Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PERAN PRAMUKA DALAM MEWUJUDKAN NILAI-NILAI KEWARGANEGARAAN DI MAN 1 BOJONEGORO Sunariyah D. Wantika; Adiesta A. Putri; Kinanti R. Hayati
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 4 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v4i4.3532

Abstract

Artikel ini membahas peran Ekstrakulikuler Pramuka dalam membentuk dan mewujudkan nilai-nilai kewarganegaraan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bojonegoro. Melalui pendekatan kuantitatif dengan teknik survei, penelitian ini membahas bagaimana kegiatan Pramuka secara aktif terlibat dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan kesadaran sosial siswa. Penelitian ini juga mengeksplorasi sejauh mana efektivitas peran Pramuka dalam membentuk karakter kewarganegaraan siswa MAN 1 Bojonegoro khususnya dalam memupuk rasa cinta tanah air, kepedulian sosial, serta menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kegiatan sehari-hari di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pramuka di MAN 1 Bojonegoro tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler biasa, tetapi juga menjadi wadah dalam membentuk karakter dan memperkuat jiwa kewarganegaraan siswa. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya memperkuat peran Pramuka dalam konteks pendidikan untuk membentuk generasi muda yang lebih bertanggung jawab dan berkontribusi aktif dalam masyarakat.
PENINGKATAN PENGENDALIAN SOSIAL DALAM ORGANISASI KARANG TARUNA PADA GEN Z KARANG TARUNA PERUMAHAN GRIYO MAPAN SENTOSA Catheryne Aldora; Elfadjry Permata; Kinanti R. Hayati
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 4 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v4i4.3533

Abstract

Penelitian ini dibuat untuk menganalisa pentingnya mewujudkan persatuan dan kesatuan generasi muda melalui organisasi masyarakat yaitu Karang Taruna. Karena pada era sekarang banyak anak muda yang kurang berkontribusi dan menyalukan ide-ide untuk membangun kehidupan sosial di masyarakat. Dengan generasi muda bergabung dalam organisasi akan mendapatkan manfaat yang baik seperti menambah pengalaman, menambah relasi, dan mengembangkan ide bersama untuk membangun kehidupan bermasyarakat yang lebih maju dan berkembang di era sekarang.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS KARANG TARUNA RW 19 GRIYA CANDRA MAS Leyla G. Naribrata; Naura N. Putri; Kinanti R. Hayati
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 4 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v4i4.3577

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran teknologi dalam mengembangkan kreativitas Karang Taruna di Griya Candra Mas, Sidoarjo. Melalui metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara, penelitian ini menyoroti bahwa Karang Taruna memainkan peran penting dalam membangkitkan kreativitas generasi muda melalui kegiatan seperti kewirausahaan dan pameran seni. Meskipun demikian, kendala dalam pengembangan Karang Taruna termasuk rendahnya partisipasi dalam musyawarah dan kurangnya pemahaman anggota tentang hak dan kewajiban. Pemanfaatan teknologi, seperti akses internet dan perangkat lunak kreatif, diidentifikasi sebagai kunci untuk memperluas ruang lingkup kreativitas Karang Taruna. Pelatihan online dan kolaborasi digital juga diusulkan sebagai cara untuk mengatasi tantangan dan meningkatkan kontribusi Karang Taruna dalam pembangunan desa. Dengan demikian, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya integrasi teknologi dalam upaya meningkatkan kreativitas Karang Taruna untuk mendukung pembangunan masyarakat yang lebih baik di masa depan.
PENGARUH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP SIKAP NASIONALISME DAN KEWARGANEGARAAN SISWA SMAN 20 SURABAYA Matahari N. Tawas; Frizka N. A. Zahro; Kinanti R. Hayati
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 4 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v4i4.3579

