Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Himasapta

KAJIAN TEKNIS BELT CONVEYOR DAN BULLDOZER DALAM UPAYA MEMENUHI TARGET PRODUKSI BARGING PADA PT ARUTMIN INDONESIA SITE ASAM-ASAM M. Zaini Arief; Uyu Saismana; Ahmad Juaeni
Jurnal Himasapta Vol 2, No 03 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 03 Desember 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v2i03.948

Abstract

PT Arutmin Indonesia Site Asam-Asam memiliki sistem conveyor satu jalur untuk transportasi batubara jenis ecocoal yang dirancang untuk dapat mengangkut batubara dengan  kapasitas maksimum ssebesar 2.700 ton/jam. Dalam praktiknya hanya dimanfatkan rata-rata sebesar 2.000 ton/jam artinya dalam sehari menghasilkan 40000 ton. Dalam penjualan batubara di lokasi Asam–Asam tidak optimal, kendala-kendalanya yaitu produktivitas belt conveyor tidak mencapai 2000 ton/jam, terbuangnya waktu sekitar 25 menit saat pergantian tongkang, dan faktor lainya.Metode yang dipergunakan dalam pengolahan data belt conveyor adalah dengan menganalisis luas penampang belt, kecepatan masing-masing belt pada rangkaian, koefisien kemiringan belt,  kondisi aktual lapangan dan spesifikasi teknis peralatan yang mendukung  kegiatan  pemuatan ke belt conveyor , serta working time belt conveyor. Untuk pengolahan data bulldozer adalah dengan menganalisis produksi per siklus, faktor blade, waktu suklus dan effesiensi kerja.Hasil Analisis belt conveyor didapatkan data waktu kotor diperoleh produktivitas maksimum 1863,08 ton/jam, produktivitas minimum 731,68 ton/jam dan produktivitas rata-rata 1339,05 ton/jam. Untuk data waktu bersih diperoleh produktivitas aktual maksimum 1882,11 ton/jam, produktivitas minimum 1388,13 ton/jam dan produktivitas rata-rata 1616,52 ton/jam. Hasil Analisis bulldozer didapatkan produktivitas 419,82 ton/jam. Kendala utama yang dihadapi dalam pencapaian target produksi diakibatkan banyaknya faktor-faktor saat proses pemuatan batubara berlangsung seperti produktivitas belt conveyor tidak tercapai, stock material, shifting barge, waiting barge, kondisi cuaca dan maintenance.
Permodelan kombinasi peralatan mekanis dalam optimalisasi produktivitas armada di PT Semesta Centramas Rika Febriyani; Eko Santoso; Karina Shella Putri; Muhammad Zaini Arief
Jurnal Himasapta Vol 7, No 3 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 03 Desember 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v7i3.7499

Abstract

Kombinasi peralatan mekanis dalam pemindahan overburden yang optimal dapat meminimalkan biaya operasional namun tetap menjaga ketercapaian produktivitasnya. Spasi ripping dalam pembongkaran overburden, dapat mempengaruhi produktivitas pemuatan. Skenario spasi ripping yang diterapkan adalah 0,3m; 0,6m; 1m; dan 1,2m. Pendekatan model linear programming digunakan untuk mengoptimasi kombinasi peralatan mekanis muat-angkut pada masing-masing skenario. Fungsi objektif ditujukan untuk biaya operasional fleet yang minimum. Fungsi batas antara lain jumlah ketersediaan alat angkut Komatsu HD785 dan HD465, dan pencapaian target produktivitas fleet. Hasil perhitungan produktivitas ripping bulldozer Komatsu D375-90 dan excavator Komatsu PC2000-45 berturut-turut antara lain pada spasi 0,3m adalah 961,62 Bcm/jam dan 807,59 Bcm/jam; spasi 0,6m adalah 1266,75 Bcm/jam dan 775,66 Bcm/jam; spasi 1m adalah 2097,56 Bcm/jam dan 727,84 Bcm/jam; spasi 1,2m adalah 2375,43 Bcm/jam dan 700 Bcm/jam. Berdasarkan hasil optimasi didapatkan jumlah unit alat angkut dengan biaya operasional fleet minimum berturut-turut antara lain pada spasi 0,3m yaitu 5 Komatsu HD785, 2 Komatsu HD465, 0,09235 $/Bcm; spasi 0,6m yaitu 5 Komatsu HD785, 2 Komatsu HD465, 0,09204 $/Bcm; spasi 1m yaitu 5 Komatsu HD785, 1 Komatsu HD465, 0,07790 $/Bcm; spasi 1,2 meter yaitu 5 Komatsu HD785, 1 HD45, 0,07792 $/Bcm.
Evaluasi kinerja crushing plant dan alat support pengumpan dalam pencapaian target produksi batubara PT Binuang Mitra Bersama Muhammad Zaini Arief; Lasron Napitu; Uyu Saismana; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 01 April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i1.8427

