Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INOVASI PELAYANAN PUBLIK ELEKTRONIK SISTEM APLIKASI BANTUAN KOTA (SABAKOTA) KOTA TANGERANG Latifah Latifah; Adie Dwiyanto Nurlukman; Ahmad Chumaedy; Arif Ginanjar Suryatman
Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik Vol 10 No 1 (2023): Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37606/publik.v10i1.470

Abstract

Sabakota is an electronic Tangerang City Assistance Application System) is an innovation of the Tangerang City Communication and Informatics Service aimed at preventing problems related to the transparency of grant funds and social assistance and providing convenience for grant applicants. The purpose of this study is to describe Sabakota's electronic Public Service Innovation. This research uses qualitative descriptive research. The research focus uses the theory of innovation success factors according to Cook, Mattews and Irwin consisting of Leadership, Management / Organizatin, Risk Management, Human Capital and Technology. The results of this study show that Sabakota's electronic service innovation has been running quite well even though in its implementation there are obstacles. This is evidenced by analysis using innovation success factors, among others. The leadership factor held by the person in charge of Sabakota's service innovation has shown its role, responsibility and commitment well. Management/Organization factors related to policy strategies and network improvement have been well done. The Risk Management factor shows that there are still obstacles in the difficulty of changing the habit of grant applicants to apply toelectronic systems, low digital literacy of the community, as well as obstacles in technical implementation, the Human Capital Factor shows that in terms of the quality of Human Resources has been adequate but still lacking in terms of quantity.
Pemahaman Masyarakat Dalam Kekerasan Seksual pada Anak (Studi di Kelurahan Sudimara Selatan) Rafly Irgi Yosseka; Arif Ginanjar Suryatman
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.6966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman masyarakat terhadap kekerasan seksual pada anak di Kelurahan Sudimara Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sudah optimalnya pemberian edukasi yang dilakukan oleh pemerintah (Kelurahan Sudimara Selatan), namun masih terdapat minimnya pengetahuan masyarakat tentang kekerasan seksual pada anak. Sebagian masyarakat beranggapan bahwa pemerkosaan sebagai bentuk kekerasan seksual tanpa menyadari bentuk-bentuk kekerasan seksual lainnya. Faktor dari penyebab terjadinya kekerasan seksual adalah minimnya pengetahuan masyarakat, rendahnya pendidikan, lingkungan, dan masih terbatasnya kepercayaan masyarakat pada aparat penegak hukum. Penelitian ini perlu adanya konsistensi pemerintah, aparat penegak hukum untuk mensosialisasikan kekerasan seksual pada anak kepada Masyarakat yang melibatkan tokoh masyarakat serta adanya penegakkan hukum yang berpihak kepada korban.
OMNIBUS LAW KETENAGAKERJAAN DAN KESEJAHTERAAN PEKERJA DI KOTA TANGERANG Dina Sabila Putri; Tito Inneka Widyawati; achmad Kosasih; Arif Ginanjar Suryatman; Muljadi Muljadi
Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum Vol 5, No 2 (2026): JPS (Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum)
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jps.v5i2.3073

Abstract

ABSTRACTThe implementation of Law No. 11 of 2020 on Job Creation (Omnibus Law) in the field of labor aims to introduce a series of changes to labor regulations. This study aims to examine the Omnibus Law as a piece of legislation governing labor and worker welfare. This study employs Antonio Gramsci’s Theory of Hegemony to explain the power relations among the state, corporations, and workers, as well as Public Policy Theory to analyze the gap between the normative objectives of the policy and the empirical outcomes of its implementation. This study employs a qualitative method, and the informants include workers, labor union representatives, and the Tangerang City Department of Labor. The results indicate that, more than five years after the implementation of the Omnibus Law, there has been an increase in the number of industries operating in a relatively more conducive environment in Tangerang City. The policy has successfully facilitated business operations and expanded investment opportunities for companies. However, the increase in investment and industrial growth has not been fully accompanied by an improvement in workers’ welfare. This study concludes that the Labor Omnibus Law has had a positive impact on industrial growth and development in Tangerang City, but its effectiveness in improving workers’ welfare remains suboptimal. ABSTRAKImplementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Omnibus Law) dalam bidang ketenagakerjaan yaitu, untuk memperkenalkan serangkaian perubahan regulasi ketenagakerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti Omnibus Law sebagai suatu Undang-Undang yang mengatur ketenagakerjaan dan kesejahteraan pekerja. Penelitian ini menggunakan Teori Hegemoni Antonio Gramsci untuk menjelaskan relasi kuasa antara negara, korporasi, dan pekerja, serta Teori Kebijakan Publik untuk menganalisis kesenjangan antara tujuan normatif kebijakan dan hasil empiris implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan informan pada penelitian ini yaitu, pekerja, perwakilan serikat buruh, dan Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang. Hasil penelitian menunjukkan setelah lebih dari 5 tahun implementasi Omnibus Law, terdapat peningkatan jumlah industri yang relatif lebih kondusif di Kota Tangerang. Kebijakan tersebut berhasil mendorong kemudahan berusaha dan memperluas peluang investasi perusahaan. Namun demikian, peningkatan investasi dan pertumbuhan industri belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan kesejahteraan pekerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Omnibus Law Ketenagakerjaan memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan industri di Kota Tangerang, tetapi efektivitasnya dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja masih belum optimal.