Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik dengan Fungsi Kognitif pada Lansia di Panti Sosial Tresna Wredha Kalimantan Selatan Sesar, Dede Marizal; Fakhrurrazy, Fakhrurrazy; Panghiyangani, Roselina
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19, No 1: January 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.190125

Abstract

Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada golongan lanjut usia adalah gangguan fungsi kognitif. Penurunan tingkat aktivitas fisik diduga menjadi faktor menurunnya fungsi kognitif pada lansia. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik, dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Wredha Budi Sejahtera Kalimantan Selatan. Sampel penelitian sebanyak 39 responden dengan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi adalah usia 60 tahun, laki-laki, bersedia menjadi responden. Lansia yang mengalami gangguan neuropsikiatrik, gangguan pendengaran dan pengelihatan tidak diikutkan sebagai responden. Tingkat aktivitas fisik dinilai menggunakan kuesioner General Practicioner Physical Activity Questionaire (GPPAQ), sedangkan untuk mengetahui nilai fungsi kognitif menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE). Analisis data menggunakan uji Fischer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72% tingkat aktivitas fisik aktif dan 28% pasif. Sebesar 59% fungsi kognitif buruk dan 41% fungsi kognitif baik. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna p 0,05. Disimpulkan bahwa sebagian besar lansia laki-laki memiliki tingkat aktivitas fisik tergolong aktif (72%), namun 59% memiliki fungsi kognitif tergolong buruk. Secara statistik terbukti bahwa tingkat aktivitas fisik tidak berhubungan dengan fungsi kognitif.
Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik dengan Fungsi Kognitif pada Lansia di Panti Sosial Tresna Wredha Kalimantan Selatan Dede Marizal Sesar; Fakhrurrazy Fakhrurrazy; Roselina Panghiyangani
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.190125

Abstract

Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada golongan lanjut usia adalah gangguan fungsi kognitif. Penurunan tingkat aktivitas fisik diduga menjadi faktor menurunnya fungsi kognitif pada lansia. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik, dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Wredha Budi Sejahtera Kalimantan Selatan. Sampel penelitian sebanyak 39 responden dengan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi adalah usia 60 tahun, laki-laki, bersedia menjadi responden. Lansia yang mengalami gangguan neuropsikiatrik, gangguan pendengaran dan pengelihatan tidak diikutkan sebagai responden. Tingkat aktivitas fisik dinilai menggunakan kuesioner General Practicioner Physical Activity Questionaire (GPPAQ), sedangkan untuk mengetahui nilai fungsi kognitif menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE). Analisis data menggunakan uji Fischer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72% tingkat aktivitas fisik aktif dan 28% pasif. Sebesar 59% fungsi kognitif buruk dan 41% fungsi kognitif baik. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna p0,05. Disimpulkan bahwa sebagian besar lansia laki-laki memiliki tingkat aktivitas fisik tergolong aktif (72%), namun 59% memiliki fungsi kognitif tergolong buruk. Secara statistik terbukti bahwa tingkat aktivitas fisik tidak berhubungan dengan fungsi kognitif.
Differences in Age and Body Mass Index of Women with Polycystic Ovary Syndrome Attending in Vitro Fertilization (IVF) Program Roselina Panghiyangani; Husnul Khatimah; Dwi Anita Suryandari; Budi Wiweko; Mala Kurniati
Berkala Kedokteran Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.991 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v15i1.6088

