Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Perempuan Disabilitas Melalui Upaya Menanggalkan Charity Based di Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan Nurul Fadhillah; Surianto Mappangara
Jurnal Kemitraan Responsif untuk Aksi Inovatif dan Pengabdian Masyarakat Volume 1 Issue No. 1: Juli 2023
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/kreativa.v1i1.20236

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan metode ceramah dalam bentuk kegiatan konferensi nasional. Kegiatan ini memaparkan hasil riset terkait perempuan disabilitas di Indonesia. Total ada 100 lebih audiens yang bergabung dalam konferensi, 8 periset, dan 4 orang penanggap. Tujuan pengabdian ini adalah meredefinisi posisi perempuan disabilitas di ruang-ruang publik dan merekomendasikan beberapa kebijakan pemerintah yang harus sensitif GEDSI terkait pemberian keterampilan kerja. Pengabdian dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom dan Live Youtube. Metode yang digunakan berbentuk presentasi, diskusi, dan tanya jawab, hingga diakhir kegiatan dilakukan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah meluasnya pemahaman masyarakat terkait perempuan disabilitas, kebijakan terkait pemberian pelatihan kerja bagi disabilitas, dan perubahan cara pandang yang tidak lagi melihat satu-satunya solusi bagi perempuan disabilitas adalah berbentuk charity based. 
KAJIAN SEMIOTIKA: MAKNA SIMBOLIK SULAPA’ EPPA DALAM MOTIF BALO LOBANG PADA LIPA’ SABBE BUGIS Andi Fauziyah Hijrina Fatimah; Nurul Fadhillah; Andi Taslim Saputra
KAGANGA KOMUNIKA: Journal of Communication Science Vol 8 No 1 (2026): Edisi 14
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/kagangakomunika.v8i1.7429

Abstract

Lipa’ sabbe (Bugis silk sarong) is a textile that has been designated as an Intangible Cultural Heritage (ICH) of Indonesia since 2016. The balo lobang motif visually has a very close connection with the sulapa’ eppa (four sides) philosophy, which represents cosmological balance in the Bugis worldview. This research aims to uncover the symbolic meaning of sulapa’ eppa in the balo lobang motif on Bugis lipa’ sabbe. This type of research uses an interpretative qualitative research method, which seeks to find meaning in a phenomenon to investigate issues related to specific individuals, thereby gaining direct insight into their activities. The results of this study found interpretations related to the perspectives of representamen, object, and interpretation. This research outlines that the semiotic approach is crucial for understanding cultural artifacts as tools for generating meaning. According to the findings of this research, symbolic meanings must be revived in cultural practices. In this process, the symbolic values contained in the motifs tend to be simplified or even lose their relevance in social practice.   Keywords: Semiotics, Meaning, Lipa’ Sabbe, Balo Lobang, Sulapa’ Eppa
Menantang Maskulinitas Hegemonik Lewat Maskulinitas Alternatif: Analisis Representasi Pria dalam Produk Axe dan Kahf Nurul Fadhillah; Nurjayanti Nurjayanti
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss2pp229-244

Abstract

Iklan tidak hanya mempromosikan produk, tetapi juga mereproduksi nilai sosial, termasuk maskulinitas. Lanskap periklanan Indonesia saat ini menunjukkan pertarungan narasi antara maskulinitas hegemonik yang direpresentasikan oleh merek global seperti Axe dan kemunculan maskulinitas alternatif yang diusung oleh merek lokal seperti Kahf. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana audiens muda yang kritis memaknai kedua representasi tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana mahasiswa Desain Komunikasi Visual semester pertama sebagai audiens muda yang melek visual, memaknai, menegosiasikan, dan merefleksikan representasi maskulinitas dalam iklan Axe dan Kahf. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi resepsi yang melibatkan 28 mahasiswa DKV sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui analisis interpretasi visual partisipan dalam bentuk presentasi secara pribadi. Hasilnya menunjukkan adanya pemaknaan yang sangat kontras. Pria Axe dipersepsikan sebagai perwujudan maskulinitas hegemonik yang modern, stylish, dominan, dan berpusat pada daya tarik seksual untuk validasi eksternal yang dianggap tidak realistis. Sebaliknya, pria Kahf dimaknai sebagai representasi maskulinitas alternatif karena ia religius, bertanggung jawab, tenang, dan berfokus pada kekuatan karakter internal. Representasi Kahf dinilai jauh lebih relevan, jujur, dan aspiratif bagi realitas kehidupan mahasiswa di Makassar. Kesimpulannya, terjadi pergeseran yang signifikan di kalangan audiens muda kritis, dari citra pria performatif menuju maskulinitas yang otentik dan berbasis nilai. Hal ini menandakan bahwa relevansi budaya dan nilai-nilai positif kini menjadi kunci untuk membangun koneksi dengan Generasi Z di Indonesia.