Abstract

Pendidikan kewarganegaraan merupakan bagian integral dari kurikulum pendidikan di banyak negara, termasuk di Indonesia. Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk membentuk individu yang memiliki kesadaran akan hak, kewajiban, dan tanggung jawab sebagai warga negara yang baik. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi tujuan pendidikan kewarganegaraan dalam konteks siswa SMA dan implikasinya terhadap pembentukan karakter dan partisipasi kewarganegaraan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan kuesioner yang disebarkan kepada siswa SMA negeri di berbagai wilayah. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi untuk melihat hubungan antara variabel pendidikan kewarganegaraan dan sikap nasionalisme serta kewarganegaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sikap nasionalisme dan kewarganegaraan pada siswa SMA negeri. Implikasi temuan ini adalah perlunya peningkatan pendidikan kewarganegaraan di sekolah untuk memperkuat identitas nasional dan kewarganegaraan siswa.
MENGUKUR TINGKAT KETERLIBATAN GENERASI Z DALAM AKTIVITAS SOSIAL DAN RELASINYA DENGAN KESADARAN MORAL DI PERUMAHAN RUNGKUT HARAPAN, SURABAYA Claudya Mayliviasari; Anya Y. Qonita; Kinanti R. Hayati
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 6 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v4i6.3658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keterlibatan Generasi Z dalam aktivitas sosial dan mengidentifikasi hubungannya dengan kesadaran moral di Perumahan Rungkut Harapan, Surabaya. Metode survei digunakan untuk mengumpulkan data dari sampel Generasi Z yang tinggal di perumahan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar Generasi Z di Perumahan Rungkut Harapan terlibat dalam aktivitas sosial, dengan sebagian besar menyatakan kesadaran moral yang kuat. Selain itu, terdapat hubungan positif antara tingkat keterlibatan dalam aktivitas sosial dan tingkat kesadaran moral di antara Generasi Z di lokasi tersebut. Implikasi temuan ini untuk pembangunan masyarakat dan pendidikan kewarganegaraan dibahas.
MENUMBUHKAN KESADARAN NASIONALISME KEPADA IBU PKK PERUM. VILLA JASMINE 3 SIDOARJO DI ERA GLOBALISASI MELALUI PENERAPAN NILAI-NILAI PANCASILA Devanya Maharani; Julius E. Sihite; Kinanti R. Hayati
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 6 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v4i6.3660

Abstract

Pemeliharaan identitas dan kesadaran bernegara dalam menghadapi globalisasi memerlukan pemahaman yang mendalam dan menghayati nasionalisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk fokus mengamati dan mengkaji upaya dalam memupuk dan menumbuhkan semangat nasionalisme yang kuat dalam kalangan ibu-ibu PKK (Pembina Kesejahteraan Keluarga) yang tinggal di Perumahan Villa Jasmine 3, Sidoarjo. Metodologi kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan pemanfaatan wawancara mendalam dan observasi partisipan sebagai alat utama pengumpulan data. Hasil penelitian mendapati adanya variasi dalam kesadaran nasionalistik di kalangan ibu PKK, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pendidikan, akses terhadap informasi dan penglibatan dalam keadaan sosial. Tingkat kesadaran nasionalis dapat ditingkatkan dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kehidupan sehari-hari melalui inisiatif seperti program pendidikan, kampanye media sosial, dan kegiatan masyarakat yang mencerminkan prinsip-prinsip kebangsaan. Penelitian ini juga menemukan bahwa partisipasi aktif dalam kegiatan sosial, seperti senam pagi, arisan, dan peringatan hari besar nasional, dapat memperkuat rasa cinta tanah air dan solidaritas sosial. Kesimpulannya, sangat penting untuk secara konsisten dan berkesinambungan menjunjung prinsip-prinsip Pancasila dalam rangka memupuk dan memperkukuh kesadaran kebangsaan di era globalisasi. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan strategi praktis bagi komunitas lain dalam upaya meningkatkan jiwa nasionalisme di tengah zaman globalisasi yang tinggi.
MEMBANGUN KEHIDUPAN MULTIKULTURAL MELALUI PENDIDIKAN: ANALISIS KEBIJAKAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP LINGKUNGAN SEKOLAH SMAN 9 SURABAYA Adelia Sevila Prasetyo; Adyaksa Alva Raharjo; Kinanti R. Hayati
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 7 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v4i7.3695

