Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERAWATAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI DI BPM DESITA, S.SiT KECAMATAN KOTA JUANG KABUPATEN BIREUEN Septiani, Minda; Jannah, Miftahul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i1.1469

Abstract

Perawatan tali pusat adalah perbuatan merawat atau memelihara tali pusat setelah tali pusat dipotong sampai sudah puput dan kering, apabila tali pusat tidak dirawat dengan baik maka akan memengaruhi waktu pelepasan dan juga menyebabkan infeksi pada tali pusat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan perawatan tali pusat di BPM Desita, S.SiT Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen Tahun 2021.Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Februari 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di bawah asuhan di BPM Desita, S.SiT Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen sebanyak 86 responden. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan cara total populasi yang diperoleh dengan  melakukan kunjungan rumah atau door to door.  Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan  uji chi-Square.Hasil uji statistik chi-square antara hubungan dukungan keluarga dengan perawatan tali pusat yang ditunjukkan dengan nilai (p value 0,000 < α 0,05) berarti ha diterima dan ho ditolak, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan perawatan tali pusat BPM Desita, S.SiT Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen Tahun 2021.Hasil uji statistik chi-square antara hubungan pengetahuan Ibu dengan perawatan tali pusat yang ditunjukkan dengan nilai (p value 0,039 < α 0,05) berarti ha diterima dan ho ditolak, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan perawatan tali pusat BPM Desita, S.SiT Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen Tahun 2021.Hasil uji statistik chi-square antara hubungan social budaya dengan perawatan tali pusat yang ditunjukkan dengan nilai (p value 0,017 < α 0,05) berarti ha diterima dan ho ditolak, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara sosial budaya dengan perawatan tali pusat BPM Desita, S.SiT Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen Tahun 2021.Diharapkan kepada ibu nifas agar merawat tali pusat bayi baru lahir dengan benar, dan bagi petugas kesehatan diharapkan mengadakan program komunikasi, informasi dan edukasi  atau penyuluhan yang berkala mengenai masalah kesehatan neonatus terutama perawatan tali pusat.  Kata Kunci    : Dukungan Keluarga, Pengetahuan, Sosial Budaya, Perawatan Tali                             Pusat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN CAKUPAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BATITA DI DESA SANGSO KECAMATAN SAMALANGA KABUPATEN BIREUEN Minda Septiani; Zhuhra Mita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1071

Abstract

ABSTRAK            Imunisasi adalah suatu tindakan memberikan kekebalan tubuh kepada seseorang dengan memasukkan vaksin agar kebal terhadap suatu penyakit.Vaksin merupakan bibit penyakit yang sudah dilemahkan. Penyakit yang dapat dicegah dengan jalan imunisasi contohnya difteri, tetanus, TBC, campak, dan polio. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan dukungan keluarga dengan cakupan pemberian imunisasi dasar di Desa Sangso Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen Tahun 2020.Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Agustus 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak usia 1-3 tahun yang ada di Desa Sangso Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen sebanyak 81 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan cara total populasi yang diperoleh dengan melakukan kunjungan rumah (door to door) sebanyak 81 orang. Teknik analisis data univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square.Hasil uji statistik chi-square antara hubungan pengetahuan Ibu dengan cakupan pemberian imunisasi dasar didapatkan nilai p (0,000) < α (0,05) berarti ha diterima dan ho ditolak, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan cakupan pemberian imunisasi dasar di Desa Sangso Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen Tahun 2020. Hasil uji statistik chi-square antara dukungan keluarga dengan cakupan pemberian imunisasi dasar didapatkan nilai p (0,074) > α (0,05) berarti ho diterima dan ha ditolak, dapat disimpulkan bahwa  tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan cakupan pemberian imunisasi dasar di Desa Sangso Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen Tahun 2020.Diharapkan kepada responden  untuk lebih aktif mencari informasi khususnya tentang imunisasi dasar.  Kata Kunci        : Pengetahuan, Dukungan Keluarga, Imunisasi Dasar
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Peudada Kabupaten Bireuen Minda Septiani; Maria Ulfa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v4i2.214

