Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Applied Engineering and Social Science

Penerapan Sistem Precision Aquaculture Berbasis IoT Untuk Sistem Pelaporan Berbasis Web Pada Budidaya Kepiting Muhammad Muflih Muhsinin; Hendrarini, Nina; Duddy Soegiarto
Journal of Applied Engineering and Social Science (JAESS) Vol. 3 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jaess.v3i1.9237

Abstract

Kepiting bakau merupakan salah satu spesies yang hidup di ekosistem mangrove, terutama di Indonesia, dan memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Untuk mendukung budidaya kepiting bakau, diperlukan teknologi yang dapat memberikan data kualitas air secara real-time, sehingga membantu pengelola mencegah kegagalan panen. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem Internet of Things (IoT) berbasis web untuk memantau kondisi air secara akurat. Sistem ini menggunakan metodologi prototyping, yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan, dan evaluasi. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah web yang mampu menampilkan nilai sensor kualitas air serta gambar secara real-time dengan dukungan Firebase. Web ini diharapkan dapat memvisualisasikan data dengan baik, memudahkan pengelola dalam pengambilan keputusan, serta mendukung keberhasilan budidaya kepiting bakau.
Sistem Sensor Untuk Pemantauan Kualitas Dan Temperatur Air Bryan Verdhatama; Hendrarini, Nina; Duddy Soegiarto
Journal of Applied Engineering and Social Science (JAESS) Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jaess.v3i2.9334

Abstract

Sebagai negara dengan hutan mangrove terbesar di dunia, Indonesia memiliki kekayaan hayati berupa kepiting soka yang memiliki potensi ekonomi tinggi. Indonesia juga merupakan negara eksportir krustasea laut tersebut. Namun, pada tahun 2021 nilai ekspor kepiting hanya mencapai 614,25 juta USD. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor alami dan aktivitas manusia. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan teknologi precision aquaculture yang dapat meningkatkan efisiensi budidaya melalui pemantauan kualitas air dengan memanfaatkan sensor, seperti sensor TDS (DS18B20), pH (SEN0161), dan temperatur (DS18B20), untuk mengetahui kondisi air pada media budidaya kepiting. Selain itu, digunakan juga aplikasi Firebase untuk mendukung sistem Internet of Things (IoT). Kepiting soka sendiri memiliki kebutuhan spesifik, yaitu temperatur 22–25°C, pH 7,5–7,7, dan salinitas 10–25 ppt. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sensor temperatur air mencatat 24,7°C dengan akurasi 98,33%, sensor pH mencatat 9,15 dengan akurasi 99,66%, dan sensor salinitas mencatat 2,83 ppt dengan akurasi 89,27%. Selisih nilai antara sensor dan alat ukur standar adalah 0,43 untuk temperatur, 0,04 untuk pH, dan 0,37 untuk salinitas. Informasi nilai-nilai tersebut ditampilkan pada LCD 16x2 dan Realtime Database Firebase.
Penggunaan Kamera Untuk Pemantauan Kondisi Kepiting Felix Vinansius Sihaloho; Hendrarini, Nina; Duddy Soegiarto
Journal of Applied Engineering and Social Science (JAESS) Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jaess.v3i2.9831

Abstract

Indonesia memiliki banyak hutan mangrove yang berperan sebagai ekosistem penting, mendukung kehidupan berbagai makhluk, termasuk kepiting bakau. Ekosistem mangrove di Indonesia juga menawarkan peluang besar untuk pengembangan budidaya kepiting. Masalah utama yang dihadapi dalam pemantauan kepiting bakau adalah kurangnya sistem monitoring yang efektif untuk memantau pertumbuhan kepiting, yang dapat berdampak langsung pada hasil produksi kepiting, diharapkan dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan peluang ekonomi dalam pembudidayaan kepiting bakau. Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) menawarkan solusi inovatif dalam mengoptimalkan budidaya kepiting bakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem monitoring berbasis IoT menggunakan ESP32-CAM untuk memantau kondisi kepiting bakau, terutama dalam hal pertumbuhan kepiting bakau secara visual tanpa melakukan pengukuran ukuran secara langsung. Dengan mengambil gambar secara berkala dan mengirimkan gambar secara real-time ke database Firebase. Firebase berperan sebagai pusat penyimpanan data yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja sehingga sistem ini memungkinkan pengelola untuk memantau kondisi dengan lebih efektif. Metode yang saya gunakan adalah studi literatur, diskusi dan prototipe. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ESP32-CAM dan Firebase mampu berfungsi dengan baik, dengan ESP32-CAM yang mampu mengambil gambar dan Firebase menunjukkan performa yang baik dalam menyimpan gambar secara realtime.
Sistem Sensor Untuk Pemantauan Kekeruhan Air Dan Oksigen Terlarut Muhammad Fakhrial Latief; Hendrarini, Nina; Duddy Soegiarto
Journal of Applied Engineering and Social Science (JAESS) Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jaess.v3i2.9960

Abstract

Kepiting bakau merupakan salah satu jenis kepiting yang mempunyai habitat alami, terutaman karena keberadaan ekosistem mangrove yang berlimpah di Indonesia. Budidaya kepiting bakau di Indonesia memiliki potensi besar dalam meningkatkan nilai ekonomi, tetapi masih terdapat beberapa hambatan, salah satunya adalah kurangnya penerapan teknologi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem Precison Aquaculture berbasis Internet of Thing (IoT) pada sensor untuk memantau kekeruhan air dan oksigen terlarut pada budidaya kepiting secara Real-time. Metodologi yang digunakan adalah pengambilan data dari sensor DO, sensor turbidity, dan sensor amonia untuk membaca data kekeruhan air, oksigen terlarut, dan ammonia. Hasil pengujian menunjukkan yang dimana mikrokontroller mengirimkan data sensor kepada dashboard website. Implementasi ini diharapkan dapat memudahkan pengelola dalam memantau nilai dari kekeruhan air, oksigen terlarut dan amonia pada kepiting bakau, sehingga mengurangi resiko kematian, dan meningkatkan hasli panen kepiting bakau.
Pembangunan Sistem Kendali Pergerakan Kamera Untuk Pemantauan Kondisi Kepiting Aldi Ahmad Fadilah; Hendrarini, Nina; Duddy Soegiarto
Journal of Applied Engineering and Social Science (JAESS) Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jaess.v3i2.10060

Abstract

Kepiting bakau merupakan salah satu makhluk hidup laut yang memiliki peluang ekonomi yang besar. Meskipun memiliki potensi yang besar, pembudidayaan kepiting bakau masih terkesan manual yang menyebabkan kepiting rawan gagal panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan sistem precision aquaculture berbasis Internet of Things (IoT) untuk budidaya kepiting bakau. Tujuan sistem ini dirancang adalah untuk memantau kondisi kepiting secara berkala tanpa campur tangan manusia, dimana motor stepper akan menggerakan kamera untuk mengambil gambar dan mengirim gambar tersebut menuju website. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan Prototipe. Hasil dari penelitian ini adalah motor stepper mampu berhenti tepat diatas box kepiting dan memberikan sinyal kepada ESP32-CAM untuk mengambil gambar dan kembali ke posisi awal setelah sampai pada titik terakhir. Diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan efisiensi budidaya kepiting dengan mengoptimalkan kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan kepiting, mengurangi risiko kematian, dan meningkatkan hasil produksi secara keseluruhan.