Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TINGKAT PEMAHAMAN MALPRAKTIK PADA MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Vinni Fioleta Angi; Nila Nirmalasari; Ahmad Husairi; Iwan Aflanie; Roselina Panghiyangani
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.10012

Abstract

Kasus malpraktik kini sudah menjadi salah satu masalah paling utama yang berkaitan dengan hukum kesehatan dan pelayanan kesehatan. Meskipun saat ini undang-undang kesehatan dan praktik kedokteran sudah memperkuat status hukum bagi pasien dan menyetarakan hubungan hukum antara pasien dan dokter namun peningkatan kasus-kasus malpraktik tidak dapat dihindari. Pada tahun 2006 hingga 2012 sudah ada tercatat 183 kasus malpraktik medik yang di lakukan oleh dokter maupun perawat. Saat ini masyarakat sudah semakin sadar bahwa dokter dapat dituntut bila dicurigai melakukan tindakan yang melanggar etika atau hukum yang mana jika tuntutan yang berlebihan dan tidak diiringi dengan pemahaman yang cukup tentang sistem dan kondisi  dari pelayanan kesehatan maka akan terus terjadi ketidakpuasan akan pelayanan kesehatan dan mudah memberikan tuduhan malpraktik medik.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional, yaitu dengan mengambil data pada mahasiswa fakultas hukum menggunakan kuisioner untuk mendeskripsikan tingkat pemahaman mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat mengenai malpraktik medik dan untuk mengetahui tingkat pemahaman malpraktik medik pada mahasiswa Fakultas Hukum. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman malpraktik medik mahasiswa fakultas hukum Universitas Lambung Mangkurat sebanyak 4 orang (5,5) tinggi, sebanyak 84 orang (92%) sedang dan sebanyak 3 orang(3,3%)rendah. 
Sosialisasi manfaat daun Mundar (Garcinia forbesii King) meningkatkan daya tahan tubuh dan melindungi kesehatan ginjal pada kelompok tani wanita di Desa Biih, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar Azma Rosida; Mohammad Rudiansyah; Fujiati Fujiati; Nia Kania; Nila Nirmalasari; Wivina Riza Devi; Rain Sastiani Hutasoit; Cecilia Octa Wijaya; Felicia Cindy Tjoa Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34650

Abstract

AbstrakPemanfaatan tanaman obat tradisional merupakan praktik budaya yang penting untuk kesehatan mandiri masyarakat. Mundar (Garcinia forbesii King) sebagai tanaman asli Kalimantan, memiliki potensi farmakologis, namun bagian daunnya selama ini kurang dimanfaatkan. Kandungan fitokimia seperti alkaloid, flavonoid, dan fenol pada daun Mundar telah diidentifikasi memiliki manfaat kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyebarluaskan pengetahuan ilmiah mengenai manfaat daun Mundar sebagai imunomodulator dan nefroprotektor kepada Kelompok Tani Wanita di Desa Biih, Kabupaten Banjar. Sosialisasi diberikan kepada 39 peserta dari kelompok tersebut menggunakan media informasi berupa poster. Peserta diberikan kuesioner untuk mengukur efektivitas kegiatan, dilakukan survei tingkat pengetahuan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) sosialisasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dari distribusi pengetahuan awal yang “sedang“(38,5%) ke peningkatan pengetahuan yang “tinggi” (94,9% peserta). Kegiatan ini secara efektif berhasil meningkatkan literasi kesehatan berbasis kearifan lokal Kata kunci: Garcinia forbesii King; Mundar; imunomodulator; nefroprotektor; pengabdian AbstractTraditional medicinal plants is an important cultural practice for community self-care in the region. Mundar (Garcinia forbesii King), a plant native to Kalimantan, has pharmacological potential, although its leaves have been underutilized. Phytochemical compounds in Mundar leaves, such as alkaloids, flavonoids, and phenols, have been identified to have health benefits. This community service activity aimed to disseminate scientific knowledge about the benefits of Mundar leaves as an immunomodulator and nephroprotector to the Women Farmers Group in Biih Village, Banjar Regency. Outreach was delivered to 39 participants using posters. Participants were given questionnaires to measure the effectiveness of the activity, with a knowledge survey conducted before (pre-test) and after (post-test) the outreach program. The results showed a significant increase in knowledge, from an initial “moderate” knowledge distribution (38.5%) to a “high” level of knowledge (94.9% of the participants). This activity effectively improved health literacy based on local wisdom. Keywords: Garcinia forbesii King; Mundar; imunomodulator; nefroprotector; devotion