Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Optimizing a Local Resource-Based Business Model for the Gadod Weaving Industry: Increasing Brand Awareness and Customer Engagement Muhammad Khoirul Umam; Askarno Askarno; Bagaskara Nur Rochmansyah
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 5 No. 4 (2025): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v5i4.1176

Abstract

The Gadod Weaving Industry in Majalengka, a cultural heritage of high value, faces challenges due to low brand awareness and customer engagement caused by a traditional business model that has not undergone digital transformation. This research aims to optimize a business model based on local resources through collaboration between culture and digital technology to increase brand awareness and customer engagement. This study uses a descriptive qualitative approach with a case study on Gadod Weaving artisans in Nunuk Baru Village. The research findings present a business model design for Tenun Gadod based on local resources, emphasizing community collaboration, cultural storytelling, and digital marketing. The digital campaign "Gadod Weaving for the World" showed significant improvements: content reach exceeded 32,000 impressions with 65.2% new audience, an interaction rate of 1.83% (exceeding the national average), a +211% increase in website active users, and a +306% increase in online interaction activity. The main outcomes of this research include the BMC-VPC business model, branding strategy, training for local content creators, and digital collaboration with regional media. The implementation of the R.A.I.S.E method has proven effective in integrating research, business strategy, and culture-based digital promotion. The research results demonstrate that cultural storytelling and cross-sector collaboration can increase the economic value and image of Tenun Gadod as a highly competitive local product. This strategy has the potential to be replicated in other traditional weaving industries, supporting cultural preservation while strengthening the creative economy in the region.
Strategi Pengembangan Industri Halal di Indonesia: Berdasarkan Nilai-Nilai Maqasid Syariah dengan Analisis 4C Diamond pada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Shofiyullah Romdoni; Dewi Fatmasari; Aan Jaelani; Muhammad Khoirul Umam
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i8.7902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan industri halal Indonesia berdasarkan perspektif maqasid syariah, mengevaluasi efektivitas peran Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam mendukung pengembangan industri halal, serta merumuskan strategi pengembangannya menggunakan pendekatan 4C Diamond. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh besarnya potensi industri halal Indonesia yang belum diikuti oleh optimalnya daya saing global dan kesiapan ekosistem halal nasional dalam menghadapi implementasi wajib sertifikasi halal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi terhadap informan yang berasal dari BPJPH, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), dan pelaku UMKM halal. Analisis data dilakukan menggunakan analisis 4C Diamond, STEEPLE, TOWS Matrix, serta validasi maqasid syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan industri halal Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama pada aspek tata kelola kelembagaan, akses sertifikasi halal bagi UMKM, transformasi digital layanan, dan harmonisasi standar halal global. Penelitian menghasilkan empat strategi utama, yaitu: (1) akselerasi daya saing global melalui penguatan keunggulan fiqh Indonesia; (2) transformasi digital layanan sertifikasi halal untuk memperluas akses UMKM; (3) penguatan integritas sistem sertifikasi dalam menghadapi tekanan standar global; dan (4) penguatan tata kelola serta akuntabilitas kelembagaan BPJPH. Seluruh strategi tersebut selaras dengan lima dimensi maqasid syariah dan menghasilkan model Strategic Halal Governance sebagai kerangka pengembangan industri halal yang berorientasi pada kemaslahatan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur melalui integrasi pendekatan 4C Diamond dan maqasid syariah dalam perumusan strategi pengembangan industri halal, serta memberikan rekomendasi bagi penguatan ekosistem halal nasional secara berkelanjutan.