Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENYULUHAN MEMBANGUN HUBUNGAN KEPEMINPINAN YANG BAIK ANTARA PEMIMPIN DAN BAWAHAN DI DESA MALINAU KOTA Nurjannah; Iis Latifah; Muhammad Rifky Kurniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Paguntaka Vol. 1 No. 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Jumpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan yang baik antara pimpinan dan bawahan adalah esensi dari keberhasilan di lingkungan kerja. Ini menciptakan landasan kuat untuk produktivitas, motivasi, dan harmoni dalam tim. Hubungan yang baik ini dibangun di atas dasar komunikasi terbuka, kepercayaan, dan keterlibatan. Pimpinan yang mendukung perkembangan bawahan, bersikap adil, dan menghargai kontribusi mereka, sementara juga mengelola konflik secara konstruktif, dapat menciptakan lingkungan kerja yang positif. Penghargaan dan pengakuan atas pencapaian, bersama dengan keteladanan dalam perilaku dan sikap, membantu mempertahankan hubungan yang kuat. Dengan demikian, hubungan yang baik antara pimpinan dan bawahan bukan hanya kunci kesuksesan di tempat kerja, tetapi juga memperkaya pengalaman profesional dan pribadi mereka.
Morfologi trikoma dan respons terhadap stres biotik pada tanaman cabai rawit dengan perlakuan pupuk organik Nurul Chairiyah; Aditya Murtilaksono; Nurjannah; Muh. Adiwena; Muttaqien; Siti Agustia Lastari
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.13056

Abstract

Trichomes play a role in protecting plants from herbivores and pathogens, and their formation can be influenced by nutrient availability and environmental factors. This study examined the effect of liquid organic fertilizer (POC) on the development of leaf trichomes in cayenne pepper (Capsicum frutescens) grown on ultisol soil in Tarakan, Indonesia. The experiment used a completely randomized design with seven fertilization treatments: control (P0), NPK (P1), and POC at concentrations of 5–15 g/L (P2–P6), each replicated four times. Leaf samples collected 45 days after transplanting were cleared, stained, and observed microscopically. Several types of trichomes were identified, with non-glandular forms observed more frequently than glandular ones, mainly located along the abaxial midrib and veins. Variation in trichome number and form appeared to increase in plants treated with higher POC concentrations (10–15 g/L). Occasional fungal structures were noted on some leaf surfaces, coinciding with the presence of glandular trichomes. These observations suggest that POC application may influence trichome development in cayenne pepper under field conditions, providing preliminary morphological information relevant to organic fertilization practices on marginal soils.
Pelatihan Hidroponik sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat untuk Mengurangi Stigma ‘Kampung Narkoba’ di Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah Banyuriatiga; Mardhiana; Nia Kurniasih Suryana; Etty Wahyuni; Ahmad Mubarak; Dewi Elviana CCW; Muh.Adiwena; Dwi Santoso; Nove Kurniati Sari; Nurjannah; Nurul Chairiyah; Andri Yogi Adyatma Prasetyo
JURPIKAT Vol 6 No 4 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i4.2793

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Selumit Pantai, Kecamatan Tarakan Tengah, yang selama ini menghadapi stigma negatif sebagai “kampung narkoba”. Permasalahan utama terletak pada minimnya aktivitas produktif dan keterbatasan lahan yang berimplikasi pada rendahnya kesejahteraan serta tingginya risiko sosial. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), program pelatihan hidroponik diterapkan sebagai solusi pemberdayaan berbasis partisipasi warga. Kegiatan mencakup Focus Group Discussion, pembangunan instalasi, penyemaian, pembuatan nutrisi, hingga panen. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan teknis, motivasi, serta munculnya aktivitas ekonomi rumah tangga melalui penjualan hasil hidroponik. Secara sosial, kegiatan ini berhasil memperkuat kohesi warga dan mengubah citra lingkungan menjadi lebih positif. Pelatihan hidroponik terbukti efektif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat pesisir melalui peningkatan kapasitas, ketahanan pangan, dan transformasi sosial yang berkelanjutan.
Optimalisasi Pengelolaan Pekarangan Berbasis Pelatihan untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Keluarga pada KWT Dahlia di Kelurahan Juata Permai Nurul Chairiyah; Nur Indah Mansyur; Titik Ismandari; Eko Hary Pudjiwati; Siti Zahara; Muh. Adiwena; Nurjannah; Andi; Syamsir
JURPIKAT Vol 7 No 1 (2026): 7.1 2026
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2951

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Dahlia dalam pengelolaan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga di Kelurahan Juata Permai, Kota Tarakan. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan budidaya hortikultura, khususnya pada pembibitan, penyiapan media tanam, dan pemanfaatan teknologi lahan sempit. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui tahapan identifikasi aset dan kebutuhan, penyuluhan, pelatihan berbasis praktik (learning by doing), pendampingan dosen dan mahasiswa, serta evaluasi partisipatif. Kegiatan difokuskan pada budidaya sayuran hortikultura melalui sistem hidroponik dan media polybag. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi anggota KWT, dengan rata-rata skor pengetahuan dan keterampilan meningkat dari sekitar 40% menjadi 80%. Selain peningkatan kapasitas teknis, kegiatan ini juga meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan partisipasi kelompok dalam pemanfaatan pekarangan secara produktif. Program ini berkontribusi pada penguatan kemandirian pangan keluarga serta pemberdayaan perempuan melalui pengelolaan pertanian pekarangan berkelanjutan di wilayah perkotaan. Abstract: This community service program aimed to enhance the capacity of the Dahlia Women Farmers Group (KWT) in managing home gardens to support household food security in Juata Permai Subdistrict, Tarakan City. The main problems faced by the group included limited knowledge and technical skills in horticultural cultivation, particularly in seedling preparation, growing media management, and the application of small-scale cultivation technologies. The program was implemented using an Asset-Based Community Development (ABCD) approach through stages of asset and needs identification, counseling, hands-on training (learning by doing), mentoring involving lecturers and students, and participatory evaluation. Activities focused on horticultural crop cultivation using hydroponic systems and polybag media. Evaluation results showed a significant improvement in participants’ competencies, with average knowledge and skill scores increasing from approximately 40% before the program to 80% after the intervention. In addition to technical capacity building, the program also enhanced participants’ motivation, self-confidence, and group participation in utilizing home gardens productively. Overall, this activity contributed to strengthening household food independence and empowering women through sustainable urban home garden management.