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan lebih dari 2/3 kematian  neonatus disebabkan oleh BBLR yaitu berat badan lahir kurang dari 2500 gram. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen pada tahun 2017  jumlah BBLR sebanyak 266 kasus dari 8.746 jumlah kelahiran bayi (3%). Kasus BBLR tertinggi di Kabupaten Bireuen adalah di Kecamatan Peudada yaitu sebanyak 30 kasus dari 568 jumlah kelahiran hidup (5,2%). Jenis penelitian adalah studi analitik dengan pendekatan case control. Populasi adalah seluruh ibu yang melahirkan bayi BBLR dan bukan BBLR di wilayah kerja Puskesmas Peudada. Sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan dari populasi yang berjumlah 30 kasus dan 30 kontrol. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-Square pada taraf kepercayaan 95% (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan variabel usia hamil berisiko berhubungan dengan kejadian BBLR dengan nilai p- value = 0,008 dan OR = 5,231. Variabel paritas berhubungan dengan kejadian BBLR dengan nilai p- value = 0,034 dan OR = 3,755. Variabel usia kehamilan berhubungan dengan kejadian BBLR dengan nilai p- value = 0,012 dan OR = 8,105. Variabel kekurangan energi kronik berhubungan dengan kejadian BBLR dengan nilai p- value = 0,007 dan OR = 5,714. Variabel kunjungan ANC berhubungan dengan kejadian BBLR dengan nilai p- value = 0,036 dan OR = 3,596. Disarankan Kepada tenaga kesehatan dan Puskesmas Peudada, untuk memberikan pelayanan, pendidikan, penyuluhan dan menggalakkan program untuk mengatasi masalah yang terkait dengan kejadian BBLR.
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pemberian Kolostrum Pada Bayi Di Bpm Nurhayati, S.Sit Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen Minda Septiani; Liza Ummami
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut WHO, pemberian ASI adalah  menyusui bayi sedini mungkin dalam 1 jam pertama setelah kelahiran, pemberian kolostrum dan pemberian ASI Eksklusif hingga 6 bulan pertama dan dilanjutkan hingga usia 2 tahun atau lebih. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pemberian kolostrum pada  bayi di BPM Nurhayati, S.SiT Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen Tahun 2020.Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik  dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Desember 2019 hingga Januari 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum yang melahirkan di BPM Nurhayati, S.SiT sebanyak 39  ibu nifas. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan cara total populasi yang diperoleh dengan melakukan kunjungan rumah (door to door) sebanyak 39 ibu nifas.Dari hasil penelitian yang dilakukan pada bulan Januari 2020 dengan judul “Faktor-faktor yang memengaruhi pemberian kolostrum pada bayi di BPM Nurhayati, S.SiT Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen, hasil penghitungan menunjukkan nilai p (0,008) < p value (0,05) berarti ha diterima dan ho ditolak, artinya ada pengaruh antara dukungan keluarga dengan pemberian kolostrum. Hasil penghitungan menunjukkan nilai p (0,001) < p value (0,05) berarti ha diterima dan ho ditolak, artinya ada pengaruh antara pengetahuan ibu dengan pemberian kolostrum. Hasil penghitungan menunjukkan nilai p (0,009) < p value (0,05) berarti ha diterima dan ho ditolak, artinya ada pengaruh antara paritas ibu dengan pemberian kolostrum.   Diharapkan kepada responden agar mau memberikan kolostrum kepada bayinya sehingga  bayinya mendapatkan daya tahan tubuh.  Kata Kunci    :  Kolostrum, Dukungan Keluarga, Pengetahuan, Paritas
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KECEMASAN DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE DI DESA MEUNASAH DAYAH KECAMATAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN Minda Septiani; Cut Muslihati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v5i2.478

Abstract

Abstrak Kecemasan akan datangnya masa menopause umumnya terjadi pada perempuan yang memasuki usia 50 tahun. Rasa takut yang dialami oleh wanita antara lain, kecantikan memudar dan rasa khawatir akan kehilangan suami karena gairah seksual menurun. Setelah usia 45 tahun, seorang perempuan masih mengalami menstruasi tetapi tidak teratur lagi, sebagian perempuan telah mengalami gejala pre menopause. Penelitian ini dilakukan  untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kecemasan dalam menghadapi menopause di Desa Meunasah Dayah Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen.Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Mei 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu premenopause yang berumur antara 40 sampai 50 tahun. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan cara total sampling yang diperoleh dengan melakukan kunjungan rumah (door to door) sebanyak 163 orang.Dari hasil penelitian, menunjukkan menunjukkan nilai p (0,025) < p value (0,05) berarti ha diterima dan ho ditolak, artinya ada pengaruh antara pengetahuan dengan kecemasan dalam menghadapi menopause. Hasil perhitungan menunjukkan nilai p (0,182) > p value (0,05) berarti h0 diterima dan ha ditolak, artinya tidak ada pengaruh antara perubahan fisik dengan kecemasan dalam menghadapi menopause. Hasil perhitungan menunjukkan nilai p (0,009) < p value (0,05) berarti ha diterima dan ho ditolak, artinya ada pengaruh antara dukungan keluarga dengan kecemasan dalam menghadapi menopause.                               Diharapkan kepada responden agar meningkatkan lagi pengetahuan khususnya tentang tanda serta gejala yang terjadi menjelang menopause sehingga dapat mengurangi rasa cemas dan khawatir yang dirasakan.
Healing Sebagai Strategi Coping Stress Melalui Pariwisata Nurul Hikmah; Nurul Khansa Fauziyah; Minda Septiani; Desy Murni Lasari
Indonesian Journal of Tourism and Leisure Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Lasigo Akademia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36256/ijtl.v3i2.308

