Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS 5 TEMA 6 SUBTEMA 3 DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING Pamungkas, Guntur Hendra; Harjono, Nyoto; Airlanda, Gamaliel Septian
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.76

Abstract

Jenis peneitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) pada kelas 5 di Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo 02 Salatiga tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo 02 Salatiga berjumlah 27 siswa terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan dengan karakteristik siswa yang berbeda-beda.Tindakan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dua siklus dimana masing-masing siklus terdapat 3 kali pertemuan. Hasil belajar siswa pada pra siklus hanya (52%) 13 siswa yang masuk kategori tuntas dan (48%) 14 siswa yang belum tuntas, setelah melakukan tahap siklus I mengalami kenaikan menjadi (63%) 17 siswa yang masuk kategori tuntas dan (37%) siswa yang belum tuntas. Karena belum mencapai indikator keberhasilan sebanyak 80% maka dilakukanlah tindakan siklus II dan hasil belajar mengalami peningkatan kembali menjadi (89%) 24 siswa yang tuntas dan (11%) 3 siswa yang belum tuntas
Efektivitas Problem Based Learning dan Two Stay Two Stray dalam Pencapaian Hasil Belajar Darmawan, Wisnu; Harjono, Nyoto
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan efektivitas penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray dan Problem Based Learning terhadap pencapaian hasil belajar Tema 8 Kelas 4 SD Negeri Blotongan 02 dan SD Negeri Sidorejo Lor 05 Gugus Diponegoro, kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental semu yang menggunakan pendekatan non-equivalent control group design. Dalam menganalisis data dilaksanakan uji beda melalui Independent Sampel T-Test. Hasil uji beda menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) post-test hasil belajar peserta didik sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,005 (0,000<0,005) sehingga disimpulkan bahwa terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara model pembelajaran Two Stay Two Stray dan Problem Based Learning terhadap pencapain hasil belajar peserta didik pada Tema 8 Kelas 4 SD. Nilai rata-rata post-test hasil belajar kelas eksperimen  lebih besar dibandingkan dengan kelas kontrol sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Two Stay Two Stray lebih efektif dibandingkan model pembelajaran Problem Based Learning.
Komparasi Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Teams Game Tournament ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar Anggreini, Gita; Harjono, Nyoto
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.486

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil komparasi pengaruh penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan model pembelajaran Teams Game Tournament (TGT) ditijau dari kemampuan berpikir kreatif siswa kelas V SD pada muatan IPA. Penelitian ini berjenis Meta-Analisis. Data penelitian diperoleh melalui berbagai jurnal ilmiah online yang minimal telah terindeks DOAJ. Dari berbagai artikel yang ditemukan melalui searching di Google, dipilih 20 artikel yang relevan untuk dianalisis. Dari hasil analisis statistik uji effect size pada kedua model pembelajaran, diperoleh nilai sig. 0.000 dengan nilai partial eta square 0.831. Angka tersebut menunjukkan bahwa kedua model pembelajaran berpengaruh sedang terhadap kemampuan berpikir kreatif IPA. Dari hasil uji ancova terhadap kedua model, diperoleh nilai mean different model PBL 73,9900 dan nilai mean different model TGT 71,1490. Hal ini membuktikan bahwa model PBL lebih tinggi peningkatannya dibandingkan dengan model TGT ditinjau dari kontribusinya dalam peningkatan kemampuan berpikir kreatif.
Efektivitas Model Problem Based Learning dan Problem Posing dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Sasmita, Rimba Sastra; Harjono, Nyoto
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1313

Abstract

Berdasarkan hasil kemampuan berpikir kritis siswa yang rendah pada pelaksanaan pembelajaran tematik, sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu melatih kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis ada tidaknya perbedaan tingkat efektivitas antara model Problem-Based Learning dan Problem Posing dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran tematik siswa di kelas V SD. Jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment design) yang menggunakan teknik analisis deskriptif. Desain penelitian pola nonequivalent control group design, uji hipotesis penelitian ini menggunakan uji T independent Sample T test. Subyek penelitian yaitu kelas VA dengan jumlah 22 siswa kelas VA dan 24 siswa kelas VB SD Negeri Beringin 01. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pemberian tes kepada siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data statistik kuantitatif. Hasil t hitung > t tabel menunjukkan 10,201 > 2,018 dan lebih kecil dari 0,05 (0.000
Perbedaan Efektivitas Model Problem Based Learning dan Discovery Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Sekolah Dasar Anggelina, Putri; Harjono, Nyoto
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4164

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dibandingkan dengan model Discovery Learning (DL) ditinjau dari pengaruhnya terhadap hasil belajar IPA kelas 5 SD khususnya tentang organ gerak hewan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental, atau eksperimen semu, menggunakan Counterbalanced Design. Penelitian dilaksanakan di SDN Ledok 01 dengan subjek sejumlah 20 dan SDN Ledok 05 dengan subjek sejumlah 24. Setiap kelas diberi perlakuan melalui kedua model sekaligus yang keduanya sebagai kelas eksperimen sekaligus sebagai kelas kontrol (saling kontrol). Berdasarkan hasil post tes dari kedua model, diperoleh hasil uji hipotesisis melalui uji T dengan dua ekor (2-tailed) bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini membuktikan bahwa kedua model berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar IPA. Pada eksperimen 1, model PBL capaian nilai rerata kelas sebesar 8.37, sedangkan DL sebesar 5.75. Dari data ini, terbukti capaian nilai PBL lebih tinggi daripada DL, yakni selisih 2.62. Untuk eksperimen 2, rerata PBL adalah 8.15, sedangkan DL sebesar 5.45. Data ini juga membuktikan bahwa capaian nilai PBL lebih tinggi daripada DL, yakni dengan selisih 2.7. Jadi dapat disimpulkan bahwa model PBL lebih efektif dibandingkan model DL.
Pengembangan Media Filter Instagram Berbasis Augmented Reality sebagai Media Pembelajaran IPA untuk Meningkatan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Susetya, Blasius Eka Febrian; Harjono, Nyoto
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4228

