Nessa Valiantine Diredja
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan, ITENAS, Bandung

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : REKA RACANA

Studi Eksperimental Batang Tarik Sambungan Baut pada Plat Baja (Hal. 118-129) Hardianti, Desi; Herbudiman, Bernardinus; Diredja, Nessa Valiantine
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 4: Desember 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.35 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i4.118

Abstract

ABSTRAKSambungan baut pada batang tarik baja memiliki kapasitas dengan macam-macam tipe kegagalan. Melalui penelitian ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran untuk mengetahui salah satu jenis kegagalan pada sambungan batang tarik. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan kapasitas sambungan batang tarik plat baja 70mm*300mm*3mm disambung dengan baut penyambung diameter 8mm dengan mutu A449 melalui studi analisis kapasitas dan kegagalan dengan studi eksperimental. Pada studi analisis kapasitas dan kegagalan sambungan batang tarik baja diperoleh kapasitas sambungan sebesar 44,04kN dengan tipe kegagalan geser. Pada studi eksperimental dilakukan pengujian tarik sambungan baja batang tarik, didapatkan nilai kapasitas ultimit sebesar 52,23kN. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah baik hasil perhitungan secara analitis dan pengujian eksperimental di laboratorium menunjukkan trend yang baik dan sama. Kekuatan nominal tarik rencana () dari hasil studi analitis dengan beban ultimit hasil studi eksperimental memiliki perbedaan sebesar 15,69 % dengan hasil eksperimental lebih tinggi.Kata kunci: sambungan batang tarik baja, eksperimental, analitis, kapasitas. ABSTRACTThe bolted connection of the tension rod has capacity with various types of failure. Through this research, it is hoped that it can become a learning medium to find out one of the types of failures in the tension rod joint. In this research, the comparison of 70mm*300mm*3mm angle cross-section connections using 8mm bolt connectors with A449 quality through capacity analysis studies and failure with experimental studies. In the capacity analysis and failure of the steel pull rod connection, a connection capacity of 44.04kN was obtained with a type of shear failure. In the experimental study, tensile testing of tensile rod steel was carried out, obtained the ultimate capacity value of 52.23kN. The conclusion that can be drawn from this study is that both the results of analytical calculations and experimental testing in the laboratory show a good and the same trend. The nominal strength of plan pull () from the results of analytical studies with ultimate load results from experimental studies had a difference of 15.69% with higher experimental results.Keywords: steel tension joint, experimental, analytical, capacity.
Kajian Perbandingan Kuat Tumpu Baut Sejajar Serat Hasil Uji Eksperimental dan SNI 7973:2013 (Hal. 40-47) Diredja, Nessa Valiantine
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.84 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.40

Abstract

ABSTRAKSambungan merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mendapatkan dimensi kayu sesuai kebutuhan karena terbatasnya ukuran kayu. Kuat tumpu pasak pada kayu diperlukan pada perhitungan sambungan kayu. Melalui persamaan SNI 7973:2013 kuat tumpu pasak pada kayu dapat ditentukan berdasarkan berat jenis kayu, arah serat dan diameter pasak. Pada penelitian ini dilakukan pengujian eksperimental kuat tumpu baut sejajar serat pada 3 jenis kayu yang dibandingkan dengan analisis teoritis berdasarkan SNI 7973:2013. Pengujian dilakukan berdasarkan ASTM D5764-97a dengan menggunakan baut berdiameter 10 mm. Hasil penelitian menunjukan bahwa kuat tumpu baut hasil pengujian eksperimental nilainya lebih kecil apabila dibandingkan dengan persamaan berdasarkan SNI 7973:2013. Persen beda yang didapatkan adalah sebesar 52,57% untuk kayu Sengon; 18,01% untuk kayu Akasia dan 4,80% untuk kayu Meranti.Kata kunci: kuat tumpu pasak, sejajar serat, SNI 7973:2013.ABSTRACTConnection is one of method that can be used to get the dimension of wood as needed because the limited size of wood. Bearing strength of wood is required on timber connection calculation. According to SNI 7973:2013, bearing strength can be determined based on the spesific gravity, direction of grain and diameter of fasteners. This study compares the value of bearing strength parrallel to wood grain on 3 different types of wood obtain from experimental test with theoritically generated valued based on SNI 7973:2013. Experimental test is done based on ASTM D5764-97a using 10 mm diameter bolts. The result showed that the bearing strength of experimental test has less value compared with the equation based on the SNI 7973:2013. The percentage differences are 52,57% for Sengon; 18,01% for Acasia and 4,80% for Meranti.Keywords: dowel bearing strength, parallel to grain, SNI 7973:2013.
Kajian Perbandingan Kinerja Struktur Dinding Geser Komposit Berdasarkan Tingkatan Gedung. (Hal. 20-29) Islamy, Dimas EL; Desmaliana, Erma; Diredja, Nessa Valiantine
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 3: September 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.996 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i3.20