Abstract

Penelitian dilakukan untuk menemukan solusi dalam meningkatkan produktivitas unit crushing plant dan mencapai target produksi PT Binuang Mitra Bersama sebesar 500 ton/jam. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis faktor-faktor pendukung produktivitas unit crushing plant seperti cycle time alat pengumpan, efisiensi kerja unit crusher, kapasitas dari tiap komponen crusher, dan kondisi aktual lapangan penyebab loss time seperti idle dan delay time, serta downtime. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan simulasi peningkatan produktivitas alat pengumpan dan perbaikan pola penumpukan dan pengumpanan pada area ROM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas crushing plant hanya mencapai 304 ton/jam, sementara target produksi 500 ton/jam. Analisa kemungkinan terbaik untuk mencapai target produksi tersebut adalah dengan cara simulasi peningkatan produktivitas alat pengumpan dengan lebih menekan atau mengurangi delay time per siklus pengumpanan, kemudian perbaikan pola penumpukan dan pengumpanan pada area ROM sehingga alat pengumpan dapat beroperasi secara continue dan mengurangi terjadinya downtime. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai target produksi sebesar 500 ton/jam, perlu dilakukan evaluasi untuk pencapaian target produksi yang lebih maksimal dan diharapkan dengan melakukan simulasi peningkatan produktivitas alat pengumpan dan perbaikan pola penumpukan dan pengumpanan pada area ROM, target produksi yang diinginkan dapat tercapai.
Kajian akurasi drone menggunakan ground control point pada Seam C Pit Cendana Selatan PT Hasnur Riung Sinergi Aldina Renata; Marselinus Untung Dwiatmoko; Muhammad Zaini Arief
Jurnal Himasapta Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 02 Agustus 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i2.9609

Abstract

PT Hasnur Riung Sinergi menggunakan teknologi drone dalam melakukan kegiatan survey dan pemetaan pada area tambang.  Namun, belum diketahui seberapa akurat tingkat akurasi yang didapatkan dari proses foto udara menjadikan latar belakang dilakukan penelitian. Penilitian menggunakan software Pix4dmapper untuk memproses orthophoto yang diambil menggunakan Drone DJI Mavic 2 Pro dan untuk perhitungan volume area yang berubah menggunakan software surpac. Data pembanding yang digunakan untuk meneliti tingkat akurasi orthophoto adalah data total station. Penelitian menggunakan titik GCP (ground control point) yang berbeda-beda dengan ketinggian yang sama. Ketelitian yang dihasilkan pun berbeda-beda, dengan nilai deviasi terkecil yaitu sebesar titik koordinat x=1,5 meter y= 1,7 meter dan z =0,6 meter. Dengan deviasi volume terkecil yaitu 82,75 bcm dan deviasi volume terbesar yaitu 35.029,75 bcm. Faktor yang mempengaruhi tingkat akurasi pada titik koordinat adalah ketinggian terbang drone dalam pengambilan foto, hardware Pc yang digunakan, pemrosesan point cloud, ukuran GCP (ground control point) yang cukup kecil dan pemilihan titik GCP (ground control point) pada saat pembuatan orthophoto. Sedangkan faktor yang mempengaruhi tingkat akurasi pada perhitungan volume adalah adanya deviasi koordinat x,y,z antara hasil orthophoto dan total station serta disrtibusi sebaran GCP (ground control point).
Analisis daya tampung dan kemampuan treatment settling pond berdasarkan data curah hujan di PT Adaro Indonesia Febriyanti, Sonia; Riswan, Riswan; Arief, Muhammad Zaini
Jurnal Himasapta Vol 8, No 3 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 03 Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i3.10835