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan adalah 1) untuk mengetahui makna toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, 2) untuk mengetahui makna dan tujuan pendidikan multikultural, dan 3) untuk mengetahui peran pendidikan multicultural di dalam membentuk karakter toleransi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan metode kepustakaan. menggunakan studi kepustakaan dan analisis data menggunakan hermeneutika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) toleransi menjadi kunci utama di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk, mengingat masyarakat sangat majemuk. Toleransi sangat penting untuk diimplementasikan demi mewujudkan mewujudkan keharmonisan kerukunan antar perbedaan, 2) pendidikan multikultural sangat penting diberikan kepada masyarakat Indonesia khususnya pemuda melalui jalur pendidikan formal, mengingat Indonesia adalah negara multikultural. Tujuan pendidikan multikultural merupakan wahana untuk membuka wawasan masyarkat agar dapat menerima dan menyadari bahwa kemajemukan di dalam Masyarakat adalah suatu keniscayaan, sehingga diharapkan setiap masyarakat dapat saling menjaga, menghormati dan menghargai antar perbedaan, dan 3) Pendidikan multikultural dapat diintegrasikan di setiap mata pelajaran atau mata kuliah, seperti seperti pendidikan kewarganegaraan, pendidikan agama Islam dan lain sebagainya.
Meninjau Tingkat Efektivitas Pendidikan Bela Negara Dalam Pembentukan Moral Mahasiswa Melalui Uji Validitas Dan Reabilitas Menggunakan Software SPSS Kinanti R. Hayati; Tranggono; Maghfur, Maula A.; Araminta, Calyca D.; Sudarman, Kezia G.
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): February: Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v2i1.80

Abstract

Studi kasus ini mendalami permasalahan yang muncul sehubungan dengan efektivitas pendidikan bela negara dalam membentuk moral mahasiswa di lingkungan UPN "veteran" jawa timur. Diantaranya tergambar pada pandangan publik yang menilai dan mempertanyakan apa korelasi pendidikan bela negara dengan pembentukan moral mahasiswa. Melalui pemaparan studi kasus meninjau tingkat efektivitas pendidikan bela negara dalam pembentukan moral mahasiswa yang diidentifikasi dan dijelaskan tiap aspek permasalahannya dan diperkuat analisis untuk memastikan keakuratan dan konsistensi temuan. Dengan menggabungkan spss dan metode uji validitas dan reliabilitas, jurnal ini akan menyajikan pemahaman tentang tantangan pendidikan bela negara, dan memberikan dasar yang kuat untuk merekomendasikan solusi yang dapat diandalkan. Variabel valid dan tidak valid dapat dilihat dari nilai pearson correlation (rhitung) dan signifikansi statistiknya. Dalam kasus ini, variabel yang memiliki nilai rhitung lebih besar dari rtabel misalnya frekuensi mengikuti kegiatan bela negara (0,539 > 0,3610) dan nilai signifikansi kurang dari 0,03 (0,000 < 0,03) dianggap valid. Sebagai contoh frekuensi mengikuti kegiatan bela negara, pemahaman cinta tanah air, efektifitas kurikulum dalam integrasi nilai bela negara, persetujuan hubungan ekstrakurikuler dengan bela negara, peran dosen membimbing mahasiswa dalam bela negara, kegiatan relawan dengan bela negara dianggap valid karena nilai rhitung > rtabel. Jika terdapat variabel tidak valid, penelitian perlu evaluasi dan analisis ulang pada instrumen yang digunakan sedangkan jika semua variabel telah dinyatakan valid, penelitian dapat melanjutkan ke analisis data dan uji reliabilitas. Analisis Cronbach’s Alpha menghasilkan koefisien reliabilitas sebesar 0,748, artinya data penelitian dianggap reliabel/dapat dipercaya (Cronbach’s Alpha > 0,6).