Abstract

ABSTRAKSalah satu metode untuk meminimalisir simpangan horizontal yang terjadi akibat gaya gempa pada struktur adalah dengan pemasangan dinding geser. Dinding geser mampu memberikan kekuatan dan kekakuan pada struktur gedung. Pada teknologi terkini, dinding geser komposit pelat baja mampu menggabungkan kelebihan dan mengkompensasi kekurangan dinding geser beton dan pelat baja.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan dinding geser komposit terhadap tingkatan struktur gedung. Penelitian ini dilakukan pada tiga pemodelan struktur gedung dengan jumlah lantai yaitu 10 lantai, 20 lantai, dan 30 lantai dengan menggunakan metode respon spektrum dan analisis beban dorong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simpangan atap yang terjadi pada struktur dengan dinding geser lebih kecil dibandingkan struktur tanpa dinding geser. Berdasarkan analisis beban dorong, penggunaan dinding geser komposit pelat baja dengan tebal 110 mm untuk tiga pemodelan berada pada tingkatan yang sama yaitu IO (immediate Occupancy) yangmana kekuatan dan kekakuan pada gedung hampir sama dengan kondisi sebelum terjadi gempa.Kata kunci: dinding geser komposit pelat baja, respon spektrum, analisis beban dorong, simpangan horizontal ABSTRACTOne of the method to minimize the displacement of structure affected by earthquake is by using shear wall. Shear wall can influence the ductility and stiffness to the structure. On the most recent technology, composite steel plate shear wall can combining the advantages and compensate the disadvantages  of concrete and steel shear wall. This study was conducted by using three models buildings with 10 story, 20 story, and 30 story with spectrum response methods and pushover analysis. The result of this study shows that  drift’s roof on structure using shear wall is smaller than the structure without one. Based on pushover analysis, when structure using shear wall with thickness 110 mm for three models are the same level in immediate occupancy which strength and stiffness in buildings is almost the same as the condition before earthquake.Keywords: composite steel plate shear wall, respons spectrum, pushover analysis, displacement
Kajian Analisis Perbandingan Rangka Atap Kuda-Kuda Menggunakan Kayu LVL dan Baja Ringan Nessa Valiantine Diredja; Badriana Nuranita; Erma Desmaliana; Anissa Cahyani Pertiwi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 3: November 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i3.148

