Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SOSIALISASI BLENDED LEARNING UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN DALAM MASA PANDEMI DI SMPN 3 SADANIANG KALBAR Kristina Kristina; Ricky Imanuel Ndaumanu; Daniel Nugraha; Dewi Santika
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11232

Abstract

Abstrak: Kegiatan sosialisasi blended learning untuk mendukung pembelajaran dalam masa pandemi di SMPN 3 Sadaniang telah selesai dilaksanakan pada tanggal 11 April 2022. Dalam kegiatan tersebut, tim menyampaikan materi tentang blended learning kepada para peseta. Pandemi virus corona telah berlangsung selama lebih dari 2 tahun dan memaksa dunia pendidian harus beradaptasi dan berinovasi dalam suatu metode pembelajaran sehingga pendidikan dapat mencapai tujuan pembelajaran sekolah tersebut. Tujuan dunia pendidikan adalah mencerdaskan manusia dari masa ke masa sehinga dapat bertahan dan terus berkembang sepanjang masa. Salah satu hasil adaptasi dunia pendidikan dalam masa pandemi adalah blended learning. Model pembelajaran yang mengkombinasikan strategi penyampaian pembelajaran yang menggunakan kegiatan tatap muka dengan membelajaran berbasis komputer (online). Dari pelatihan yan sudah dilaksanakan, peserta mendapatkan peningkatan pengetahuan mengenai blened learning dilihat dari pretest sebesar 51% dan posttest sebesar 73%.Abstract: Blended learning socialization activities to support learning during a pandemic at Sadaniang Middle School 3 were completed on April 11 2022. In this activity, the team delivered material on blended learning to the participants. The corona virus pandemic has been going on for more than 2 years and has forced the world of education to adapt and innovate in a learning method so that education can achieve the school's learning objectives. The aim of the world of education is to educate people from time to time so that they can survive and continue to develop over time. One of the results of the adaptation of the world of education during the pandemic is blended learning. A learning model that combines learning delivery strategies that use face-to-face activities with computer-based (online) learning. From the training that has been carried out, participants get an increase in knowledge about blended learning seen from the pretest by 51% and the posttest by 73%.
Selling Orientation – Customer Orientation (S.O.C.O): Hubungan Penerapannya Dalam Meningkatkan Kinerja Pemasaran Usaha Ritel Modern di Kota Pontianak Dewi Santika
Jurnal Madani: Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Humaniora Vol 6 No 1: Maret 2023
Publisher : Lembaga Kajian Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat (LKD-PM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33753/madani.v6i1.226

Abstract

The aim of this research for build a framework conceptual about connection from implementation of Selling Orientation and Customer Orientation (SOCO) strategies as modern retail in Pontianak City for increase marketing performance. Population in this research is modern retail outlets in Pontianak City, totaling 227 outlets. Determination technique amount sample using multivariate technique with minimum sample 50 respondents and maximum sample 80 respondents. Data collection with interview and dissemination questionnaire. The results show that selling orientation has an effect negative and significant to enhancement marketing performance, meaning if modern retail run a selling orientation strategy as well won’t automatically increase marketing performance of their business. Compare backwards with customer orientation based on multiple linear regression test and t test shows influence positive and significant in effort increase marketing performance for modern retail in Pontianak City. Conclusion show that the more good implementation of customer orientation strategy could increase marketing performance effort modern retail in Pontianak City. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah kerangka konseptual mengenai hubungan dari penerapan strategi Selling Orientation dan Customer Orientation (S.O.C.O) sebagai upaya pelaku usaha ritel di Kota Pontianak untuk meningkatkan kinerja penjualnya. Populasi dalam penelitian ini adalah pelaku usaha ritel modern di Kota Pontianak yang berjumlah 227 gerai. Teknik penentuan jumlah sampel menggunakan Teknik multivariate dengan jumlah sampel minimum 50 responden dan jumlah sampel maksimum 80 responden. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan penyebaran kuesioner. Hasil uji regresi linier berganda dan uji t menunjukkan bahwa selling orientation berpengaruh negatif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja pemasaran, artinya jika pelaku usaha ritel modern menjalankan strategi selling orientation tidak serta merta dapat meningkatkan kinerja pemasaran usahanya. Berbanding terbalik dengan customer orientation yang justru menunjukkan pengaruh positif dan signifikan dalam upaya meingkatkan kinerja pemasaran usaha ritel modern di Kota Pontianak. Simpulan penelitian menyatakan semakin baik penerapan strategi customer orientation maka dapat meningkatkan kinerja pemasaran usaha ritel modern di Kota Pontianak. Kata Kunci: Selling Orientation, Customer Orientation, Kinerja Pemasaran
Pengaruh Kinerja Pelayanan Karyawan terhadap Minat Beli melalui Nilai Bagi Pelanggan Dewi Santika; Lie Heng
Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis Vol. 5, No. 4 (December 2023)
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/infeb.v5i4.682

