Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Analisis Kuantitatif Fasa Dan Parameter Kristal Abu Cangkang Keong Mas (Pomacea canaliculata L) Hasil Kalsinasi Suhu Tinggi Menggunakan Metode Rietveld Amirul Mukminin
Jurnal Chemurgy Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Chemurgy-Desember 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.051 KB) | DOI: 10.30872/cmg.v2i2.2233

Abstract

Analisis kuantitatif melalui penghalusan data (refinement) metode Rietveld adalah solusi untuk mempelari tentang sistem kristal suatu material katalis. Metode ini menjadi pelengkap dari sistem analisis kualitatif dari suatu difraktogram sinar-X. Seluruh sampel abu cangkang keong mas (Paguroidea) pada penelitian ini di kalsinasi selama 4 jam dengan variasi suhu kalsinasi untuk kemudian dikarakterisasi dengan XRD spektroskopi. Setiap difraktogram sinar-X sampel dilakukan refinement metode Rietveld. Hasil refinement menunjukan bahwa sampel abu cangkang keong mas yang dikalsinasi selama 4 jam memberikan perbedaan komposisi fasa dan parameter unit sel kristal karena pengaruh suhu kalsinasi 600°C, 700°C dan 900°C. Sampel 600°C, 700°C adalah fasa tunggal padatan CaCO3 kalsit dengan bentuk kristal trigonal grup ruang R- 3C, volume kristal berturut-turut adalah 367.381 Å3 dan 369.240 Å3, sedangkan sampel 900°C merupakanpadatan fasa tunggal CaO dengan bentuk kristal kubik grup ruang Fm3m dan volume kristal adalah 111.960 Å3. Nilai Reabilitas (R) hasil refinement, RP, Rwp, Rexp dan GoF = χ2 memberikan hasil yang baik dan dapat diterima.Kata kunci : katalis CaO dan CaCO3, x-ray diffraction, Rietveld Analisis
Analisis Kandungan Biodiesel Hasil Reaksi Transesterifikasi Minyak Jelantah Berdasarkan Perbedaan Kosentrasi Katalis NaOH Menggunakan GC-MS Amirul Mukminin; Eka Megawati; I Ketut Warsa; Yuniarti Yuniarti; Wildan Azizul Umaro; Dian Islamiati
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol 8 No 1 (2022): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1768.979 KB) | DOI: 10.35326/pencerah.v8i1.1897

Abstract

Pada penelitian ini telah diteliti pengaruh % konsentrasi massa katalis NaOH terhadap produksi metil ester (biodiesel) melalui transterifikasi minyak goreng bekas (minyak jelantah) dan metanol. Hasil tertinggi ditemukan pada katalis NaOH 0,6% dengan rendemen 85%. Sedangkan untuk penggunaan katalis NaOH 0,4; 0,5; dan 0,7% massa katalis adalah masing-masing 65,5%, 67,8% dan 72%. Instrumen Gas Chromatography (GC) dan Mass Spectrocopy (MS) telah mampu mendeskripsikan secara kualitatif dan kuantitatif kandungan biodiesel sintetik. Analisis GC-MS telah mengidentifikasi 3 puncak yang memiliki nilai area lebih tinggi dari 14 puncak yang terdeteksi sebagai metil ester asam lemak. Hasil kromatogram deteksi GC-MS menunjukkan bahwa 3 puncak tertinggi adalah pada puncak ke 7 yaitu metil oleat, luas area 55,47 % dan waktu retensi 17,967 menit; puncak ke 4 adalah metil palmitat dengan luas 36,66% dan waktu retensi 16,127 menit; dan puncak ke 8 adalah metil stearat dengan luas 4,41% dan waktu retensi 18,101 menit. Sementara itu, puncak 2 adalah metil mersitat dengan luas area hanya 1,15%.
Pengaruh Waktu Reaksi Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jelantah dengan Bantuan Katalis Bassa NaOH terhadap Sifat Fisika dan Kimia Produk Biodiesel Amirul Mukminin; Eka Megawati; Debora Ariyani; I Ketut Warsa; Junety Monde; Sapril Sapril
Journal on Education Vol 5 No 2 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i2.1250