Abstract

ABSTRAKPenggunaan baja ringan sebagai material rangka atap sudah sangat umum ditemui. Selain baja ringan, terdapat alternatif material lain yaitu kayu LVL atau Laminated Veneer Lumber. Pada penelitian ini dibahas mengenai penggunaan material baja ringan dan LVL sebagai rangka atap kuda-kuda pada hunian. Berdasarkan perhitungan, luas penampang  antara kayu LVL terhadap baja ringan pada batang bawah memiliki perbandingan 7,31 dan 55,64, batang vertikal 6,10 dan 124,30, batang diagonal atas 33,67 dan untuk batang diagonal bawah 90,46 dan 5,33. Perbandingan tersebut menghasilkan  yang lebih besar untuk kayu LVL. Meskipun didapatkan  yang lebih kecil pada material baja ringan, namun terdapat persyaratan kelangsingan yang menyebabkan baja ringan memerlukan profil yang lebih besar. Sedangkan untuk lendutan didapatkan lendutan sebesar 0,88 mm rangka baja ringan dan 2,69 mm untuk kayu LVL, keduanya memenuhi persyaratan terhadap lendutan ijinnya. Untuk perbandingan berat, rangka baja ringan memiliki berat 24,99 kg dan kayu LVL sebesar 7,71 kg.Kata kunci: rangka atap kuda-kuda, baja ringan, kayu Laminated Veneer Lumber ABSTRACTThe use of cold-formed steel as a roof truss material is very common. In addition to cold-formed steel, there is other material alternatives that has a fairly light weight namely LVL or Laminated Veener Lumber. This study disscussed the used of cold-formed steel and LVL as a roof truss. The analysis result indicated that the section area  between LVL to cold-form steel for bottom chord in the range of 7,31-55,64, and 6,10-124,30 for vertical beam, 33,67 for diagonal bottom chord, and 90,46-5,33 for diagonal top chord. As a result,  of LVL was larger than cold-form steel. However, there are slendersness requirements that the cold-form steel was needed the larger profil than LVL. In terms of structure stiffness, the cold-form steel roof truss have 0,88 mm deflection and 2,69 mm for LVL, however they were able to accomodate the deflection requirements. The total weight of cold-formed steel is 24,99 kg and 7,71 kg for LVL.Keywords: roof truss, cold-formed steel, Laminated Veneer Lumber
Studi Eksperimental Batang Tarik Sambungan Baut pada Plat Baja Desi Hardianti; Bernardinus Herbudiman; Nessa Valiantine Diredja
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 4: Desember 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i4.118

Abstract

ABSTRAKSambungan baut pada batang tarik baja memiliki kapasitas dengan macam-macam tipe kegagalan. Melalui penelitian ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran untuk mengetahui salah satu jenis kegagalan pada sambungan batang tarik. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan kapasitas sambungan batang tarik plat baja 70mm*300mm*3mm disambung dengan baut penyambung diameter 8mm dengan mutu A449 melalui studi analisis kapasitas dan kegagalan dengan studi eksperimental. Pada studi analisis kapasitas dan kegagalan sambungan batang tarik baja diperoleh kapasitas sambungan sebesar 44,04kN dengan tipe kegagalan geser. Pada studi eksperimental dilakukan pengujian tarik sambungan baja batang tarik, didapatkan nilai kapasitas ultimit sebesar 52,23kN. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah baik hasil perhitungan secara analitis dan pengujian eksperimental di laboratorium menunjukkan trend yang baik dan sama. Kekuatan nominal tarik rencana () dari hasil studi analitis dengan beban ultimit hasil studi eksperimental memiliki perbedaan sebesar 15,69 % dengan hasil eksperimental lebih tinggi.Kata kunci: sambungan batang tarik baja, eksperimental, analitis, kapasitas. ABSTRACTThe bolted connection of the tension rod has capacity with various types of failure. Through this research, it is hoped that it can become a learning medium to find out one of the types of failures in the tension rod joint. In this research, the comparison of 70mm*300mm*3mm angle cross-section connections using 8mm bolt connectors with A449 quality through capacity analysis studies and failure with experimental studies. In the capacity analysis and failure of the steel pull rod connection, a connection capacity of 44.04kN was obtained with a type of shear failure. In the experimental study, tensile testing of tensile rod steel was carried out, obtained the ultimate capacity value of 52.23kN. The conclusion that can be drawn from this study is that both the results of analytical calculations and experimental testing in the laboratory show a good and the same trend. The nominal strength of plan pull () from the results of analytical studies with ultimate load results from experimental studies had a difference of 15.69% with higher experimental results.Keywords: steel tension joint, experimental, analytical, capacity.
Kajian Perbandingan Kinerja Struktur Dinding Geser Komposit Berdasarkan Tingkatan Gedung Dimas EL Islamy; Erma Desmaliana; Nessa Valiantine Diredja
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 3: September 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i3.20