Abstract

“Healing" has become a popular trend in Indonesia. Although it differs from the actual meaning of "healing" in a psychological perspective, "healing" describes recovery and healing in general, including the activities one does during the holidays to recover from the physical and mental boredom and fatigue one is experiencing. The literature on "healing" as a stress coping strategy in the tourism frame has not been discussed in detail in previous studies. This article aims to discuss the trend of "healing" as a stress coping strategy in the tourism context that can be practiced in tourism development in Indonesia. Coping stress is an individual response as an effort that can be made to obtain peace and inner peace against the type of stress experienced. This study uses a systematic literature review approach. There are two important findings in this study, first, coping with stress through the trend of "healing" is included in the type of emotion focused coping, which is a conscious adjustment. Second, "healing" activities which are carried out in the form of fun and calming activities such as nature tourism, culinary tourism, cultural tourism and special interest tourism. Optimizing stress coping strategies through tourism is an important step that can be taken to support the achievement of individual well-being which can develop interest in tourism visits in Indonesia
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KEJADIAN FLOUR ALBUS PADA REMAJA PUTRI DI MAN 4 KABUPATEN BIREUEN Septiani, Minda; Navis, Rahmatun
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4367

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menjadi dewasa. Pada periode ini berbagai perubahan terjadi baik perubahan hormonal, fisik, psikologis maupun sosial. Remaja merupakan salah satu bagian dari populasi berisiko terkena flour albus yang mendapat perhatian khusus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik sampel acak sederhana dengan jumlah responden 155 Remaja putri yang ada di MAN 4 Bireuen. Pengumpulan data melalui kuesioner. Teknik analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Berdasarkan 155 sampel didapatkan hasil yaitu mayoritas responden yang mengalami Kejadian flour albus yang tidak normal adalah responden yang tingkat kecemasannya pada kategori sedang yaitu sebanyak 64 siswi (41,3 %). Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan kecemasan dengan kejadian flour albus  yang diperoleh dengan nilai p value 0,000   0,05. Bagi remaja putri agar lebih memperhatikan personal hygiene yang baik untuk mencegah terjadinya flour albus dan lebih meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang keputihan agar bisa menjaga alat reproduksi dengan benar.Kata Kunci: Kecemasan, Flour Albus, Remaja Putri.The teenagers are a transition period from children to adults. In the  period various changes occurred both hormonal, physical, psychological and social changes. The Teenagers are one part of the population at risk of exposure to flour albus that receives particular attention. This research is a kind of analytic research with Croos Sectional approach. Sampling in this research by using simple random sample technique with the number of respondents 155 teenage daughter in MAN 4 Bireuen. The data collecting through a questionnaire. Univariate data analysis techniques using frequency distribution and bivariate analysis using Chi-Square test. Based on 155 samples, the results obtained were that the majority of respondents who experienced abnormal flour albus incidents were respondents whose anxiety level was in the moderate category, namely 64 female students (41.3%). The results of the chi-square test showed that there was a relationship between anxiety and the incidence of flour albus which was obtained with a p value of 0.000 < α 0.05. For Adolescent to pay more attention to good personal hygiene to prevent the occurrence of flour albus and further improve knowledge and attitudes about vaginal discharge in order to keep the reproduction health.Keyword: Anxiety, Flour Albus, Adolescent.
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Gangguan Menstruasi Pada Remaja Putri di MTsS Darusa’adah Cot Tarom Kabupaten Bireuen Septiani, Minda; Rahmi, Nuzulul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2489

