Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar Al-Qur’an Hadits Menggunakan Pendekatan Tahapan Perkembangan Anak untuk Peserta Didik Madrasah Ibtidaiyah Arif Sirojul Mustafid; Marhumah Marhumah; Zarkasi Zarkasi
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2023): Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v8i1.14322

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuat produk bahan ajar mata pelajaran al-Qur’an Hadis pada materi Mengenal Huruf Hijaiyah yang sudah dikembangkan untuk diaplikasikan di MI Sananul Ula Piyungan dengan pengembangan model ADDIE. Desain penelitian ini menggunakan desain Research and Development (R&D). Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan angket. Subjek penelitian ini adalah siswa dan guru kelas I MI Sananul Ula Piyungan, serta para validator yang sesuai dengan bidangnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahan ajar mapel alQur’an Hadis materi Mengenal Huruf Hijaiyah telah berhasil penulis kembangkan dengan menggunakan pendekatan tahapan perkembangan anak. Prototipe bahan ajar mengenal Huruf Hijaiyah terdiri atas 52 halaman yang berisi tiga kegiatan belajar. Kegiatan belajar pertama bertema Mengenal Huruf Hijaiyah, kegiatan belajar dua bertemakan Mengenal Harakat (Fathah, Kasroh dan Dhomah), dan kegiatan belajar tiga bertema Membaca Huruf Hijaiyah Berharakat. Adapun hasil validasi dari berbagai aspek penilaian telah menunjukkan nilai sangat baik/layak. Hasil uji coba menyatakan hasil pemahaman siswa yang meningkat, dengan rincian skor pre test yang menunjukkan rata-rata  3,43 dan pos test memiliki skor rata-rata 6,75. Hasil signifikansi sebesar 0.000 yang artinya; jika nilai signifikan menunjukkan < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan ajar Mapel Al-Qur’an Hadis ini efektif untuk meningkatkan pemahaman materi materi mengenal huruf  hijaiyah I untuk siswa kelas I MI Sananul Ula Piyungan.Kata Kunci : Al-Qur’an Hadits; Bahan Ajar; Tahapan Perkembangan Anak.
Bridging the Divide: Integrative Curriculum Management in Islamic Boarding Schools Imelia Sahda Salsabilla; Baqiyatush Sholihah; M. Rikza Chamami; Abdul Rofik; Umi Hani; Zarkasi Zarkasi
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 15 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Mafapress - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v15i1.2194

Abstract

This study investigates the implementation of integrative curriculum management in Islamic boarding schools to bridge the dichotomy between religious and general education. It focuses on how curriculum integration is planned, implemented, and evaluated, as well as its impact on students’ competencies. A qualitative case study approach was employed, with data collected through in-depth interviews, observations, and document analysis involving six key informants. The findings reveal that integrative curriculum management is systematically carried out through synchronized planning, contextual learning practices, and continuous evaluation. This approach significantly strengthens students’ holistic competencies, including religious understanding, academic achievement, critical thinking, and moral character. The success of implementation is strongly influenced by leadership commitment, institutional culture, and collaborative teaching practices. In addition, adaptive strategies are proven effective in addressing resistance to change and maintaining curriculum relevance in the face of global challenges. However, inconsistencies at the instructional level indicate that integration has not been fully internalized by all educators. This study contributes an empirical model of integrative curriculum management in pesantren, offering a practical framework for educational reform that is both contextually grounded and globally relevant. Further research across diverse settings is recommended to enhance external validity.