Tumbuh kembang merupakan aspek yang menjelaskan proses mengenai pembentukan seseorang, baik secara fisik maupun psikososial. Angka gangguan pertumbuhan dan perkembangan khususnya gangguan perkembangan motorik berkisar 27,5%. Tujuan: Mengetahui faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang pada anak usia 0 – 24 bulan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel dengan metode total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 61. Alat ukur menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitas oleh peneliti sebelumnya yaitu berupa kuesioner pola asuh, sosial ekonomi pendapatan diukur berdasarkan perkapita, pola makan dan KPSP kuesioner baku. Analisis data menggunakan uji statistik chi square. Hasil: Uji statistic menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna pola asuh dengan tumbuh kembang p=0,000, tidak ada hubungan bermakna sosial ekonomi dengan tumbuh kembang p=0,550, tidak ada hubungan bermakna pola makan dengan tumbuh kembang p=0,440. Kesimpulan: Terdapat hubungan faktor pola asuh dengan tumbuh kembang dan tidak terdapat hubungan faktor sosial ekonomi dan pola makan dengan tumbuh kembang.