Abstract

The effect of the transesterification reaction time of 0.6% mass % NaOH catalyst in the formation of methyl ester (biodiesel) made from used waste cooking oil as raw material 6 times usage and methanol 1: 5 mass has been studied at 60°C. The reaction times used were 30, 40, and 45 minutes. All samples resulting from the transesterification reaction have been studied for their chemical and physical properties. Parameters of chemical properties included in the Indonesian National Standard (SNI) for all samples were % FFA, pH, while the water content was above the SNI standard. The physical property parameters for all samples that meet SNI are only flash point, color and 90% distillation. While the density of all test samples was lower than the SNI which was set at 850-890 Kg/m3, the results obtained for reaction times of 30, 40 and 45 minutes were 828, 833 and 836 Kg/m3 respectively. The highest yield was owned by a reaction time of 40 minutes, namely 80%. As for the reaction time of 35 and 45 minutes respectively 79 and 65%.
Pengaruh Waktu Reaksi Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jelantah dengan Bantuan Katalis Bassa NaOH terhadap Sifat Fisika dan Kimia Produk Biodiesel Amirul Mukminin; Eka Megawati; Debora Ariyani; I Ketut Warsa; Junety Monde; Sapril Sapril
Journal on Education Vol 5 No 2 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The effect of the transesterification reaction time of 0.6% mass % NaOH catalyst in the formation of methyl ester (biodiesel) made from used waste cooking oil as raw material 6 times usage and methanol 1: 5 mass has been studied at 60°C. The reaction times used were 30, 40, and 45 minutes. All samples resulting from the transesterification reaction have been studied for their chemical and physical properties. Parameters of chemical properties included in the Indonesian National Standard (SNI) for all samples were % FFA, pH, while the water content was above the SNI standard. The physical property parameters for all samples that meet SNI are only flash point, color and 90% distillation. While the density of all test samples was lower than the SNI which was set at 850-890 Kg/m3, the results obtained for reaction times of 30, 40 and 45 minutes were 828, 833 and 836 Kg/m3 respectively. The highest yield was owned by a reaction time of 40 minutes, namely 80%. As for the reaction time of 35 and 45 minutes respectively 79 and 65%.
PENGARUH 6, 8 DAN 10 KALI PEMAKAIAN MINYAK JELANTAH TERHADAP RENDEMEN HASIL REAKSI TRANSESTERIFIKASI MENGGUNAKAN KATALIS BASA HOMOGEN NaOH Amirul Mukminin; Debora Ariyani; Eka Megawati; Yuniarti Yuniarti
JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN SAINS Vol 4 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jips.v4i2.1709

Abstract

Telah dilakukan penelitan pengaruh pemakaian minyak jelantah 6, 8 dan 10 kali pemakaian terhadap % rendemen pembentukan metil ester (biodiesel ) menggunakan katais basa homogen NaOH 0,6% massa. Seluruh sampel minyak jelantah direaksikan dengan methanol dengan perbandingan reaktan 1:5 % massa. Reaksi transesterrifkasi masing-masing sampel dilakukan pada suhu 60°C selama 40 menit. Hasil rendemen sampel minyak jelantah 6 kali pemakaian sebesar 96,6%, sedangkan 8 dan 10 kali pemakian menunjukkan nilai yang tidak jauh beda yaitu masing-masing 96,4 dan 96 % massa. Gas Chromatography (GC) dan Mass Spectrocopy (MS) mendeteksi 14 puncak senyawa dan bahwa 3 puncak tertinggi yang menunjukkan bahwa kandungan sampel adalah suatu metil ester. Masing-masing puncak garis 4 merupakan metil palmitat (C17H34O2) dengan luas area 36,66 %, puncak garis 6 adalah metil oleat (C19H36O2), luas area 55,7% dan waktu retensi 17.92 menit ; puncak garis 7 adalah metil nonadekanoat (C20H40O2) dengan luas area 4,41% dan waktu retensi 18,093 menit.
Analisis Sifat Fisika dan Nilai Keekonomian Minyak Goreng Bekas Menjadi Biodiesel Dengan Metode Transesterifikasi Eka Megawati; Arham Ardiansyah; Amirul Mukminin; Dedora Ariyani; Yuniarti Yuniarti; Mohammad Lutfi
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 9, No 1 (2022): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v9i1.17962