Abstract

Gangguan menstruasi merupakan indikator penting untuk menunjukkan adanya gangguan sistem reproduksi yang dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit seperti kanker rahim, kanker payudara dan infertilitas.  Penyebab gangguan menstruasi dapat terjadi karena kelainan biologik (organic atau disfungsional) atau dapat pula karena psikologik seperti keadaaan-keadaan stress dangan ganguan emosi atau gabungan biologic dan psikologik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan gangguan menstruasi pada remaja putri di MTsS Darusa’adah cot tarom, Kabupaten Bireuen. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik Total sampling (total sampel) dengan jumlah 70 responden yang sudah menstruasi di MTsS Darusa’adah Cot Tarom, Kabupaten Bireuen. Penelitian ini dilakukan pada Agustus 2022. Pengumpulan data melalui kuesioner. Teknik analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik chi-square antara tingkat kecemasan dengan gangguan menstruasi pada remaja  diperoleh hasil nilai p value (0,000) < dari α (0,05), maka hipotesis diterima H0 ditolak dan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan dengan gangguan menstruasi pada remaja putri.Diharapkan kepada responden  untuk lebih aktif mencari informasi dan mengikuti berbagai penyuluhan khususnya tentang Menstruasi. Hal ini dapat diperoleh dengan memperbanyak membaca dan mengikuti acara seminar.Kata Kunci     : Tingkat Kecemasan, Gangguan MenstruasiMenstrual disorders are an important indicator of the presence of reproductive system disorders that can be associated with an increased risk of various diseases such as uterine cancer, breast cancer and infertility. The causes of menstrual disorders can occur due to biological abnormalities (organic or dysfunctional) or can also be psychological such as the state of stress with emotional disturbances or biologic and psychological combined. This study aims to determine the relationship between the level of anxiety with menstrual disorders in young women in MTsS Darusa'adah cot tarom, Bireuen District. This research is kind of analytic research with cross sectional approach. The sampling in this study by using technique Total sampling  (total sample) with number of respondents 70 student in MTsS Darusa'adah Cot Tarom, District of Bireuen. This study was conducted on August, 2022. The data collection through questionnaires. Univariate data analysis techniques use frequency distribution and bivariate analysis using chi-square test. Based on the result of chi-square statistic test between anxiety level and menstrual disorder in adolescent is obtained p value (0.000) value from α (0,05), hence hypothesis accepted H0 rejected and it can be concluded that there is a significant relationship between anxiety levels with menstrual disorders in girls. It is expected that the respondents to be more actively seeking information and following various counseling especially about Menstruation. This case can be obtained by multiplying reading and attending seminars.Keywords        : Anxiety Level, Menstrual Disorder
The Effect of Mental Spiritual Guidance on Self-Acceptance Among Single Mothers in Gampong Mon Geudong Desy Murni Lasari; Mutiara Zatil Aqmar; Minda Septiani
INDONESIAN COUNSELING AND PSYCHOLOGY Vol. 6 No. 1 (2025): INDONESIAN COUNSELING AND PSYCHOLOGY
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/icp.v6i1.68580

Abstract

This study discusses the influence of mental and spiritual guidance on self-acceptance among single mothers in Gampong Mon Geudong, Lhokseumawe City. Self-acceptance among single parents varies. Since single parents face different challenges, some struggle to accept themselves as single mothers, seek pleasure for themselves, disrupt others' households, or experience mental health issues. The objective of this study is to determine whether there is an influence of spiritual and mental guidance on self-acceptance among single parents. The type of research used is descriptive quantitative. The population consists of 25 single parents. The sample used in this study was obtained using the Nonprobability Sampling technique with saturated sampling. The researcher used this sampling technique because the sample size was 25 people. Saturated sampling is conducted when the population is less than 30 people. The data analysis technique used was simple linear regression. The results of this study indicate that spiritual guidance falls into the moderate category, while self-acceptance among single mothers also falls into the moderate category. There is a positive influence of spiritual guidance on self-acceptance, meaning that the hypothesis of this study is accepted. The influence is 32.9%, with the remaining percentage influenced by other factors not investigated in this study.
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI PMB DESITA, S.SIT DESA PULO ARA KECAMATAN KOTA JUANG KABUPATEN BIREUEN Septiani, Minda; Agustia, Lisa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1618

Abstract

Nyeri persalinan dapat menyebabkan stress pada ibu yang berakibat kontraksi uterus tidak adekuat dan distress pada janin. Nyeri persalinan yang tidak ditangani secara adekuat menyebabkan ketidaknyamanan pada ibu dan dapat mempengaruhi proses persalinan. Salah satu upaya meminimalisir nyeri persalinanan adalah dengan metode nonfarmakologis yaitu menggunakan teknik relaksasi napas dalam. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh perbedaan nyeri sebelum dan sesudah dilakukannya teknik relaksasi napas.            Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah Preeksperimental dengan pendekatan one group pretest posttest dan sampel penelitian adalah 35 ibu bersalin di PMB Desita, S.SiT Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen yang diambil secara accidental sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis Univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis Bivariat dengan Uji Wilcoxon.                           Dari hasil pengolahan data diperoleh nilai p value (0,000) < α (0,05). Hasil ini  menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan nyeri persalinan kala 1 fase aktif. Adapun hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa dari 35 responden, 30 diantaranya mengalami penurunan rasa nyeri, 5 responden lainnya memiliki skala nyeri sama baik sebelum maupun sesudah intervensi.                                               Diharapkan kepada responden untuk lebih aktif mencari informasi dan menambah wawasan dari media mengenai penurunan rasa nyeri saat dilakukan teknik relaksasi napas dalam pada saat proses persalinan. Kata Kunci    : Nyeri persalinan, Teknik relaksasi napas dalam, Kala I