Abstract

ABSTRAKSalah satu metode untuk meminimalisir simpangan horizontal yang terjadi akibat gaya gempa pada struktur adalah dengan pemasangan dinding geser. Dinding geser mampu memberikan kekuatan dan kekakuan pada struktur gedung. Pada teknologi terkini, dinding geser komposit pelat baja mampu menggabungkan kelebihan dan mengkompensasi kekurangan dinding geser beton dan pelat baja.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan dinding geser komposit terhadap tingkatan struktur gedung. Penelitian ini dilakukan pada tiga pemodelan struktur gedung dengan jumlah lantai yaitu 10 lantai, 20 lantai, dan 30 lantai dengan menggunakan metode respon spektrum dan analisis beban dorong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simpangan atap yang terjadi pada struktur dengan dinding geser lebih kecil dibandingkan struktur tanpa dinding geser. Berdasarkan analisis beban dorong, penggunaan dinding geser komposit pelat baja dengan tebal 110 mm untuk tiga pemodelan berada pada tingkatan yang sama yaitu IO (immediate Occupancy) yangmana kekuatan dan kekakuan pada gedung hampir sama dengan kondisi sebelum terjadi gempa.Kata kunci: dinding geser komposit pelat baja, respon spektrum, analisis beban dorong, simpangan horizontal ABSTRACTOne of the method to minimize the displacement of structure affected by earthquake is by using shear wall. Shear wall can influence the ductility and stiffness to the structure. On the most recent technology, composite steel plate shear wall can combining the advantages and compensate the disadvantages  of concrete and steel shear wall. This study was conducted by using three models buildings with 10 story, 20 story, and 30 story with spectrum response methods and pushover analysis. The result of this study shows that  drift’s roof on structure using shear wall is smaller than the structure without one. Based on pushover analysis, when structure using shear wall with thickness 110 mm for three models are the same level in immediate occupancy which strength and stiffness in buildings is almost the same as the condition before earthquake.Keywords: composite steel plate shear wall, respons spectrum, pushover analysis, displacement
Studi Eksperimental Kuat Tumpu Baut Sejajar Serat Metode Lubang Penuh dan Setengah Lubang Erma Desmaliana; Nessa Valiantine Diredja; Oki Bernadi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 6, No 3: November 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v6i3.155

Abstract

ABSTRAKKuat tumpu baut merupakan salah satu parameter penting dalam menentukan suatu sambungan baut. Berdasarkan persamaan SNI 7973:2013, kuat tumpu ditentukan berdasarkan berat jenis kayu, diameter pengencang, dan arah serat kayu. Pada penelitian kali ini terdapat dua metode pengujian eksperimental yaitu metode lubang penuh dan metode setengah lubang berdasarkan ASTM D5764-97a (2002). Pengujian dilakukan menggunakan kayu Mahoni dengan sejajar arah serat dan tiga variasi diameter baut yaitu 1/2 inchi, 5/8 inchi dan 3/4 inchi yang dibandingkan dengan analisis teoritis berdasarkan SNI 7973:2013. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengujian eksperimental kuat tumpu baut memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan persamaan berdasarkan SNI 7973:2013, dengan nilai persen beda untuk pengujian metode lubang penuh sebesar 22,914% untuk sampel a; 5,806% untuk sampel b; 3,759% untuk sampel c; sedangkan untuk pengujian menggunakan metode setengah lubang sebesar 20,927% untuk sampel AA; 16,954% untuk sampel BB; 15,326% untuk sampel CC.Kata kunci: kuat tumpu baut, sejajar serat, SNI 7973:2013 ABSTRACTBolt bearing strength is one of the important parameters in bolt connetion design. According to the SNI 7973:2013, bearing strength is determined based on specific gravity of timber, diameter of fasterner and direction of timber grain. In this research, there are two experimental testing methods, full hole and half hole testing based on ASTM D5764-97a (2002). Mahogany timber with parallel grain direction was carried out in this test using three variations of bolt diameter, which are 1/2 in, 5/8 in and 3/4 in. This study compares the value of bolt bearing strength with theoritical analysis based on SNI 7973:2013. The result showed that the experimental of bearing strength had a greater value than the equation of theoritical analysis based on SNI 7973:2013, with percentage of difference for full hole testing are 22.914% for sample a, 5.806% for sample b, 3.759% for sample c, while the percentage of difference for half hole testing are 20,297% for sample AA, 16.954% for sample BB, and 15.326% for sample CC.Keywords: bolt bearing strength, parallel grain, SNI 7973:2013
Kajian Perbandingan Kuat Tumpu Baut Sejajar Serat Hasil Uji Eksperimental dan SNI 7973:2013 Nessa Valiantine Diredja
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.40

