Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kandungan Ibuprofen pada Sediaan Jamu yang Beredar di Kecamatan Manggala Kota Makassar dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotomentri UV-Vis Firdaus, Sirajul; Nurhuda; Sri Wahyuningsih; Andi Ulfiana Utari
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 3 No. 2 (2024): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/inhealth.v3i2.242

Abstract

Jamu merupakan sediaan obat alami yang terbuat dari simplisia yang telah terbukti aman dan berkhasiat. Jamu pegal linu merupakan produk obat tradisional yang dipercaya dapat meredakan nyeri otot dan tulang, kelelahan, memperbaiki peredaran darah, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan meredakan ketidaknyamanan tubuh secara keseluruhan oleh masyarakat. Ibuprofen merupakan obat golongan Anti inflamasi Non Steroid (AINS) yang memiliki efek samping berupa penyakit gastrointestinal terutama jika digunakan dengan dosis tinggi atau dikonsumsi dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan ibuprofen pada sediaan jamu yang beredar di Kecamatan Manggala Kota Makassar dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Spektrofotometri UV-Vis. Analisis kualitatif ibuprofen dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) yang menghasilkan noda bercak terang apapila diamati dibawah lampu UV366 nm dan dengan metode Spektrofotometri UV-Vis yang sama atau hampir sama dengan baku pembanding yaitu 220,25 nm. Penetapan kadar dilakukang dengan metode spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 220,25 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 sampel yang positif mengandung ibuprofen yaitu sampel C, D dan G. Kadar ibuprofen dalam sampel C sebesar 1,78888889%, sampel D 4,99298246% dan sampel G sebesar sebesar 2,22807018%.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Buah Pare (Momordica charantia L.) Terhadap Pertumbuhan Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Basmiati, Basmiati; Taufiq, Nuramaniyah; Firdaus, Sirajul
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2025): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/inhealth.v4i1.294

Abstract

Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Salah satu dari obat tradisional tersebut adalah buah pare. Buah pare merupakan anggota keluarga Cucurbitaceae yaitu tanaman tropis yang saat ini didistribusikan di seluruh dunia dan memiliki sifat terapeutik seperti antibakteri, anti diabetes, antioksidan, antiviral dan aktivitas antineoplastik. Kandungan kimia ekstrak buah pare adalah flavonoid, alkaloid, saponin, streoid/terpenoid, dan glikosida. Salah satu zat kimia yang berfungsi sebagai antibakteri adalah flavonoid. Senyawa flavonoid berkerja sebagai antibakteri dengan cara membentuk senyawa kompleks terhadap protein extraseluler yang mengganggu intergritas membran sel bakteri Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya antibakteri ekstrak metanol buah pare terhadap MRSA dan untuk mengetahui Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) ekstrak metanol buah pare terhadap MRSA. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode dilusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol buah pare (Momordica charantia L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Methicillin Resistant Stapylococcus aureus (MRSA) dengan KHM pada konsentrasi 2% dan KBM pada konsentrasi 4%.