Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi Peraturan Bersama (SKB) Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Pendampingan UKS pada Guru PAUD di Denpasar Putu Austin Widyasari Wijaya; Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arunavidya merupakan sekolah pendidikan anak usia dini yang tahun ini baru menyediakan jenjang pendidikan dasar yaitu Sekolah Dasar Arunavidya. Pada tingkat Sekolah Dasar (SD), Unit Kesehatan Sekolah atau UKS merupakan suatu unit yang wajib dimiliki dan diaktifkan oleh Sekolah Dasar berdasarkan Peraturan Bersama 4 Mentri (SKB) Unit Kesehatan Sekolah. Namun, PAUD Arunavidya belum memiliki unit UKS yang berperan dengan baik. karena kurangnya sarana dan prasarana, pelatihan pada SDM, dan serta monitoring dalam pelaksanaan UKS. Pada PAUD Arunavidya metode pembelajaran melibatkan baik kegiatan indoor dan outdoor. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari guru-guru di PAUD Arunavidya, kerap terjadi kecelakaan kecil pada anak-anak dan ditangani guru-guru menggunakan peralatan kotak P3K yang dimiliki sekolah, namun belum memadai. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan suatu penyuluhan mengenai kewajiban UKS di Sekolah dan pendampingan dalam pembentukan serta pelaksanaan UKS sehingga dapat berperan secara optimal. PKM dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan mengenai Peraturan Bersama 4 Menteri mengenai UKS, penyuluhan mengenai Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), serta pendampingan dalam pembentukan unit UKS sekolah. Kegiatan penyuluhan diikuti oleh seluruh guru dan staff sekolah dan pendampingan diikuti oleh guru penanggung jawab UKS. Setelah penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan mengenai UKS dan P3K oleh guru dan staff serta terbentuknya unit UKS sekolah.
Hubungan Lama Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Sosial pada Anak Prasekolah di TK Tunas Mekar Sari, Denpasar Gusti Ayu Made Landhevi Paramasanthi; Ni Putu Diah Witari; Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra
Aesculapius Medical Journal Vol 4 No 2 (2024): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.4.2.2024.239 - 243

Abstract

[The Relationship Between Duration of Gadget Use and Social Development in Preschool Children at Tunas Mekar Sari Kindergarten, Denpasar] The term "children's social development" describes how children change their behaviors as they grow to conform to the norms of their society. The social development of preschool children becomes complicated due to the effects of gadget use. In general, technology has the potential to enhance children's communication, social circles, and educational opportunities. However, children's social development may be negatively impacted by excessive gadget use. The objective of this study is to investigate the relationship between the duration of gadget use and the social development of preschool children. This research employs an analytical correlation with a cross-sectional approach, involving 82 parent respondents selected through consecutive sampling. Information was gathered by asking parents to complete a survey about their children's social development and the duration of their gadget use. The relationship between the length of gadget use and the social development of the children was analyzed using the chi-square test (p < 0.05). The majority of children were 6 years old (57.3%), and most parents held a bachelor's degree (33.8%) and worked in the private sector (53.7%). Most children's social development was categorized as poor (65.9%), and they used gadgets for a long time (64.6%). The results of this study also indicate a statistically significant relationship between the length of gadget use and the social development of preschool children at Tunas Mekar Sari Kindergarten in Denpasar (p < 0.001). The longer the children used gadgets, the poorer their social development.
PREVALENSI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 6-24 BULAN YANG BERKUNJUNG KE POLI ANAK RSU BALI JIMBARAN Putu Ayunda Trisnia; Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra; Ni Wayan Sri Ekayanti
Surabaya Biomedical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v5i2.177

Abstract

Air susu ibu (ASI) merupakan nutrisi ideal untuk bayi. ASI banyak memberikan manfaat bagi bayi baik jangka pendek maupun jangka panjang. Cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia berdasarkan laporan Riskesdas tahun 2021 adalah sebesar 52,5%. Ini menunjukkan masih terdapat sekitar dua juta bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif sehingga tidak memperoleh manfaat ASI dengan maksimal. Rumah Sakit Bali Jimbaran adalah salah satu rumah sakit yang berada di Kabupaten Badung, melayani persalinan ibu hamil dengan kisaran 300 persalinan per tahun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui prevalensi serta faktor determinan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia di bawah 6 bulan. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian potong lintang yang dilakukan pada 50 balita usia 6 sampai 24 bulan yang berkunjung ke poli anak RSU Bali Jimbaran pada periode bulan September 2023-Maret 2024. Sampel dipilih menggunakan teknik consecutive sampling berdasarkan urutan kedatangan, menggunakan pedoman wawancara terstruktur. Prevalensi pemberian ASI eksklusif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan jumlah subjek 50 orang, subjek yang tidak mendapatkan ASI eksklusif berjumlah 22 orang (44%). Riwayat penghentian pemberian ASI eksklusif di bawah usia satu bulan adalah sebanyak 16 subjek (72,7%). Jumlah subjek sejak lahir tidak mendapatkan ASI adalah 4 orang (18,2%). Alasan penghentian ASI eksklusif diantaranya produksi ASI sedikit, sulit perlekatan, bayi sakit, ibu sakit, dan ibu bekerja. Kesimpulan prevalensi pemberian ASI eksklusif pada penelitian ini sebesar 56%. Alasan menghentikan ASI eksklusif terbanyak adalah produksi ASI sedikit. Penghentian ASI terbanyak didapatkan pada usia di bawah 1 bulan.