lingkungan Ridhuan, Kemas
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 13, No 2 (2024): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v13i2.3547

Abstract

Pembakaran sampah secara langsung dapat mengakibatkan pencemaran udara karena menghasilkan gas CO, NOx, SOx, HC dan CO2 yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Pembakaran sampah yang aman dan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan yaitu dapat menggunakan alat insenerator. Pembakar sampah pada insenerator tanpa menghasilkan asap, karena asap sudah dibersihkan di Scubber dengan menggunakan air spuyer. Proses pembakaran sampah pada incenerator menggunakan bahan bakar limbah oli bekas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kapasitas pembakaran, jumlah bahan bakar limbah oli bekas yang digunakan, lama waktu pembakaran serta kadar CO dan CO2 asap yang dibersihkan. Metode penelitian yang dilakukan yaitu melakukan pengujian pada alat incenerator, dengan menggunakan sampah anorganik seperti plastik, karet dan kertas sebanyak 10 kg. Kemudian dibakar di cember menggunakan burner berbahan bakar oli bekas dengan debit aliran bahan bakar 40 ml/menit. lalu hasil asap pembakaran sampah akan mengalir ke scubber dan dibersihkan dengan air yang dikabutkan. Hasil penelitian menunjukkan sampah anorganik sebanyak 10 kg dapat dibakar di cember selama 36 menit atau kapasitas alat insenerator tersebut berkapasitas 17,6 kg/jam, dengan suhu pembakaran tertinggi di cember sebesar 565,6ºC atau menghasilkan kalor pembakaran Q sebesar 67.685 kJ. Kemudian sisa hasil pembakaran berupa bungkahan plastik sebesar 1,2 kg. Dan suhu asap pembuangan ke lingkungan sebesar 54,5 ºC.
Pengaruh Jumlah Lubang Burner Dan Kecepatan Udara Pada Kompor Oli Bekas Terhadap Unjuk Kerja Pembakaran wahyudi, tri cahyo; Haerudin, Muhib; Ridhuan, Kemas
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 13, No 1 (2024): TURBO : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v13i1.3358

Abstract

Kompor oli bekas adalah suatu alat yang digunakan untuk membakar bahan seperti  oli bekas atau bahan bakar cair lainnya, untuk menghasilkan panas dan sebagai pemanfaatan oli bekas sebagai bahan bakar alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan temperatur air, efisiensi pembakaran dan nilai RGB. Metode dalam penelitian ini menggunakan eksperimental.  Pengujian dilakukan dengan melakukan variasi jumlah lubang bunner 16 lubang, 20 lubang, 24 lubang dengan kecepatan aliran udara 2,0m/s, 2,2m/s, 2,4m/s. yang kemudian masing-masing di lakukan pengujian sebanyak 3 kali lalu diambil tertinggi. Hasil pengujian dan perhitungan menunjukkan bahwa Lubang bunner 16 mendapatkan temperatur akhir 100  pada menit ke, sedangkan jumlah lubang bunner  20 dan 24 mendapatkan temperatur akhir sebesar, 100 dengan waktu pembakaran 3 menit. Pada setiap variasi kecepatan aliran udara 2,0m/s, 2,2m/s, 2,4m/s, variasi lubang bunner dan kecepatan udara sangat berpengaruh terhadap kinerja kompor, Pengaruh jumlah lubang bunner kecepatan udara berpengaruh terhadap efisiensi kompor bekas. Pada jumlah lubang 16 dengan kecepatan udara 2,4 m/s nilai B=249 kedua jumlah lubang bunner 20 dengan kecepatan udara 2,4 m/s mendapatkan nilai G=253 ketiga jumlah lubang bunner 24 dengan kecepatan udara 2,4 m/s mendapatkan nilai R= 248 lebih rendah dibandingkan degan nilai blue dan green
Edukasi Pemanfaatan Sampah Organik Anorganik Melalui Teknologi Pirolisis: Solusi Energi Lingkungan di SMK Raudathul Ulum Ridhuan, Kemas; Wahyudi, Tri Cahyo; Antonio, Diego; Renaldi, Riki
SINAR SANG SURYA Vol 9, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v9i2.4264

Abstract

AbstrakSampah merupakan suatu bahan buangan yang tidak berguna dan sangat mengganggu oleh karena itu harus diatasi. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya diantaranya melalui penggunaan teknologi pirolisis. Karena dengan proses pirolisis ini sampahnya akan terurai dengan pemanasan dan hasil luarannya akan mendapatkan suatu bahan bakar, baik padat, cair maupun gas. Sehingganya hal ini akan mendapatkan energi dan dapat mengatasi pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk sosialisasi dan edukasi pemanfaatan sampah organik dan anorganik (plastik) melalui teknologi pirolisis sebagai solusi energi alternatif dan ramah lingkungan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Raudathul Ulum. Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa dan guru tentang pengelolaan sampah yang berkelanjutan serta memperkenalkan potensi teknologi pirolisis dalam mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomi dan energi. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, demonstrasi alat, produk yang dihasilkan dan sesi diskusi interaktif tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari peserta dan pengetahuan serta pemahaman juga kesadaran yang lebih baik tentang sampah dan dampaknya bagi lingkungan serta potensi pirolisis sebagai solusi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah dan masyarakat. Juga mendukung program pemerintah “Indonesia bebas sampah tahun 2025” khususnya sampah plastik.