Abstract

ABSTRAKSambungan merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mendapatkan dimensi kayu sesuai kebutuhan karena terbatasnya ukuran kayu. Kuat tumpu pasak pada kayu diperlukan pada perhitungan sambungan kayu. Melalui persamaan SNI 7973:2013 kuat tumpu pasak pada kayu dapat ditentukan berdasarkan berat jenis kayu, arah serat dan diameter pasak. Pada penelitian ini dilakukan pengujian eksperimental kuat tumpu baut sejajar serat pada 3 jenis kayu yang dibandingkan dengan analisis teoritis berdasarkan SNI 7973:2013. Pengujian dilakukan berdasarkan ASTM D5764-97a dengan menggunakan baut berdiameter 10 mm. Hasil penelitian menunjukan bahwa kuat tumpu baut hasil pengujian eksperimental nilainya lebih kecil apabila dibandingkan dengan persamaan berdasarkan SNI 7973:2013. Persen beda yang didapatkan adalah sebesar 52,57% untuk kayu Sengon; 18,01% untuk kayu Akasia dan 4,80% untuk kayu Meranti.Kata kunci: kuat tumpu pasak, sejajar serat, SNI 7973:2013.ABSTRACTConnection is one of method that can be used to get the dimension of wood as needed because the limited size of wood. Bearing strength of wood is required on timber connection calculation. According to SNI 7973:2013, bearing strength can be determined based on the spesific gravity, direction of grain and diameter of fasteners. This study compares the value of bearing strength parrallel to wood grain on 3 different types of wood obtain from experimental test with theoritically generated valued based on SNI 7973:2013. Experimental test is done based on ASTM D5764-97a using 10 mm diameter bolts. The result showed that the bearing strength of experimental test has less value compared with the equation based on the SNI 7973:2013. The percentage differences are 52,57% for Sengon; 18,01% for Acasia and 4,80% for Meranti.Keywords: dowel bearing strength, parallel to grain, SNI 7973:2013.
Analisis Pushover terhadap Ketidakberaturan Horizontal pada Struktur Gedung Baja Komposit Erma Desimaliana; Nessa Valiantine Diredja; Rizky Syahputra
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 2: Juli 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i2.118

