Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SKRINING FITOKIMIA DAN PROFIL KLT METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK ETANOL DAUN MIANA (Coleus scutellarioides benth) Nurwani Purnama Aji; Yuska Noviyanty; Riza Fahlevi
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v6i2.10689

Abstract

Indonesia merupakan Negara tropis yang memiliki beraneka ragam tumbuhan obat  yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia. Masyarakat tidak menyadari bahwa tumbuhan perkarangan rumah dapat dimanfaatkan yang mempunyai kandungan obat atau dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Salah satu tanaman yang dikenal masyarakat Indonesia adalah daun miana (Coleus scutellarioides benth). Tujuan penelitian ini adalah melakukan skrining fitokimia ekstrak etanol dau miana dan pengujian dengan kromatografi lapis tipis (KLT)Ekstrak daun miana diperoleh dengan cara maserasi dengan menggunakan etanol 96 % kemudian dilakukan skrining fitokimia serta uji penegasan dengan menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT).Hasil skrining fitokimia menunjukan bahwa ekstrak daun miana (Coleus scutellarioides benth) mengandung senyawa alkaloid, steroid, tannin, saponin, dan flavonoid. Berdasarkan hasil uji penegasan menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT) didapat hasil positif meliputi flavonoid, tannin, saponin dan alkaloid dengan masing masing nilai rf pada sampel, flavonoid : 0,86, tannin : 0,63, saponin: 0,68, dan alkaloid : 0,89
Review Analisis Uji Hedonik Dan Aktivitas Antioksidan Sediaan Tablet Hisap Dari Serbuk Sari Buah Raspberry (Rubus idaeus L.) Eka Putri Wiyati; Nurwani Purnama Aji; Anggela Medianah
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/m6zdta62

Abstract

Pendahuluan: Tubuh yang memproduksi radikal bebas berlebih dapat mengalami stres oksidatif, sehingga dibutuhkan antioksidan untuk menetralkannya. Raspberry (Rubus idaeus L.) mengandung senyawa antioksidan alami seperti vitamin dan flavonoid, sehingga berpotensi diformulasikan menjadi tablet hisap yang praktis, terutama bagi anak-anak dan dewasa yang kesulitan menelan. Penelitian ini bertujuan merumuskan dan mengevaluasi tablet hisap dari sari buah raspberry (Rubus idaeus L.). Metode: Sari buah raspberry (Rubus idaeus L.) dikeringkan, dihaluskan, dan diformulasikan menggunakan metode granulasi basah dengan tambahan manitol, laktosa, PVP K-30, talkum, dan Mg stearat. Tablet dibuat dalam tiga variasi konsentrasi serbuk sari buah, yaitu 20%, 30%, dan 50%. Pengujian uji hedonik dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil dan Pembahasan: Hasil menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik tablet hisap. Formula terbaik adalah formula III dengan konsentrasi 50%, yang dimana aroma, tekstur dan warna banyak disukai responden. Kesimpulan: Antioksidan memiliki nilai IC₅₀ 195,52 ppm, menunjukkan aktivitas antioksidan sedang.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Sirup Ekstrak Etanol Daun Miana (Coleus scutellarioides (L.) Benth). Nenni Rahmi Hasibuan; Nurwani Purnama Aji; Eka Putri Wiyati; Betna Dewi
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i3.118

Abstract

Daun miana (Coleus scutellarioides (L.) Benth.) dikenal memiliki banyak kandungan senyawa metabolit sekunder, termasuk flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan fenolik, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan dasar sediaan herbal. Penelitian ini dibuat untuk memformulasikan ekstrak etanol daun miana ke dalam bentuk sediaan sirup sekaligus mengevaluasi sifat fisiknya. Ekstrak didapat melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, selanjutnya diformulasikan ke dalam empat tingkat konsentrasi, yakni F0 (0%), F1 (6%), F2 (8%), dan F3 (10%). Evaluasi fisik sediaan mencakup uji organoleptik, pH, homogenitas, kejernihan, viskositas, waktu tuang, volume terpindahkan, dan massa jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat formula sirup ekstrak etanol daun miana berhasil memenuhi seluruh persyaratan evaluasi fisik yang ditetapkan. Nilai pH sediaan berada pada rentang 4,62–4,78, sementara viskositas menunjukkan tren peningkatan seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak yang digunakan. Waktu tuang tercatat memenuhi persyaratan, volume terpindahkan sesuai dengan ketentuan Farmakope Indonesia, dan massa jenis pada seluruh formula tercatat lebih dari 1,2 g/mL. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun miana sudah berhasil di formulasikan menjadi sebuah sediaan sirup dengan sifat fisik yang memenuhi standar, sehingga membuka peluang pengembangannya lebih lanjut sebagai sediaan herbal oral.
Formulasi Dan Uji Iritasi Sediaan Gel Ekstrak Buah Senduduk Bulu (Miconia crenata (Vahl) Michelang Pada Kelinci Jantan (Oryctolagus cuniculus) Muhamad Deni Saputra; Luky Dharmayanti; Dewi Winni Fauziah; Nurwani Purnama Aji
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i3.128

Abstract

: Buah senduduk bulu (Miconia crenata (Vahl) Michelang) mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, dan fenolik yang berpotensi dijadikan bahan aktif pada sediaan topikal. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi ekstrak buah senduduk bulu menjadi gel sekaligus menilai sifat fisik serta tingkat iritasi pada kelinci jantan. Penelitian bersifat eksperimental dengan proses ekstraksi menggunakan metode maserasi etanol 96 %. Ekstrak tersebut kemudian diformulasikan menjadi empat persiapan: F0 tanpa ekstrak, F1 dengan konsentrasi 4 %, F2 dengan 6 %, dan F3 dengan 8 %. Penilaian sediaan meliputi sifat organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, serta uji iritasi akut dermal yang dipantau melalui munculnya eritema dan edema pada 24, 48, dan 72 jam. Hasil menunjukkan rendemen ekstrak sebesar 12 %. Semua formula bersifat homogen dan memenuhi standar pH, daya sebar, daya lekat, serta viskositas, dengan rentang pH antara 5,11–5,87. Indeks iritasi primer untuk F1, F2, dan F3 masing-masing sebesar 1,6; 1,8; dan 2,4, menandakan iritasi ringan hingga sedang. F3 dipilih sebagai formula terbaik berdasarkan sifat fisiknya, namun penggunaannya harus mempertimbangkan aspek keamanan karena menimbulkan iritasi sedang. Dengan demikian, ekstrak buah senduduk bulu berpotensi dikembangkan menjadi bahan aktif gel topikal, meskipun diperlukan evaluasi keamanan lebih lanjut.