Abstract

Manajemen air penting untuk diperhatikan dalam industri tambang, sehingga dilakukan suatu metode sistem penyaliran tambang untuk penanganan air yang akan mencemari sungai, danau, maupun lingkungan sekitar dengan cara pembuatan kolam pengendapan (settling pond). Adapun perhitungan debit air yang masuk pada inlet kolam pengendapan sebesar 264, Perhitungan debit air yang masuk pada inlet kolam pengendapan sebesar 264,805 m³/detik dan dengan jam hujan maksimal selama 1 jam sehingga material padatan yang terlarut dalam air tidak semuanya terendapkan. Padatan yang berhasil terendapkan dalam waktu sehari dengan jam hujan maksimal per hari adalah 1 jam yaitu, pada bulan Oktober berhasil mengendapkan sebesar 278,54 m³/hari dengan rata-rata 8,99 m³/hari, pada bulan November berhasil mengendapkan sebesar 439,80 dengan rata-rata 14,66 m³/hari, dan pada bulan Desember berhasil mengendapkan sebesar 951,82 m³/hari dengan rata-rata 30,70 m³/hari. Berdasarkan perhitungan kolam pengendapan ideal, persentase pengendapan, kolam tersebut mampu mengendapkan material secara baik. Dikarenakan setiap harinya hanya mengendapkan kurang dari 200 mg/l sesuai baku mutu yang ditetapkan peraturan daerah. Sehingga kemampuan treatment tersebut mampu mengendapkan sesuai dengan kapasitas kolam yaitu 40.000 m³.
Analisis nilai powder factor untuk optimalisasi kegiatan peledakan di area pit tutupan PT Saptaindra Sejati Kahfi, Muhammad; Santoso, Eko; Arief, Muhammad Zaini
Jurnal Himasapta Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 01 April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v9i1.12181

Abstract

Powder Factor (PF) adalah salah satu faktor yang sangat diperhatikan dalam suatu kegiatan peledakan. Pada kegiatan peledakan nilai powder factor ini dapat dijadikan suatu acuan dalam menilai keberhasilan dari suatu kegiatan peledakan. Dari nilai powder factor ini, akan mempengaruhi beberapa faktor diantaranya fragmentasi batuan hasil peledakan dan digging time alat gali muat. Metode analisis fragmentasi batuan hasil peledakan yang digunakan adalah dengan menggunakan software split desktop 4.0 untuk mengetahui nilai persentase fragmentasi aktual menggunakan image analysis. PT Saptaindra Sejati menetapkan standar nilai powder factor yakni 0,15 – 0,30 Kg/m3 dan persentase fragmentasi ukuran boulder 75-100 cm yang ditargetkan tidak lebih dari 15% dan digging time yang di rencanakan PT Adaro selaku owner yaitu 12 detik. Berdasarkan hasil penelitian di 8 kali peledakan, didapatkan nilai powder factor berada pada 0,19-0,27 Kg/m3. Kemudian fragmentasi boulder 75-100 cm didapatkan persentase 8-36% belum memenuhi target fragmentasi karena ada faktor lain yang mempengaruhi yaitu bahan peledak yang memerlukan geasing. Kemudian digging time aktual didapatkan nilai rata-rata dari 9-12 detik memenuhi target optimum perusahaan, nilai powder factor yang paling optimum adalah 0.27 kg/m3.
Estimasi sumberdaya dan cadangan batuan ultrabasa Desa Awang Bangkal Barat Maulana, Robby; Noor, Rudy Hendrawan; Arief, Muhammad Zaini
Jurnal Himasapta Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 02 Agustus 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v9i2.13286

