Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Keperawatan

EFEKTIFITAS PENGGUNAAN AIR SUSU IBU PADA PERCEPATAN PELEPASAN TALI PUSAT BAYI Aris Hartono; Nasrul Hadi Purwanto
Jurnal Keperawatan Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Keperawatan, Volume IX, Nomor 2, Juli 2016
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.097 KB)

Abstract

Latar Belakang : Infeksi tali pusat telah menjadi penyebab penyakit dan kematian terus-menerus di berbagai negara. Setiap tahun 500.000 bayi meninggal dari tetanus neonatal dan 460.000 bayi meninggal karena infeksi bakteri. Salah satu cara yang saat ini sedang dikembangkan adalah penggunaan ASI. Berbagai macam kandungan nutrisi dan zat yang ada dalam ASI dapat mengurangi risiko kejadian infeksi sehingga bayi dapat menghindari kejadian infeksi tali pusat. Metode : Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan perbandingan kelompok statis. Data penelitian yang diperoleh peneliti menggunakan lembar observasi, selanjutnya data ditabulasikan. Hasil pengamatan waktu yang dibutuhkan dalam perawatan tali pusat menggunakan ASI dan tali pusat menggunakan steril kasa kering kemudian dibandingkan dan ditarik kesimpulan mengenai waktu rilis rata-rata setiap media yang digunakan. Hasil : Dari hasil penelitian, rata-rata waktu rilis dari tali pusat menggunakan ASI 127,41 jam dan waktu rata-rata pelepasan tali pusat menggunakan kasa steril kering 157,38 jam. Dari hasil uji korelasi Mann Whitney dengan taraf signifikansi α = 0,05 diperoleh nilai signifikansi (p) sebesar 0,00. Kesimpulan : Dibutuhkan penelitian lebih aktif dan dalam lingkup yang lebih besar untuk melakukan studi lebih dalam penggunaan ASI untuk digunakan dalam perawatan tali pusat pada bayi. Untuk itu dibutuhkan partisipasi aktif dari berbagai pihak untuk memberikan dukungan dalam mengimplementasikannya
PENGARUH TINDAKAN PELAYANAN KEPERAWATAN MEMANDIKAN DENGAN KEPUASAN PASIEN IMOBILISASI Tya Candra Mustika; Nasrul Hadi Purwanto
Jurnal Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Keperawatan, Volume X, Nomor 1, Januari 2017
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.102 KB)

Abstract

Masih banyak pasien yang tidak memperoleh pelayanan dasar seperti memandikan, dimana kebanyakan perawatan hanya menyerahkan pada keluarga untuk memandikan pasien serta pihak perawatan hanya menyediakan air hangat saja , sedangkan peralatan mandi yang lain keluarga harus membeli sendiri di luar rumah sakit. Keadaan seperti ini dapat menimbulkan rasa ketidakpuasan klien dan keluarga terhadap pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh tindakan pelayanan keperawatan memandikan dengan kepuasan pasien imobilisasidi Ruang Hasyim Asy’ari Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto. Desain penelitian ini adalah eksperimen one group pre test-post test design. Populasi penelitian yaitu Seluruh pasien imobilisasi di ruang hasyim asy’ari RSI Sakinah Mojokerto sebanyak 27 responden. Sampel diambil dengan teknik total sampling. Variabel independen penelitian yaitu tindakan memandikan dan variabel dependen penelitian yaitu kepuasan pasien imobilisasi.Instrument penelitian menggunakan kuesioner dan diuji dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien imobilisasi merasa tidak puas sebelum diberikan tindakan memandikan dan setelah diberikan tindakan memandikan sebagian besar pasien imobilisasi merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Hasil uji wilcoxon menunjukkan bahwa ρ = 0,031 sehingga ada pengaruh tindakan pelayanan keperawatan memandikan dengan kepuasan pasien imobilisasi di Ruang Hasyim Asy’ari Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto. Perubahan kepuasan pada masing-masing responden sangat bervariasi, hal itu sangat erat terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan yang dibawa oleh responden baik dari diri responden sendiri maupun dari lingkungan luar.Sehingga diharapkan tenaga kesehatan lebih menigkatkan kegiatan promosi kesehatan, terutama dalam penanganan dalam memberikan terapi tindakan memandikan pada klien yang mengalami gangguan imobilisasi.
EFEKTIVITAS KONSUMSI AIR ALKALI TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH ACAK PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 Edy Siswantoro; Nasrul Hadi Purwanto; Ns Sutomo
Jurnal Keperawatan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Keperawatan, Volume XI, Nomor 1, Januari 2018
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.752 KB)