Abstract

ABSTRAKKota Bandung merupakan salah satu daerah dengan potensi bencana cukup tinggi yang disebabkan oleh alam terutama gempa bumi. Gempa bumi dapat menyebabkan terjadinya kerusakan baik struktural maupun nonstruktural pada gedung. Penggunaan material baja komposit pada elemen kolom menjadi solusi untuk mengatasi terjadinya kerusakan struktur gedung akibat beban gempa, karena memiliki kekuatan dan daktilitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kinerja struktur gedung baja dengan kolom komposit terhadap ketidakberaturan horizontal menggunakan analisis pushover berdasarkan SNI 1726:2019 dan FEMA-356. Pemodelan gedung apartemen 10 lantai dengan variasi denah U, H dan L pada software ETABS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gedung baja komposit berbentuk denah U yang paling efektif dalam meredam beban gempa karena memiliki gaya geser dasar maksimum arah X sebesar 10.482,22 kN dan arah Y sebesar 10.498,57 kN serta drift maksimum arah X sebesar 0,944 dan arah Y sebesar 0,910. Selain itu, denah U juga dikategorikan tanpa ketidakberaturan torsi dengan tingkat kinerja struktur dikategorikan aman yaitu Immediate Occupancy (IO) berdasarkan FEMA-356.Kata kunci: tingkat kinerja, ketidakberaturan horizontal, gedung baja komposit, analisis pushover ABSTRACTBandung city is one of high potential natural disaster areas, especially earthquakes. Earthquakes can occur either structural or nonstructural damage to buildings. The use of composite steel material in column elements is a solution to overcome building structure damages due to earthquake loads, because of its high strength and ductility. The study aimed to analyze the performance point of steel building structures with composite columns against horizontal irregularities using pushover analysis based on SNI 1726:2019 and FEMA-356. Modeling of 10-story apartment buildings with variations of U, H and L floor plans on ETABS software. The results show that U floor plans composite steel buildings are the most effective in dampening earthquake loads with maximum base shear forces of X and Y direction is 19,482.22 kN and 10,498.57 kN, and maximum drift of X and Y direction is 0.944 and 0.910. In addition, U floor plans also categorized without torsional irregularity and Immediate Occupancy (IO) for structural performance points based on FEMA-356.Keywords: performance point, horizontal irregularities, composite steel buildings, pushover analysis
Perencanaan Ulang Struktur Rangka Atap Baja Truss pada Bangunan Industri Prasetyo, Agung Budi; Diredja, Nessa Valiantine
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2: Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i2.151

Abstract

ABSTRAKBangunan Industri adalah struktur fisik yang dirancang dan digunakan untuk memfasilitasi proses produksi, penyimpanan, dan distribusi produk dalam skala industri, salah satunya adalah gudang. Pada bangunan industri, terdapat salah satu jenis rangka atap yang umum digunakan, yaitu truss, suatu sistem rangka dari elemen struktural lurus yang saling terhubung dan membentuk segitiga-segitiga tertutup. Perencanaan rangka atap perlu mempertimbangkan efisiensi penggunaan material, karena baja merupakan material yang mahal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perencanaan ulang struktur atap Gudang Bahan Baku PT Petrokimia Gresik dengan menggunakan beban angin berdasarkan peraturan beban minimum untuk perencanaan gedung yaitu SNI 1727: 2020 yang pada perencanaan awalnya menggunakan SNI 1727:1989. Hasil menunjukkan bahwa dengan pemodelan analisis struktur tiga dimensi dengan software SAP2000, didapatkan profil atap gudang dengan perencanaan ulang adalah 2L 250x250x25 dengan hasil lendutan bertambah sebesar 59,82% dan berat struktur bertambah 86,76% lebih berat daripada perencanaan awal yang menggunakan profil 2L 150x150x15.Kata kunci: perencanaan ulang, gudang, baja, truss, SAP2000 ABSTRACTAn Industrial Building is a physical structure designed and used to facilitate the production, storage, and distribution of products on an industrial scale, such as a warehouse. One common type of roof frame used in industrial buildings is the truss, a frame system made of straight structural elements connected to form closed triangles. Roof frame planning must consider material efficiency since steel is an expensive material. This study aims to redesign the roof structure of the Raw Material Warehouse at PT Petrokimia Gresik using wind loads based on the minimum load regulations for building structure planning, specifically SNI 1727:2020, as opposed to the original plan that used SNI 1727:1989. The results show that with the three-dimensional structural analysis modeling using SAP2000 software, the redesigned warehouse roof profile is 2L 250x250x25, resulting in a deflection increase of 59.82% and the structural weight increasing by 86.76% compared to the original plan using the 2L 150x150x15 profile.Keywords: redesign, warehouse, steel, truss, SAP2000