Abstract

Abstract: Nutritional status in this case BMI in women is very important in relation to infertility problems in women of reproductive age. Polycystic ovary syndrome (PCOS), is a reproductive problem with hormonal disorders. Infertility Female with PCOS is associated with anovulation, high LH and hyperandrogenism. The purpose of this study was to analyze differences in age and body mass index (BMI) of PCOS women undergoing in vitro fertilization (IVF). This was an observational analytic study. The subjects of the study were women aged 30-40 years who undergoing IVF-assisted fertilization program at Yasmin Clinic - RSCM Kencana who was diagnosed as PCOS. As a comparison are women 30-40 years who have infertility problems but not PCOS  who underwent IVF-assisted fertilization program. Women diagnosed with PCOS based on the Rotterdam 2003 consensus definition, and reinforced with ultrasound examinations that show polycystic ovary symptoms. Diagnosis is performed by a specialist in Obstetrics and Gynecology. Age data is taken from medical record and IMT data is calculated based on formula body weight/height2. Data analysis was done by unpaired t test. Mean age of study subjects: 32.21 ± 0.99 years female PCOS and 32.80 ± 0.516 years of non-PCOS group of women, unpaired t-test results were not significantly different (p> 0.05). Mass Index PCOS group 24.425 ± 0.585 Kg/m2 and 22.840 ± 0.494 Kg/m2 non-PCOS group, unpaired t-test results were significantly different (p <0.05). Conclusion of this research was in the PCOS women group had significantly higher BMI rates than the group non PCOS woman.
Aktivitas Larvisida Minyak Atsiri Rimpang Kunyit Putih (Curcuma zedoaria) terhadap Larva Aedes aegypti Roselina Panghiyangani; Isnaini; Dodo T. Suarnella
Majalah Kedokteran UKI Vol. 27 No. 3 (2010): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mkvol34iss2pp60

Abstract

Abstrak Rimpang kunyit putih (Curcuma zedoaria) mempunyai zat aktif berupa minyak atsiri yang selama ini diduga berpotensi sebagai larvisida. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui daya bunuh minyak atsiri rimpang kunyit putih terhadap larva Ae. aegypti instar IV. Variasi konsentrasi yang digunakan adalah 15,2 ppm, 30,3 ppm, 60,5 ppm, 121 ppm, 242 ppm serta kontrol positif (temefos 1%) dan kontrol negatif (CMC Na 1%) dengan empat kali replikasi untuk tiap perlakuan. Minyak atsiri didapatkan melalui metode destilasi uap. Hasil pengamatan selama 24 jam untuk menguji aktivitas minyak atsiri sebagai larvisida diuji dengan Anava, diperoleh nilai p = 0,000, artinya terdapat perbedaan jumlah kematian larva yang bermakna pada dua kelompok. Analisis Post-Hoc (LSD) menunjukkan ada perbedaan jumlah kematian larva antara perlakuan pada kelompok kontrol positif dengan semua perlakuan pada berbagai tingkat konsentrasi minyak atsiri rimpang kunyit putih (p<0,05). Demikian juga perlakuan pada kelompok kontrol negatif, terdapat perbedaan bermakna dengan semua perlakuan pada berbagai tingkat konsentrasi minyak atsiri rimpang kunyit putih (p<0,05). Hasil uji analisis probit menunjukkan bahwa pada konsentrasi 54,5 ppm mengakibatkan kematian 50% populasi larva uji. Kesimpulannya bahwa minyak atsiri rimpang kunyit putih berpotensi sebagi larvisida nyamuk Ae. aegypti. Kata kunci: minyak atsiri rimpang kunyit putih, larva Ae. aegypti Abstract White turmeric (Curcuma zedoaria) has an active substance in the form of volatile oils that have been alleged potential as larvacide. This was an experimental study aimed to determine the white turmeric rhizome volatile oils’ activity against the in star 4 larvae Aedes aegypti. The concentrations used were 15.2 ppm, 30.3 ppm, 60.5 ppm, 121 ppm, 242 ppm. Furthermore, a positive control (temefos 1%) and negative control (CMC Na 1%) with 4 times replication for each treatment were applied. White turmeric volatile oil was obtained by steam distillation method. The observation for 24 hours to test the volatile oils’ activity as larvicide were tested with Anava. The p value = 0.000 was obtained, which means at least there was difference of larvae mortality in the two groups. The results post-hoc analysis (LSD) showed that there were differences in the number of dead larvae between the treatments in the positive control group to all various levels treatment of white turmeric rhizome volatile oil concentration (p<0.05). Then, the treatment of negative control group showed significant differences in all various levels treatment of white turmeric rhizome essential oil concentration (p<0.05). Probit analysis of the test results showed that white turmeric rhizome volatile oil at the concentration of 54.5 ppm could result in the death of 50% population of test larvae. It could be concluded that the white turmeric volatile oil could be used as potential larvicide to eradicate Ae. aegypti mosquito. Hence, to destroy the dengue hemorrhagic fever disease vector. Keywords: white turmeric rhizome essential oil, Ae. aegypti larvae
Potential of turmeric rhizome essential oils against Aedes aegypti larvae Roselina Panghiyangani; Leni Marlinae; Isnaini Isnaini; Fauzi Rahman
Universa Medicina Vol. 31 No. 1 (2012)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2012.v31.20-26

