Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STUDI MODERNISASI PERIKANAN DI AMASSANGAN POLEWALI MANDAR (1974-2013) Marwan
Jurnal Galeri Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Galeri Pendidikan Vol. 4 No. 1 Juni Tahun 2023
Publisher : Universitas Pejuang Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui awal masuknya modernisasi perikanan di Amassangan Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar dan peranannya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat nelayan. Serta berusaha mengetahui keadaan masyarakat nelayan dalam mengarungi kehidupan di era modern ini. Penelitian ini merupakan penelitian historis yang bertujuan menganalisis perkembangan berbagai teknik dan pola penangkapan ikan di Kelurahan Amassangan, yang ditinjau dari segi modernisasi dalam kurun waktu 1974 hingga 2013. Metode yang digunakan adalah metode sejarah dengan tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola penangkapan ikan awalnya bersifat tradisional dengan jumlah produksi terbatas pada kebutuhan rumah tangga. Seiring dengan perkembangan, pola hidup masyarakat nelayan mengalami peningkatan terutama dalam hal motorisasi perahu, dan modernisasi alat-alat penangkapan ikan. Perkembangan ini tidak terlepas dari partisipasi aktif dari masyarakat dan dukungan dari pemerintah setempat.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Metode Project-Based Learning (PjBL) untuk Kemampuan Berpikir Kritis Anak di Taman Kanak-Kanak Nur Alim Amri; Marwan; Bahartiar; Abdul Hakim
Student Journal of Early Childhood Education Vol 6 No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Early Childhood Education Department, Faculty of Education, State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjece.v6i1.4516

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan pengembangan model Project-Based Learning (PjBL) bagi anak usia 5–6 tahun di Taman Kanak-Kanak melalui pemetaan pemahaman guru, pengalaman implementasi, hambatan, dan kebutuhan pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif eksploratori melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada guru TK Kelompok B. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman guru tentang PjBL masih terbatas dan sering disamakan dengan kegiatan berbasis produk tanpa proses inkuiri, eksplorasi, kolaborasi, dan refleksi. Hambatan utama meliputi kurangnya pelatihan aplikatif, panduan praktis, serta kesiapan pedagogis. Oleh karena itu, pengembangan PjBL memerlukan pelatihan berbasis praktik, modul perencanaan, dan pendampingan intensif agar implementasi lebih efektif.
PENGUATAN KESADARAN BUDAYA SISWA MELALUI WORKSHOP BUDAYA LOKAL BERBASIS EDUKASI PARTISIPATIF Supardi Salam; Suhenrik P; Rizal Arizaldy Ramly; Marwan; Andi Tenri Ampa
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 02 (2026): MARET 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran budaya siswa melalui workshop budaya lokal berbasis edukasi partisipatif di UPTD SMAN 1 Nosu, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi yang berpotensi melemahkan keterikatan generasi muda terhadap identitas budayanya. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui tahapan persiapan, pelaksanaan workshop, diskusi kelompok, presentasi, refleksi, dan evaluasi. Peserta kegiatan adalah siswa SMAN 1 Nosu yang dilibatkan secara aktif dalam mengenali, mendiskusikan, dan memaknai unsur-unsur budaya lokal di lingkungan mereka. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa workshop mampu meningkatkan partisipasi, pemahaman, dan apresiasi siswa terhadap budaya lokal. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan, aktif dalam diskusi, serta mampu mengaitkan budaya lokal dengan identitas dan kehidupan sosial mereka. Refleksi siswa juga memperlihatkan tumbuhnya rasa bangga dan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya daerah. Dengan demikian, workshop budaya lokal berbasis edukasi partisipatif terbukti menjadi strategi yang efektif dalam mendukung penguatan karakter, identitas budaya, dan peran sekolah sebagai ruang pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dalam program sekolah.
Integrasi Kewirausahaan dalam Kurikulum Mahasiswa Sarjana Pendidikan Non-Ekonomi: Sebuah Systematic Literature Review Marwan; Eka Ariaty B; Romansyah Sahabuddin; Basri Bado
Economics and Digital Business Review Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Integrasi kewirausahaan dalam kurikulum mahasiswa pendidikan non-ekonomi semakin penting untuk meningkatkan employability lulusan dan menumbuhkan entrepreneurial mindset di era digital yang dinamis. Namun, penerapannya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kapasitas dosen, fragmentasi kurikulum, kesenjangan literasi digital, dan resistensi budaya akademik. Penelitian ini bertujuan menelaah praktik integrasi kewirausahaan dalam kurikulum kependidikan melalui Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA menggunakan basis data Scopus. Dari 17 artikel yang diidentifikasi, 4 studi relevan (2023–2025) dianalisis lebih lanjut, berasal dari konteks Tiongkok–Spanyol, Estonia, Belanda, dan Vietnam. Hasil menunjukkan variasi bentuk integrasi, seperti reformasi kurikulum dan kompetisi inovasi (Tiongkok–Spanyol), mata kuliah berbasis model kompetensi (Estonia), Design-Based Learning dan Challenge-Based Learning (Belanda), serta penerapan Generative AI dalam kewirausahaan digital (Vietnam). Faktor pendukung utama meliputi kebijakan nasional, dukungan institusi, kolaborasi universitas–industri, dan kesiapan ekosistem digital, sementara hambatan mencakup keterbatasan dosen dan kesenjangan literasi AI. Analisis mengungkap adanya research gap pada studi komparatif dan longitudinal lintas negara. Studi ini menyimpulkan perlunya penguatan kapasitas dosen, integrasi interdisipliner, serta kontekstualisasi kewirausahaan digital dalam pendidikan kependidikan.