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif pengganti solar yang berasal dari bahan nabati seperti minyak goreng bekas. Minyak goreng bekas adalah limbah dari sisa penggorengan, biasanya dibuang karena sudah digunakan lebih dari satu kali. Transesterifikasi merupakan reaksi antara trigliserida yang terkandung dalam minyak nabati atau lemak hewan dengan alkohol untuk membentuk alkil ester. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisika dan nilai keekonomian minyak goreng bekas menjadi biodiesel dengan metode transesterifikasi. Bahan limbah yang digunakan merupakan minyak goreng. Analisis fisika dilakukan dengan melakukan pengujian karakteristik biodiesel meliputi % FFA, angka asam, gliserol, kandungan air, massa jenis, pH, rendemen dan warna. Nilai karakteristik biodisel pada sampel 1 yaitu: FFA sebesar 0,65 %, angka asam 0,42 mg, gliserol 59 mL, kadar air 0,006 %, rendemen 0,83 %, massa jenis 852 kg/m3, pH 7 dan menghasilkan warna kuning emas, sedangkan nilai karakteristik biodisel pada sampel 2 yaitu: FFA sebesar 0,56 %, angka asam 0,50 mg, gliserol 58 mL, kadar air 0 %, rendemen 0,83 %, massa jenis 845 kg/m3, pH 7 dan menghasilkan warna kuning emas. Nilai karakteristik biodisel pada sampel 3 yaitu: FFA sebesar 0,65 %, angka asam 0,50 mg, gliserol 59 mL, kadar air 0,07 %, rendemen 0,78 %, massa jenis 847 kg/m3, pH 7 dan menghasilkan warna kuning emas. Pengolahan minyak goreng bekas sebanyak 300 L/bulan akan menghasilkan biodiesel 246 L/bulan @Rp. 9.000 = Rp. 2.214.000 dan gliserol 23 L/bulan @Rp. 3.000 = Rp. 86.250. Sehingga diperoleh total pendapatan = Rp.2.300.250/bulan. Sementara itu, biaya produksi berupa penggunaan listrik, pembelian pelarut dan katalis sebesar Rp.1.370.500/bulan. Sehingga Hasil analisis keekonomian menunjukkan bahwa pembuatan biodiesel skala industri kecil layak diproduksi dengan nilai keuntungan mencapai Rp.929.750/bulan.
PENGARUH 6, 8 DAN 10 KALI PEMAKAIAN MINYAK JELANTAH TERHADAP RENDEMEN HASIL REAKSI TRANSESTERIFIKASI MENGGUNAKAN KATALIS BASA HOMOGEN NaOH Amirul Mukminin; Debora Ariyani; Eka Megawati; Yuniarti Yuniarti
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sains Vol 4 No 2 (2023): August
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jips.v4i2.1709

Abstract

Research has been carried out on the effect of using used cooking oil 6, 8 and 10 times usage on the % yield of methyl ester formation (biodiesel) using a homogeneous base catalyst of 0.6% mass NaOH. All used cooking oil samples were reacted with methanol with a reactant ratio of 1:5 % by mass. The transesterification reaction of each sample was carried out at 60°C for 40 minutes. The yield of used cooking oil samples for 6 times of use was 96.6%, while 8 and 10 times of use showed values ​​that were not much different, 96.4 and 96% by mass, respectively. Gas Chromatography (GC) and Mass Spectrocopy (MS) detected 14 peaks of the compound and that the 3 highest peaks indicated that the sample contained a methyl ester. Each peak of line 4 is methyl palmitate (C17H34O2) with an area of ​​36.66%, peak of line 6 is methyl oleate (C19H36O2), area of ​​55.7% and retention time of 17.92 minutes; the peak of line 7 is methyl nonadecanoate (C20H40O2) with an area of ​​4.41% and a retention time of 18.093 minutes.
PENINGKATAN KESIAPAN KERJA MAHASISWA MELALUI PROGRAM BERBAGI PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN INDUSTRI Debora Ariyani; I Ketut Warsa; Eka Megawati; Meita Rezki Vegatama; Yuniarti Yuniarti; Amirul Mukminin; Putri Lestari; Mirajatus Sholeha; Andika Saputra; Abdul Rahmat
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa melalui pendekatan knowledge and experience sharing dengan menghadirkan praktisi industri sebagai narasumber. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengkaji proses kegiatan serta dampaknya terhadap peserta. Kegiatan ini dirancang dalam bentuk sesi pemaparan materi, diskusi interaktif, dan berbagi pengalaman kerja nyata dari praktisi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai dunia kerja, khususnya terkait tuntutan industri dan budaya kerja profesional. Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya penguasaan soft skills seperti komunikasi, kerja sama tim, dan kemampuan adaptasi. Kegiatan ini juga mendorong motivasi mahasiswa dalam merencanakan dan mengembangkan karier, serta membuka peluang terbentuknya jaringan dengan dunia industri. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membentuk kesiapan kerja mahasiswa secara komprehensif dan holistik. Oleh karena itu, kegiatan berbasis pengalaman dan interaksi langsung dengan praktisi industri dapat menjadi alternatif strategi yang efektif dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja.
Pengaruh Suhu Kalsinasi Dalam Pembentukan Katalis Padat CaO Dari Cangkang Keong Mas (Pomacea canaliculata L) Amirul Mukminin; Muhammad Fajar; Selvia Sarungu'; Irma Andrianti
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 1, No 1 (2019): March
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v1i1.8