Abstract

Awang Bangkal Barat merupakan daerah perbukitan yang memiliki potensi batuan berharga. Foto udara diolah untuk proses ortomosaik foto dan membangun DEM. Software yang digunakan untuk memproses data spasial dan estimasi adalah ArcGIS dan Surpac. Hasil estimasi sumberdaya pada sembilan IUP di daerah penelitian berturut turut soil dan fresh rock antara lain CV BBB: 18.725 m3 dan 365.900 m3, CV Bumi Sejahtera: 42.875 m3 dan 1.801.000 m3, CV Habibi: 14.950 m3 dan 194.950 m3, CV PP: 28.250 m3 dan 2.703.425 m3, CV SR: 24.125 m3 dan 672.375 m3, CV MMK: 34.200 m3 dan 3.644.400 m3, KP BUB:  27.800 m3 dan 1.651.025 m3, PT H.M. Taher: 20.675 m3 dan 1.051.200 m3, PT JB: 20.675 m3 dan 1.051.200 m3. Hasil estimasi cadangan berturut turut soil dan fresh rock antara lain CV BBB: 23.301 m3 dan fresh rock 325.900 m3, CV BS: 42.750 m3 dan 1.063.925 m3, CV Habibi: 15.625 m3 dan 108.475 m3, CV PP: 23.675 m3 dan 307.225 m3, CV SR: 9.650 m3 dan 47.325 m3, CV MMK: 21.825 m3 dan 598.675 m3, KP BUB: 47.325 m3 dan 737.700 m3, PT H.M. Taher: 21.575 m3 dan 265.525 m3, PT JB: 19.900 m3 dan 179.950 m3.
Analisis Kestabilan Lereng Tumpukan Batubara ROM pada PT Adaro Indonesia Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan Arni, Akbar; Hakim, Romla Noor; Arief, Muhammad Zaini
Jurnal Himasapta Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i3.18169

Abstract

Dalam kegiatan pertambangan, batubara yang telah ditambang akan disimpan sementara di ROM (Run of Mine) sebelum diangkut ke pelabuhan dan dijual. Ketika tidak terjadi proses bargaining, batubara yang berasal dari pit akan terus menumpuk di ROM. Penumpukan ini menyebabkan bertambahnya luas dan tinggi tumpukan batubara seiring dengan berjalannya aktivitas penambangan. Peningkatan tinggi tumpukan tersebut berbanding lurus dengan meningkatnya potensi terjadinya longsor. Oleh sebab itu, diperlukan kajian geoteknik untuk menganalisis stabilitas lereng dan memperkirakan risiko longsor pada tumpukan batubara di ROM. Pengambilan dan pengumpulan data dilakukan secara berkala selama dua bulan agar data yang diperoleh bersifat representatif dan dapat digunakan sebagai dasar penelitian. Data yang dikumpulkan meliputi tinggi dan sudut kemiringan lereng tumpukan batubara, geometri tumpukan, jenis serta spesifikasi alat yang beroperasi di ROM, data uji laboratorium batubara, dan data hasil uji CBR. Hasil analisis menunjukkan bahwa tinggi maksimum tumpukan batubara yang aman diterapkan di ROM 19 adalah 15 meter dengan faktor keamanan (FK) ≥ 1,2. Desain geometri tumpukan batubara di ROM 19 menggunakan kombinasi lereng dengan dua bench, yaitu bench pertama setinggi 8 meter dan bench kedua setinggi 7 meter, masing-masing dengan sudut kemiringan 30° dan jarak antar-bench sebesar 8 meter. Kata-kata kunci: faktor keamanan, geometri lereng, kestabilan lereng, run of mine ABSTRACTIn mining operations, coal extracted from the pit is temporarily stored at the Run of Mine (ROM) area prior to transportation to the port and final sale. When no bargaining process occurs, coal continues to accumulate at the ROM, leading to an increase in both the height and area of the stockpile as mining activities progress. The increase in stockpile height is directly associated with a higher risk of slope instability and potential failure. Therefore, a geotechnical assessment is required to evaluate slope stability and to estimate the risk of failure in coal stockpiles at the ROM. Data collection was conducted periodically over a two-month period to ensure representative results for this study. The collected data included the actual height and slope angle of the coal stockpile, stockpile geometry, types and specifications of equipment operating at the ROM, laboratory test results of coal samples, and California Bearing Ratio (CBR) test data.The analysis results indicate that the maximum safe coal stockpile height applicable at ROM 19 is 15 m, with a factor of safety (FS) ≥ 1.2. The proposed stockpile geometry at ROM 19 adopts a combined slope configuration with two benches. The first bench has a height of 8 m with a slope angle of 30°, while the second bench has a height of 7 m with a slope angle of 30°, and the horizontal distance between the two benches is 8 m. Keywords: safety factor, slope geometry, slope stability, run of mine