Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Paradigma Hakim Pengadilan Agama di Sumatera Utara Terhadap Kewarisan Anak Zina Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 Wilda Lestari; Syafruddin Syam; Akmaluddin Syaputra
Jurnal Interpretasi Hukum Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Interpretasi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55637/juinhum.4.2.7346.191-199

Abstract

Fokus penelitian adalah bagaimana kedudukan anak zina dalam kewarisan sebelum dan sesudah Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010, dan paradigma hakim Pengadilan Agama di Sumatera Utara terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010. Model penelitian (mode of inquiry) penelitian ini adalah kualitatif. Pada akhirnya penelitian ini menunjukkan bahwa paradigma hakim Pengadilan Agama di Sumatera Utara terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010, jika dimaknai dari sudut perlindungan anak bagi golongan anak sebagai putusan yang progresif sesuai dengan tuntutan rasa keadilan setiap anak, untuk mendapatkan pemenuhan hak keperdataannya jika orang tuanya tidak melakukan pengakuan atau pengesahan terhadapnya. Sedangkan jika dimaknai dari sudut hukum waris, maka Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 dimaksudkan terhadap anak yang dilahirkan dari orang tuanya telah dilangsungkan perkawinan menurut hukum agama dan kepercayaannya, bukan anak yang dilahirkan dari orang tuanya yang belum/tidak pernah terikat perkawinan sama sekali. Sehingga kepada anak zina yang sama sekali tidak memiliki hubungan pernikahan diantara kedua orang tuanya, dan menjadikan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 sebagai dasar agar anak zina tersebut mendapat waris dari ayah biologisnya tidak begitu serta dapat diterima, karena di dalam hukum Islam telah diatur dengan tegas tentang status dan hak dari seorang anak hasil zina, sehingga dengan memberlakukan kewarisan kepada anak zina akan menimbulkan penolakan umat Islam di Indonesia.
IMPLIKASI DINAMIKA REFORMASI 98 PADA NOVEL LAUT BERCERITA DALAM KONTEKS DEKONTRUKSI Dea Saputri; Atika Sania Samni Nst; Wanti br Hombing; Siti Fadillah Hasibuan; Lawri Aulia Hasibuan; Wilda Lestari; Mela Ambarita; Rosmawaty Harahap
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 6 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i6.399

Abstract

Bertutur tentang kisah keluarga yang kehilangan, sekumpulan sahabat yang merasakan kekosongan di dada, sekelompok orang yang gemar menyiksa dan lancar berkhianat, sejumlah keluarga yang mencari kejelasan makam anaknya, dan tentang cinta yang tak akan luntur. Pada masa orde baru di pemerintahan soeharto ada sekelompok aktivis yang ingin mengungkap kebenaran para penjahat yang menyiksa dan selalu mencari orang yang berhubungan dengan sastra. Peristiwa penangkapan aktivis masih saja menggelayuti Yogyakarta, membawa-bawa fotokopi buku karya pramoedya ananta toer sama saja dengan menentang bom: kami akan dianggap berbahaya dan pengkhianat bangsa. Banyaknya larangan yang membuat mahasiswa winatra harus diam-diam untuk mencetak dan memakai buku pramoedya ananta toer. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk mengetahui gambaran atau keadaan suatu hal dengan cara mendeskripsikannya sedetail mungkin berdasarkan fakta yang ada.
The Invisible Toolbelt: Exploring the Variety of Language Devices in Effective Teacher’s Talk in Classroom Hafirah Patang; Reski Yusrini Islamiah Yunus; Wilda Lestari; Ridha Fadillah Rusdin
Indonesian TESOL Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian TESOL Journal (March)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/itj.v6i2.9560

Abstract

Teacher’s talk serves as more than a mere medium for instruction. It is a sophisticated pedagogical instrument that dictates the quality of classroom interaction and knowledge construction. This article explores the invisible toolbelt of language devices, ranging from rhetorical strategies and metaphors to pragmatic markers and corrective feedback which is employed by the teachers to facilitate learning. By synthesizing theories of classroom discourse and sociolinguistics, the study examines how these devices function as scaffolding tools that bridge the gap between complex curricula and students comprehension. The analysis highlights that effective teachers do not just speak but strategically manipulate linguistic variables to manage classroom dynamics, stimulate critical thinking, and foster an inclusive rapport. The findings suggest that conscious mastery of these linguistics tools is a critical component of teacher professional development, as it directly impacts the efficacy of instructional delivery and students engagement.