Abstract

Kehadiran bisnis ritel modern dalam format mini market menjadi pilihan baagi masyarakat untuk melakukan aktivitas belanja sekaligus menjadi pesaing bagi bisnis ritel tradisional. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi persaingan diantara bisnis ritel baik modern maupun tradisional adalah dari segi permodalan, kegiatan promosi, pelayanan gerai, ancaman pesaing baru, kekuatan tawar menawar baik pemasok maupun pembeli serta rivalitas diantara sesama pelaku bisnis ritel. Pentingnya kinerja pelayanan dalam bisnis ritel diasumsikan dapat menjadi daya tarik minat beli pelanggan, namun yang masih menjadi topik perdebatan adalah persepsi yang berbeda dapat muncul dari sisi pelanggan dan karyawan gerai, bahkan dari pelanggan yang sama. Munculnya perbedaan persepsi mengenai kinerja pelayanan tentunya akan memicu terjadinya perbedaan persepsi nilai pada masing-masing pelanggan. Jika pelanggan mempersepsikan bahwa nilai yang mereka rasakan selama berbelanja memuaskan maka dapat memicu terjadinya minat beli di masa yang akan datang. Metode penelitian yang digunakan adalah kausalitas dengan tujuan meneliti hubungan antara kinerja pelayanan terhadap minat beli melalui mediasi nilai pelanggan. Populasi merupakan masyarakat kota Pontianak yang berbelanja di gerai minimarket dan sampel ditentukan menggunakan metode accidental sampling. Dari hasil tabulasi, uji validitas, dan uji reliabilitas ditentukan jumlah sampel yang lolos sebanyak 172 responden dimana selanjutnya diolah menggunakan AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kinerja pelayanan tidak berpengaruh terhadap minat beli, akan tetapi berpengaruh terhadap nilai pelanggan, sedangkan nilai pelanggan berpengaruh terhadap minat beli. Sehingga dapat dikatakan kinerja pelayanan yang diberikan karyawan gerai minimarket harus memiliki nilai yang berarti bagi pelanggan jika ingin meningkatkan minat beli pelanggan di masa yang akan datang. Pelaku bisnis minimarket harus berupaya menciptakan nilai bagi pelanggan seperti memperhatikan kualitas produk, kesesuian harga, dan memberikan perhatian yang tulus dalam melayani pelanggan.
MENINGKATKAN KREATIVITAS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI DI MASA PANDEMI Nova Arestia; Dewi Santika; Chici Askotamiya
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4: September 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i4.2770

Abstract

Kreativitas anak-anak dapat dikembangkan sedini mungkin. Melalui kreativitas, anak-anak dapat menjalani kehidupan sehari-hari lebih berwarna dan tidak mengalami kejenuhan juga. Dengan menggunakan metode bermain sambil belajar dan barang yang ada di sekitar, kegiatan dilaksanakan bersama dengan anak-anak Panti Asuhan Bunda Pengharapan. Setelah selesai terlaksana, diharapkan anak-anak dapat merasakan manfaat dari kegiatan dan terhibur dengan kedatangan Tim.
Impact Of Networking Capability On Marketing Performance: The Mediating Role Of Customer Orientation In MSMES Joice Jeremy; Lie Heng; Dewi Santika
Jurnal Ekuilnomi Vol. 7 No. 2 (2025): Ekuilnomi Vol 7(2), Mei 2025
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/mk2crp35

Abstract

Developments in technology and information have changed the way companies interact with their customers and business partners. These advances allow companies to build wider and more efficient networks, and collect richer data about customer needs and preferences. This study was conducted to determine the relationship of networking capabilities to marketing performance through customer orientation as mediation. Quantitative research and primary data were obtained from distributing questionnaires. The data processed amounted to 111 respondents from MSMEs in Pontianak City. The sampling technique used purposive sampling which was then processed with the help of SPSS AMOS version 26. The results of this study found a significant mediating role of customer orientation in enhancing the impact of the influence of network capabilities on marketing performance. Networking capabilities and customer orientation are two key factors that can affect the marketing performance of an organization. Both play an important role in building and maintaining strong relationships with customers and in responding effectively to market changes