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik secara global, regional, nasional dan lokal. Salah satu PTM yang menyita banyak perhatian adalah diabetes mellitus. Di Indonesia diabetes mellitus merupakan ancaman serius bagi pembangunan kesehatan karena dapat menimbulkan kebutaan, gagal ginjal, kaki diabetes (gangrene) sehingga harus diamputasi, penyakit jantung dan stroke. Upaya yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan diabetes mellitus tipe 2 adalah dengan menerapkan empat pilar terapi yaitu edukasi, terapi nutrisi, aktifitas fisik dan farmakologi. Namun upaya ini belum dapat mencapai hasil yang optimal karena banyak hambatan yang dihadapi. Salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat dimanfaatkan adalah dengan mengkonsumsi air alkali untuk menurunkan kadar gula dalam darah penderita diabetes mellitus tipe 2. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy experimen dengan pendekatan pre-post control group desain. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah perubahan GDA (gula darah acak) pada penderita diabetes mellitus tipe 2 sebelum dilakukan intervensi dan setelah dilakukan intervensi. Intervensi diberikan selama kurun waktu 14 hari. Untuk pengukuran kebutuhan air minum pada responden dilakukan pengukuran menggunakan aplikasi Water Drink Reminder – Hydro. Air alkali yang digunakan dalam penelitian ini adalah air alkali yang diproduksi dari Mesin Kangen Water Tipe SD501 Platinum. Sebelum pengujian hipotesis data diuji menggunakan uji normalitas data dan homogenitas sampel. Uji analisa yang digunakan adalah uji paired t test untuk mengetahui efektivitas dari konsumsi air alkali terhadap kadar gula darah acak penderita diabetes mellitus. untuk mengetahui perbedaan efektivitas konsumsi air alkali terhadap perubahan kadar gula darah, digunakan uji anova satu arah. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa konsumsi air alkali PH 7.0 (clean water) dan air alkali PH 8.0 selama kurun waktu 14 hari tidak efektif untuk menurunkan GDA (gula darah acak) pada penderita diabetes mellitus tipe 2 dan konsumsi air alkali PH 9,5 dan kombinasi air alkali PH 9.5 dan 11.5 selama kurun waktu 14 hari efektif untuk menurunkan GDA (gula darah acak) pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Dibutuhkan dukungan dari tenaga kesehatan dan kepatuhan penderita diabetes mellitus untuk dapat memanfaatkan air alkali sebagai terapi nonfarmakologis untuk mengendalikan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Untuk dapat mencapai hasil yang maksimal dari terapi nonfarmakologi yang dilakukan, penderita diabetes mellitus tipe 2 harus rutin mengkonsumsi obat antidiabetes yang diberikan oleh tenaga kesehatan dan selalu berusaha untuk hidup sehat
MENURUNKAN INTENSITAS NYERI SENDI PADA LANJUT USIA MENGGUNAKAN METODE KOMPRES DINGIN Aini, Luthfiah Nur; Purwanto, Nasrul Hadi
Jurnal Keperawatan Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Keperawatan, Volume XIII, Nomor 1, Januari 2020
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Salah satu resiko gangguan kesehatan yang dapat dialami lansia adalah terjadinya nyeri sendi. Nyeri sendi yang dialami oleh lansia dapat mengkibatkan gangguan aktivitas sehingga memaksa lansia untuk mengurangi aktivitas yang rutin dilakukan. Guna mengatasi nyeri sendi, selain dengan mengkonsumsi obat-obatan (farmakologi) juga dapat dilakukan dengan metode nonfarmakologi salah satunya dengan cold therapy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas cold therapy terhadap intensitas nyeri sendi pada lanjut usia di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Metode : Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pre post control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian lanjut usia di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto yang memenuhi kriteria penelitian sebanyak 52 responden. Variabel independent dalam penelitian ini adalah cold therapy dan variabel dependent dalam penelitian ini adalah intensitas nyeri sendi. Instrument pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi PAINAD. Analisa data dilakukan menggunakan uji wilcoxon dengan tingkat kesalahan yang digunakan adalah α : 0,05. Hasil : Ada perbedaan yang bermakna dari hasil pengukuran intensitas nyeri sendi (pre-test) dan intensitas nyeri sendi (post-test) pada kelompok perlakuan yang berarti cold therapy efektif untuk menurunkan intensitas nyeri sendi pada lanjut usia di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Kesimpulan : Cold therapy merupakan metode nonfarmakologi yang dapat diaplikasikan oleh lanjut usia guna mengatasi nyeri sendi yang dialami. Selain aman, terapi ini juga dapat dilakukan secara mandiri dan sewaktu-waktu lanjut usia merasakan nyeri sendi. Hal ini secara tidak langsung akan membantu menurunkan ketergantungan lanjut usia terhadap berbagai jenis obat pereda nyeri sendi