Abstract

CaO sebagai katalis heterogen telah berhasil dibuat dari cangkang keong mas (Pomacea canaliculata L) dengan metode kalsinasi suhu tinggi. Kalsinasi masing-masing dilakukan pada suhu 600°C, 700°C, dan 900°C selama 4 jam. Hasil difraksi sinar-X menunjukan Puncak karakteristik kalsium oksida (CaO) pada sudut 2θ = 32,16°; 37,15°; 64,16° dan 67,5°, yang dikonfirmasi sesuai dengan standard CaO (JCPDS No. 82-1690). Berdasarkan data TGA kalsinasi cangkang keong mas pada suhu 900°C selama 4 jam diketahui mampu mengkonfersi cangkang keong mas menjadi katalis CaO sebanyak 46,37% berat. Pada suhu kalsiniasi 600°C dan 700°C selama 4 jam, menghasilkan CaCO3 kalsit 11,1% berat, dan  CaCO3 vetiret 2,79% berat. Hasil SEM menunjukkan bahwa ukuran partikel serbuk padatan terkecil dimiliki oleh katalis CaO yaitu 13-1,2 µm dengan sebaran yang homogen. CaCO3 kalsit pada 600oC dan 700oC masing-masing memiliki ukuran antara 2,2 mm - 2,5 µm dan 1,6 mm - 1,25 µm dengan sebaran yang heterogen.
PEMBUATAN BIODISEL DARI LIMBAH KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L) Debora Ariyani; Eka Megawati; Amirul Mukminin; Frilly Frilly; Akhmad Alfin
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 1, No 1 (2019): March
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v1i1.9

Abstract

Pemanfaat sampah limbah bawang merah (Allium Cepa L) berupa kulit luar bawang dan bonggolnya sebagai salah satu bahan baku alternatif pembuatan biodisel.Dari ketiga sampel minyak hasil ekstraksi limbah kulit bawang merah dengan sampel 10gr, 20gr dan 30gr,proses ekstraksi 3 sampel tersebut diekstraksi dengan pelarut Methanol dan n-Heksana hingga mencapai 1 siklus disetiap sampelnya dan disetiap pelarutnya. Setelah itu lakukan proses distilasi sebanyak 20 ml untuk memisahkan hasil minyak dengan pelarut.Nilai %Yield berturut-turut yaitu 24%, 14% dan 13,3% dengan menggunakan pelarut Metanol dan 16%, 8%, 19% dengan menggunakan pelarut n-Heksana.pH yang dihasilkan dari ketiga sampel yaitu 6. FFA yang dihasilkan pada sampel 1,2 dan 3 berturut-turut yaitu, 3%, 2,1% dan 1,7% dengan menggunakan pelarut Metanol. Dengan menggunakan pelarut n-Heksana Sampel 1 menghasilkan kadar FFA sebesar 1,4% dan sampel 2 menghasilkan kadar FFA sebesar 0,8% serta pada sampel 3 menghasilkan %FFA sebesar 0,6%.