Salamah Eka Susanti, Salamah Eka
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kultur Pesantren dalam Membentuk Sumber Daya Manusia yang Berkarakter 9 Budi Utama Santri Mia, Mia; Ni’mah, Mamluatun; Susanti, Salamah Eka
CENDEKIA Vol. 15 No. 01 (2023): Cendekia 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.326 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v15i01.441

Abstract

Along with the times, culture in the world of education has an important role in human life and development. Where culture in education has an important role in human development and growth. So that education in Islamic boarding schools as a medium for printing human resources, researchers raised the title of Islamic boarding school culture in shaping human resources with the character of 9 Budi Utama Santri at Putri Hafshawaty Timur Zainul Hasan Genggong Islamic boarding school. 2) to find out the description of the santri in implementing the 9 Budi Utama Santri, 3) to find out the culture of the santri in the pesantren environment. Islamic boarding school culture is a habitual activity carried out by the students as an effort by the pesantren to build the character of the students. This type of research uses a qualitative approach. The data collection was obtained from information through direct observation techniques, in-depth interviews with Islamic boarding schools, and documentation. The results of this study in the management of human resources for students at Pondok Putri Hafshawaty Timur show: 1) the increase in the success of the number of students has increased very significantly from year to year. 2) an increase in the formation of the character of the students in obeying the rules at the Islamic boarding school. 3) improving the quality of boarding school administrators in fostering the character of students. So that education in Islamic boarding schools can be a good choice for the community as a source of seeking knowledge for their children.
Pendidikan Spiritual Menurut Said Hawwa dan Relevansinya dalam Pendidikan Agama Islam di Indonesia Susanti, Salamah Eka
TSAQOFAH Vol 4 No 3 (2024): MEI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v4i3.4090

Abstract

Spiritual education is education related to the formation of attitudes, mentality, inner self, emotions, and spiritual connection to a particular matter, aimed at achieving inner purity and spiritual intelligence in relation to drawing closer to Allah SWT. The presence of spiritual education serves to remove and cleanse the heart from ailments that people often experience when undergoing education in daily life. The purpose of this thesis is to understand the values of spiritual education and their relevance in daily life, as well as their application in the educational domain. The type of research used in this study is qualitative, utilizing the library research method, which involves collecting data or academic writings related to the research subject or gathering library-based data. The findings of this study indicate that spiritual education serves as a foundation for shaping a personality and mentality expected to provide enlightenment and a spiritual attitude to students. This is connected to the spiritual attitude of individuals as they navigate life. Spiritual education strives to nurture the human soul through tranquility of heart, inner enlightenment, and clarity of attitude, ultimately creating individuals with a strong, balanced inner and outer self.
Pembelajaran Anak Usia Dini dalam Kajian Neurosains Susanti, Salamah Eka
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 2, No 1 (2021): Sains dan Pendidikan Berbasis Teknologi Informasi
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.832 KB) | DOI: 10.33650/trilogi.v2i1.2785

Abstract

Otak merupakan pusat kecerdasan manusia yang mengendalikan sistem syaraf dalam menangkap suatu pembelajaran. Pendidikan anak usia dini melalui pendekatan neurosains dapat dilaksanakan melalui macam metode, diantaranya dengan cara guru memberikan pendidikan dahulu dan harus memahami kinerja otak manusia. Selain itu juga memperhatikan kerja alamiah otak peserta didik dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pentingnya memahami pendekatan neurosains bagi anak usia dini dalam proses pembelajaran. Metode penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan intertektualitas dengan menekankan metode meaning of creatifity dan jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kualitatif dalam bentuk kepustakaan (library research). Hasil dari penelitian iniyaitu sebagai berikut: 1) seorang guru PAUD perlu menerapkan pendekatan neurosains dalam pembelajaran untuk membantu guru dalam mencapai kompetensi bagi anak didiknya khususnya bagi anak usia dini; 2) strategi seoang guru PAUD menerapkan pendekatan neurosains dengan memahami tahapan-tahapan perkembangan pusat kecerdasan seperti halnya  seorang guru tidak hanya memberikan pengalaman saja, akan tetapi yang lebih utama difasilitasi dan distimulan untuk mengoptimalkan perkembangan kapasitas kecerdasan bagi anak didiknya.
Pendidikan Karakter dalam Membangun Kecerdasan Moral bagi Anak Usia Dini Perspektif Thomas Lickona Susanti, Salamah Eka
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.901 KB) | DOI: 10.33650/trilogi.v3i1.3396

Abstract

Padadasarnya pendidikan  berfungsi membentuk karakter yang baik, karena karakter yang baik merupakan modal awal bagi manusia untuk menjadi yang mampu mewujudkan kehidupan yang sejahtera. Menurut Thomas Lickona seorang pakar pendidikan karakter mengemukakan, bahwa konsep mengenai pendidikan karakter yang sering dipakai sebagai rujukannya yaitu diawali dengan knowing, filling, dan action. Nilai- nilai karakter yang digagas oleh Thomas Lickona diantaranya yaitu : Pertama, dengan kejujuran. Kedua, dengan adil. Ketiga, dengan tanggung jawab. Keempat, dengan berani. Kelima, dengan mau bekerja. Keenam, dengan disiplin. Selain itu Thomas Lickona juga mengemukakan, ada lima pendekatan dalam pendidikan karakter, yaitu sebagai berikut : (1). Pendekatan penanaman nilai (inculcation approach) , (2). Pendekatan perkembangan moral kognitif (cognitive moral development approach, (3). Pendekatan analisis nilai (values analysis approach), (4) pendekatan klarifikasi nilai (values clarification approach), (5). Pendekatan pembelajaran berbuat (action learning approach).