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan dan untuk mengetahui hasil kelayakan produk media filter Instagram ditinjau dari segi kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian ini memfokuskan pada materi perkembangbiakan tumbuhan kelas VI SD. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah validasi, angket, pretest dan post test. Metode penelitian ini menggunakan Research and Development dengan desain prosedur pengembangan Borg and Gall yang dimodifikasi oleh Sukmadinata. Desain pengembangan dan penelitian yang digunakan adalah model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluate). Kevalidan media pembelajaran filter instagram dari ahli media sebesar 80% dengan kategori “Sangat Tinggi” dan hasil dari ahli materi sebesar 76% dengan kategori “Tinggi”. Keefektifan penggunaan media pembelajaran filterIinstagram ditunjukkan dengan hasil angket respon siswa sebesar 93% dengan kategori “Sangat Tinggi” dan hasil angket respon guru sebesar 91% dengan kategori “Sangat Tinggi”. Hasil belajar pada siswa terdapat peningkatan dari 63,67 menjadi 82,33. Dari hasil data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa produk media pembelajaran efektif digunakan dalam proses pembelajaran serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD pada muatan pembelajaran IPA.
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Matematika Materi Bangun Datar Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning (DL) Puja Nugroho, Yehuda; Harjono, Nyoto
Journal of Education Action Reseach Vol 3 No 2 (2019): May 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v3i2.17266

Abstract

Artikel ini adalah hasil penelitian tindakan kelas (PTK). Bertujuan untuk memperbaiki proses dan hasil belajar mata pelajaran Matematika siswa kelas 4 SD Marsudirini 78 Salatiga melalui sebuah model pembelajaran Discovery Learning. Mata pelajaran Matematika khususnya materi bangun datar memiliki hasil belajar yang kurang maksimal, demikian pula dengan proses belajar siswa dan kinerja guru yang memperoleh skor rendah dalam pengamatan pra silus. Hal itu terlihat dari perolehan aktivitas guru pra siklus yang memperoleh presentase 67% dan aktivitas siswa pra siklus yang memperoleh 45  % sehingga presentase ketuntasan hasil belajar pra siklus yaitu 35,5%. simpulan hasil penelitianya adalah penerapan model DL dapat meningkatkan proses dan hasil belajar Matematika khususnya materi bangun datar. Terbukti presentase ketercapaian aktivitas guru siklus 1 yaitu  66,5%  dan aktivitas siswa 76% kemudian meningkat pada siklus 2 dengan ketercapaian aktivitas guru 76,5% dan aktivitas siswa 83%. Keberhasilan  hasil belajar dilihat  dari presentase ketuntasan siklus 1 dan siklus 2  yaitu 72,7% meningkat menuju 84%.
PENGGUNAAN MODEL STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) BERBANTU MEDIA GAMBAR DALAM UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR MUATAN IPA TEMA 7 “PERISTIWA DALAM KEHIDUPAN” SISWA KELAS 5 SDN KECANDRAN 01 SALATIGA setyowati, wiwit tri; Harjono, nyoto; airlanda, gamaliel septian
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v2i2.15263

Abstract

Penelitian dilakukan untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar dengan berbantuan media gambar pada muatan IPA yang ada di Tema 7 subtema 2 dan 3. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 7 Mei-19 Mei 2018 oleh siswa SD Negeri kecandran 01 Salatiga  kelas 5 semester II tahun ajaran 2017/2018. Penelitian yang digunakan ialahpenelitian tindakan kelas. Persentase hasil pengukuran kreativitas siswa mengalami mengalami peningkatan dari prasiklus dengan presentase 40%  di siklus I meningkat menjadi 80%. Persentase penilaian kreativitas meningkat menjadi 90% setelah dilakukan tindakan siklus ke II. Hasil belajar di prasiklus siswa yang dinyatakan  tuntas berjumlah 13 siswa dengan persentase 43%, dantidak tuntas 17 siswa dengan persentase 57%. Setelah melakukan tindakan pada siklus I terjadi peningkatan ketuntasan yaitu 18 siswa tuntas dengan persentase 60% dan 12 siswa tidak tuntas dengan persentase 40%, hasil dari perbaikan siklus I belum mencapai indikator pencapaian yakni 80% ketuntasan, maka di laksanakan perbaikan siklus II. Setelah pelaksanaan siklus II terjadi peningkatanketuntasan yaitu 26 siswatuntas dengan persentase 87% sedangkan siswa yang tidak tuntas berjumlah 4 orang dengan persentase 13%. Dengan demikian perbaikan pembelajaran dengan Model Student  Teams Achievement Division (STAD) Berbantuan Media Gambar bisa ditarik kesimpulan berhasil karena hasil belajar meningkat mencapai tujaun yakni persentase 80%.