Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Masa Reopening Fatkhiatul Miladiyah; Ikhrom Ikhrom; Raharjo Raharjo
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 10 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i10.2487

Abstract

Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. Motivasi belajar menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di masa reopening. Jenis penelitian ini adalah penelitian campuran (kuantitatif dan kualitatif) atau mix method. Jumlah responden 150 orang. Data dikumpulkan dengan kuesioner, lalu dianalisis menggunakan regresi liner dengan alat bantu SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang ditunjukkan dengan nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel (4,864>1,662), serta nilai signifikansi 0,000. Penelitian ini juga mengemukakan bahwa peran guru dan orangtua harus saling melengkapi dalam meningkatkan motivasi belajar.
Problematika Hadis Ahad dan Mutawatir: Kritik Epistemik terhadap Paradigma Kepastian dalam Otoritas Sunnah Ahmad Hadi Pranoto; Raharjo Raharjo; Lutfiyah Lutfiyah; Abid Nurhuda; Dena Sri Anugrah
JISRev: Journal of Islamic Studies Review Vol. 1 No. 2 (2025): JISRev: Journal of Islamic Studies Review
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jisrev.1.2.63

Abstract

Kajian ini menelaah problem epistemologis yang melingkupi perbedaan kedudukan antara hadis ahad dan hadis mutawatir dalam tradisi keilmuan Islam. Secara historis, perdebatan tentang otoritas keduanya berakar pada pertentangan antara kepastian (qath‘iy) dan dugaan kuat (zhanniy) dalam penerimaan riwayat. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan analisis kritis terhadap sumber-sumber hadis klasik (seperti karya al-Khatib al-Baghdadi dan Ibn Hajar al-‘Asqalani) serta pandangan kontemporer yang mengkaji ulang legitimasi epistemik hadis ahad. Hasil analisis menunjukkan bahwa hadis mutawatir memperoleh otoritas karena jaminan kuantitas dan keotentikan periwayatannya, sedangkan hadis ahad tetap memiliki validitas normatif selama memenuhi standar keadilan dan ketepatan sanad. Dalam konteks modern, problematika ini muncul kembali ketika rasionalisme dan kritik historis mencoba menguji ulang posisi hadis ahad dalam ranah hukum dan teologi. Artikel ini menawarkan sintesis baru bahwa keabsahan hadis tidak semata ditentukan oleh jumlah perawi, tetapi oleh integritas epistemologis, koherensi matan, dan relevansi moralnya dengan maqaṣid al-syari‘ah. Dengan demikian, perbedaan antara hadis ahad dan mutawatir harus dipahami secara dialektik: bukan sebagai dikotomi hierarkis, melainkan sebagai dua jalur epistemik yang saling melengkapi dalam menjaga kontinuitas ajaran profetik di tengah perubahan paradigma keilmuan Islam modern.
Analisis Maṣlaḥah terhadap Surat Edaran Zakat Fitrah dan Fidyah Tahun 2025: Studi Kasus di Kabupaten Sambas Wiwin Andini; Raharjo Raharjo; Abdul Ghofur
Al-Muamalat Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 11 No 1 (2026): Al-Muamalat: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syari'ah
Publisher : IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/muamalat.v11i1.12481

Abstract

This study aims to analyze the aspect of maslahah and the effectiveness of the policy from the perspective of Islamic law. This research employs a qualitative method with a field research approach and descriptive analytical methodology. Primary data are derived from the related circular letter, while secondary data are obtained from relevant scientific literature. Data analysis is conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, with validity ensured through source triangulation. The findings indicate that, conceptually, the policy aligns with the principle of maslahah, particularly in enhancing the welfare of mustahik and reflecting prudence in religious practice. However, in practice, its effectiveness remains suboptimal due to limited socialization, differences in understanding, and variations in community compliance, thus requiring improved policy communication and public education.