Abstract

BACKGROUNDDengue hemorrhagic fever (DHF) has long been a serious health problem in Indonesia, including Kalimantan (Borneo), as is evident from the increased case fatality rate in Banjarbaru city. Synthetic chemical insecticides have frequently been used to eradicate mosquitoes, but are toxic to the body and resistance of adult and larvae mosquito Aedes aegypti has been reported. The present study aims to assess the effect of essential oils of turmeric rhizomes (Curcuma domestica Val) against Aedes aegypti larvaeMethodsThis was an experimental study of post test one group design, performed in two phases, using Aedes aegypti larvae as test organisms. In the first phase, laboratory-reared larvae were used for calculation of the LC50 and LC90, while in the second phase the test organisms were larvae taken from 75 buildings that had been designated based on a preliminary survey in four sub-districts in Banjarbaru city with a high incidence of dengue cases. Probit analysis of was used to calculate LC50 and LC90, and the Kruskal-Wallis test to determine the larvicidal potency of turmeric rhizome essential oils. ResultsThis study demonstrates that turmeric rhizome essential oils effectively killed laboratory-reared Aedes aegypti larvae at an LC50 of 9.239 ppm and an LC90 of 13.565 ppm. The effectiveness of the essential oils of turmeric rhizomes (Curcuma domestica Val.) for killing Aedes aegypti larvae in residential areas was 68%.ConclusionTurmeric (Curcuma domestica Val.) rhizome essential oils can kill Aedes aegypti larvae, are environment friendly and can be used for the control of mosquitoes.
HUBUNGAN KEPATUHAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI Atni Primanadini; Ari Yunanto; Roselina Panghiyangani
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.091 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v2i1.4841

Abstract

Untuk mendukung petugas kesehatan yang menjaga mutu dan pelayanan yang berkualitas khususnya pelayanan di laboratorium guna mempermudah petugas laboratorium tentang pemahaman dan cara pemeriksaan yang meliputi pemeriksaan-pemeriksaan sederhana sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Rumah Sakit saat ini, maka dari itu petugas laboratorium memerlukan suatu pedoman atau petunjuk pemeriksaan laboratorium, sehingga perlu diketahui keterkaitan hubungan kepatuhan Standar Prosedur Operasional (SPO) dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Kepatuhan SPO ini dilihat dari faktor individu dan faktor organisasi, sedangkan untuk penggunaan APD dilihat dari pengetahuan, sikap dan sarana prasarana menjelaskan hubungan kepatuhan pada SPO dengan penggunaan APD jenis penelitian ini adalah penelitian observational yang bersifat deskriptif dengan metode studi potong lintang. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitaif digunakan bertujuan untuk mengetahui korelasi antara variabel bebas yaitu kepatuhan terhadap SPO dengan variabel terikat yaitu perilaku penggunaan APD di laboratorium patologi klinik. Uji chi square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara faktor individu dengan penggunaan APD (p<0,05), faktor organisasi dengan penggunaan APD (p<0,05) dan kepatuhan dengan penggunaan APD (p<0,05) sedangkan untuk faktor individu yang tidak berpengaruh terhadap penggunaan APD ialah jenis kelamin (p>0,05). Adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan SPO (faktor individu dan faktor organisasi) dengan penggunaan APD.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA SISWA SLB DARMA PRAJA BANJARMASIN TENTANG GEJALA DAN PENULARAN INFEKSI CACING KREMI (ENTEROBIUS VERMICULARIS) Lisda Hayati; Roselina Panghiyangani; Lena Rosida
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 3, No 2 (2017): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.651 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v3i2.5074

