Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Abu Kayu dan Fly Ash sebagai Material Pengganti Sebagian Semen Eka Susanti; Dewi Kusumaningrum; Jaka Propika; Heri Istiono; Primario Jatupasha
Jurnal Teknologi dan Manajemen Vol 4, No 2 (2023): July
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jtm.2023.v4i2.4563

Abstract

Penggantian sebagian semen sebagai bahan pembentuk beton, sedang dikembangkan. Hal itu untuk mengurangi efek negatif terhadap lingkungan. Fokus penelitian ini adalah memanfaatkan limbah abu kayu dan fly ash sebagai material pengganti sebagian semen. Untuk tujuan ini, campuran beton yang berbeda dirancang dengan prosentase penggunaan abu kayu 5% dan variasi campuran fly ash 5%, 10%, dan 20%. Benda uji ini menggunakan mortar berukuran 5×5×5 cm sebanyak 54 buah dengan waktu pengujian pada umur 7 dan 28 hari. Hasul pengujian pendahuluan menunjukkan penggunaan abu kayu 5% memiliki nilai kuat tekan mortar tertinggi, hal ini sesuai dengan penelitian terdahulu. Hasil pengujian setting time untuk semua sample mortar beton dengan abu kayu dan variasi prosentase fly ash telah memenuhi standart waktu pengikatan semen. Hasil pengujian kuat tekan menunjukkan bahwa semakin banyak prosentase fly ash yang ditambahkan pada mortar abu kayu 5%, maka semakin  tinggi kuat tekannya.
Perbandingan Kuat Tekan Beton dengan Subtitusi Fly Ash Ditinjau dari Air Laut dan Air Tawar pada Proses Curing Dewi Pertiwi; Dewi Kusumaningrum; Yanisfa Septiarsilia; Jaka Propika; Eka Susanti; Heri Istiono
Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jts.2025.v6i2.8511

Abstract

Curing plays a vital role in concrete production, as proper treatment is essential before conducting a compressive strength test to ensure optimal results. Concrete cured in seawater often exhibits different strength characteristics due to the salt content. This study examines the effects of curing with both seawater and freshwater on concrete containing fly ash. The research aims to compare the compressive strength of concrete with fly ash substitution under two different curing conditions. Using an experimental approach, the study incorporated 40% fly ash and 1% polycarboxylate admixture into the concrete mix to target a high compressive strength of K-500. Results indicate that concrete with fly ash cured in seawater achieved an average compressive strength of 807.40 kg/cm² at 28 days, while concrete cured in freshwater reached only 667.94 kg/cm².
STABILISASI TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DENGAN LUMPUR LAPINDO DAN KAPUR DITINJAU DARI NILAI INDEKS PLASTISITAS DAN CALIFORNIA BEARING RATIO (CBR) Arintha Indah Dwi Syafiarti; Gati Sri Utami; Mila Kusuma Wardani; Laras Laila Lestari; Dewi Kusumaningrum; Theresia Maria Chandra Agusdini; Mahardika Rayo Pravalecano
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2026): Vol 9, No 1 (2026): Vol 9, No 1 2026 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SI
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v9i1.23483

Abstract

Tanah ekspansif merupakan tanah lempung yang mempunyai level plastisitas yang tinggi, potensi kembang susut tinggi dengan adanya pergantian musim, sehingga sebelum digunakan sebagai tanah dasar di diperlukan stablilisasi untuk menurunkan nilai Indeks Plastisitas dan menaikkan daya dukung. Stabilisasi adalah cara untuk merubah dan memperbaiki sifat-sifat tanah agar memenuhi persyaratan sebagai tanah dasar. Tanah di daerah Lakarsantri, Surabaya Barat memiliki jenis tanah ekspansif, sehingga bangunan sipil terutama jalan mengalami kerusakan walaupun volume lalu lintas rendah. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis tingkat kepadatan dan nilai CBR tanah ekspansif yang distabilisasi menggunakan campuran lumpur lapindo dan kapur padam dengan prosentase campuran lumpur lapindo 15%, 20%, 25, 30% dan kapur padam 7% pada setiap pencampuran serta waktu pemeraman 0,7, dan 14 hari. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut, karakteristik tanah asli termasuk tanah berbutir halus, plastisitas tinggi, tingkat kepadatan sedang dan nilai CBR rendah. Karakteristik tanah lempung setelah distabilisasi menurut hasil uji atterberg limit memiliki nilai liquid limit 45,35%, indeks plastisitas sebesar 11,32%, termasuk katagori cukup baik. Prosentase dan pemeraman terbaik pada campuran lumpur lapindo 30% dan kapur padam 7%, pada pemeraman 14 hari, tanah dalam kondisi paling padat 1,75 gr/cm³ dan nilai CBR terbesar 8,52% termasuk katagori cukup baik.