Abstract

Enterobiasis adalah infeksi usus pada manusia yang disebabkan oleh parasit cacing Enterobius vermicularis. Cacing kremi (Enterobius vermicularis) adalah salah satu jenis parasit cacing usus yang juga masih tinggi infeksinya di Indonesia. Kondisi sanitasi lingkungan, kebersihan pribadi yang buruk dan kesadaran akan kebersihan yang masih rendah merupakan faktor risiko enterobiasis. Prevalensi entrobiasis yang cukup tinggi pada anak berhubungan dengan higiene pribadi yang buruk. Hal ini dipengaruhi oleh pola asuhan ibu tentang kebersihan dan kesehatan yang merupakan salah satu cara merintangi enterobiasis. Siswa SLB secara umum memiliki keterbatasan dalam hal kemampuan menjaga kesehatan dan kebersihan pribadi hal ini dapat berakibat terhadap higiene pribadi yang buruk. Pada siswa SLB beberapa masalah yang terjadi adalah kelemahan atau ketidakmampuan pada anak usia sebelum 18 tahun yang disertai keterbatasan dalam kemampuan kemandirian misalnya dalam hal, mengurus diri (oral hygiene, mandi, berpakaian), dan kemandirian dalam hal toileting. Penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan orangtua siswa SLB Darma Praja Banjarmasin tentang gejala dan penularan infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis) sehingga lebih lanjut dapat diupayakan suatu kegiatan atau intervensi terhadap pola asuh siswa SLB Darma Praja Banjarmasin. Subjek penelitian adalah 41orang tua siswa SLB Dharma Praja Banjarmasin diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian adalah lembar kuesioner dan, buku register siswa SLB. Hasil penelitian menmperlihatkan bahwa tingkat pengetahuan orang tua yang baik sebesar 9,76%, pengetahuan sedang sebesar 90,24% dan tidak ada yang memiliki pengetahuan buruk.
EFEKTIVITAS METODE PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN TENTANG PENCEGAHAN KEPUTIHAN PATALOGIS Roselina Panghiyangani; Syamsul Arifin; Rudi Fakhriadi; Syarifah Kholishotunnisa; Annisa Annisa; Siti Nurhayani; Noor Samirah Herviana
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.422 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v4i1.5655

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan hampir seluruh wanita dan remaja putri pernah mengalami keputihan 60% pada remaja putri dan 40% pada wanita usia subur (WUS). Berdasarkan prevalensi kanker serviks di Indonesia sebesar 0,8%, prediksi tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan  yaitu Kabupaten Banjar sebanyak 286 orang, yang dihitung dari jumlah wanita subur usia 15-39 tahun sebanyak 115.297 orang, usia 15-49 tahun sebanyak 154,136. UPT. Martapura 1 didapatkan 123  wanita yang dilakukan deteksi dini kanker leher rahim. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang pencegahan keputihan patologis pada santriwati Darul Hijrah Putri Banjarbaru. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental, dengan jumlah sampel 65 responden. Instrumen penelitian dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Hasil analisis data dengan regresi logistic. Responden kontrol menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan p-value (0,176). Berbeda dengan hasil analisis dari responden perlakukan yang menunjukkan terdapat hubungan antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan p value (0,000). Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan pengetahuan pada responden control dan terdapat hubungan pada responden perlakukan dengan peningkatan pengetahuan, sikap dan tindakan tentang pencegahan keputihan patalogis.
HUBUNGAN KADAR SERUM AMH DENGAN JUMLAH MUTASI PADA GEN PROMOTER AMH (ANTI-MULLERIAN HORMONE) PADA PASIEN SOPK (SINDROM OVARIUM POLIKISTIK) Mala Kurniati; Dwi Anita Suryandari; Budi Wiweko; Pudji Sari; Luluk Yunaini; Roselina Panghiyangani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i1.6482

Abstract

Anti-Mullerian Hormone (AMH) adalah anggota dari kelompok Transforming Growth Factor-β yang berperan penting dalam regulasi folikulogenesis reproduksi wanita. Peningkatan kadar AMH 2-3 kali lipat ditemukan pada pasien SOPK (Sindrom Ovarium Polikistik) dibandingkan dengan wanita dengan ovulasi normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar serum AMH dengan jumlah mutasi pada gen promoter AMH (Anti-Mullerian Hormone) pada pasien SOPK (Sindrom Ovarium Polikistik). Besar sampel adalah 114 pasien yang terdiri dari 60 pasien SOPK dan 54 pasien bukan SOPK sebagai kontrol. Kadar AMH didapatkan dari rekam medis pasien di Klinik Yasmin IVF RSCM Kencana Hospital, Jakarta. Analisis molekuler dan genotipe dilakukan dengan PCR dan sekuensing dilanjutkan dengan analisis bioinformatika. Terdapat 60 mutasi titik pada varian promotor gen AMH. Jenis mutasi varian tertinggi yang ditemukan adalah -674 G/A (100%), diikuti oleh -245 C/CT (88,2%), dan -444 A/G (17,9%) di seluruh sampel. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Rank test, jumlah mutasi pada kelompok SOPK berpengaruh nyata terhadap AMH serum (p<0,05). Pada kelompok kontrol, jumlah mutasi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar AMH (p>0,05). Jumlah mutasi pada promotor gen mempengaruhi kadar serum AMH pada PCOS.
Upaya Pencegahan Covid-19 Melalui Pembagian Masker Serta Minuman Bergizi Kepada Masyarakat Banjarbaru dan Martapura Lena Rosida; Triawanti Triawanti; Asnawati Asnawati; Didik Dwi Sanyoto; Roselina Panghiyangani; Lisda Hayatie
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.144 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.749

Abstract

COVID-19 cases in Indonesia are increasing as of April 10, reaching 3512 people who have been declared infected with COVID-19, with a death toll of 306 people (8.71%). One of the prevention efforts is to use mask and hand sanitizer and increase immunity status through consumption of nutritious food and drinks. Prevention efforts will work well if we invite the public to participate actively, one of which is the Khosya Berbagi community in Banjarbaru.This activity aims to distribute masks, hand sanitizers and nutritious drinks to the people of Banjarbaru and Martapura, especially those who are vulnerable and have a high risk of being infected with COVID-19. The methods used include identifying people who are prone to infection and have a high risk of infection, making mask, COVID-19 prevention stickers, packaging mask and nutritious drinks, namely honey and milk, followed by distributing gifts to the community. This activity has succeeded in distributing 500 packages consisting of cloth mask, nutritious drinks and hand sanitizer to small traders, pedicab drivers, motorcycle taxi drivers, and road cleaners in Banjarbaru and Martapura. This parcel is also equipped with stickers on efforts to prevent COVID-19. It is hoped that this activity can help people protect themselves from COVID-19.
Co-Authors . Mashuri Achyar Nawi Husein Ahmad Husairi Aisy Samara Istiqomah Ajeng Dwi Novitasari Annisa Annisa Ari Yunanto Arifin Syamsul Asmah Aulia Asnawati Asnawati Atni Primanadini Baehaqi Budi Wiweko Dede Marizal Sesar Dewi Indah Noviana Pratiwi Diah Ayu Wikan Nastiti Diah Mutia Rahmawati Didik Dwi Sanyoto Dodo T. Suarnella Dona Marisa, Dona Dwi Anita Suryandari Edi Hartoyo Eka Yudha Rahman Eka Yudha Rahman Eka Yudha Rahman Ellen Jovita Tjitradi Fakhrurrazy Fakhrurrazy Fauzi Rahman Ferry Armanza Harapan Parlindungan Ringoringo Harapan Parlindungan Ringoringo Hasrul Nazar Hendra Sutapa Husaini Husaini Intan Nur ‘Ain Intan Zorena Rezky Isnaini Isnaini Iwan Aflanie Juliyatin Putri Utami Khatimah, Husnul Kurniati, Mala Lena Rosida Lena Rosida Lena Rosida Leni Marlinae Lisda Hayati Lisda Hayatie, Lisda Luluk Yunaini Mala Kurniati Meitria Syahadatina Noor Muhammad Akbar Baitullah Muhammad Syauqi Abid Muslim Nia Kania Nia Kania Nika Sterina Skripsiana Nila Nirmalasari Noor Ahda Noor Samirah Herviana Novi Dwi Maulida Novia Belinda Rahman Nurfadilah Nurfadilah Pudji Andayani Pudji Sari Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmimi Azmi Rosihan Adhani, Rosihan Rudi Fakhriadi Rusida, Esty Restiana Rusmiyati Rusmiyati Sarah Nur Azizah Sesar, Dede Marizal Sherly Limantara Sherly Limantara Siti Hafizhah Fatimah Siti Nurhayani Syarifah Kholishotunnisa Talia Zulfa Najmia Tasya Radhia Salsabila Triawanti Triawanti Utami, Juliyatin Putri Vinni Fioleta Angi Winda Wati Wiwit Agung Sri Nur Cahyawati