Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Kinerja Simpang Tak Bersinyal pada Simpang Jalan Riau - Jalan Kayu Manis Kota Pekanbaru Husaini, M. Fahri; Horas Saut Maringan Marpaung; Alfian Malik
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sipil Vol. 2 No. 1 (2023): VOL 2 NO 1 (JULI 2023)
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56208/jtrs.v2.i1.hal10-14

Abstract

Simpang Jalan Riau - Jalan Kayu Manis termasuk simpang tiga lengan tak bersinyal yang berada di Kota Pekanbaru dan sering mengalami kemacetan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja simpang tak bersinyal Jalan Riau - Jalan Kayu Manis. Metode perhitungan kinerja simpang tak bersinyal ini berpedoman kepada MKJI 1997. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa arus puncak adalah hari Kamis 21 Juli 2022 dengan hasil Q = 3.132 smp/jam, C = 2.727 smp/jam, DS = 1,15, D = 30,75 det/smp dengan tingkat pelayanan D. Sehingga DS telah melebihi nilai yang diisyaratkan MKJI 1997 (DS ≤ 0,75) dan tingkat pelayanan telah melewati berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 96 Tahun 2015. Setelah dilakukan penanganan simpang ternyata efektif, nilai DS menjadi 0,74 dan tingkat pelayanan menjadi B sehingga sudah memenuhi nilai yang diisyaratkan.
ANALISIS KELAYAKAN POMPANISASI AIR IRIGASI DAERAH IRIGASI RAWA SEPOTONG KABUPATEN BENGKALIS Harry Dias Darmawan; Siswanto; Yohanna Lilis Handayani; Mardani Sebayang; Horas Saut Maringan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sipil Vol. 3 No. 2 (2024): VOL 3 NO 2 (NOVEMBER 2024)
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jtrs.3.2.01-10

Abstract

Kabupaten Bengkalis merupakan daerah luas persawahan 5.014 ha. Luasnya lahan persawahan merupakan potensi yang dapat mendukung tersedianya pangan guna mencukupi kebutuhan lokal maupun regional. Keseriusan dan komitmen Pemda Kabupaten Bengkalis dalam membangun ketahanan pangan diwujudkan dengan rencana membangun sistem irigasi guna mengairi 1500 ha lahan persawahan yang kekurangan air ketika musim kemarau. Salah satu daerah irigasi rawa di Kabupaten Bengkalis tentang kriteria dan penetapan status Daerah Irigasi, yaitu Daerah Irigasi Rawa Sepotong khususnya di Desa Langkat dengan luas 326 ha mengalami kekurangan air di musim kemarau. Hal ini disebabkan debit air hujan pada saat itu tidak mencukupi atau kecil sehingga tidak dapat mengairi daerah irigasi yang ada. Selain itu, elevasi muka air pada saat musim kemarau lebih rendah dibandingkan dengan elevasi sawah. Peneltian ini dilakukan dengan menggunakan berbagai data sekunder dan menganalisis kelayakan pembangunan pompanisasi irigasi di daerah Daerah Irigasi Rawa Sepotong. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, didapat ketersediaan debit andalan (Q80) Sungai Siak Kecil dengan metode F.J Mock sebesar 58,315 m3/s dengan kebutuhan air irigasi terbesar pada bulan Agustus periode I sebesar 0,61 m3/s. Dengan tingkat ketersediaan air yang sangat tinggi dibandingkan dengan kebutuhan air irigasi daerah tersebut, maka secara teknis pembangunan pompanisasi irigasi ini layak dilaksanakan dan layak secara ekonomi, dengan nilai NPV = Rp. 5.960.314.848, IRR = 19,3%, dan BCR = 1,16.
Properties of concrete containing crumb rubber and rice husk ash mixing with peat water Abdurrahman, Habib; Alfikri, Nur; Rijaldo, Arief; Qoryati, Mia; Marpaung, Horas Saut Maringan; Wibisono, Gunawan; Olivia, Monita
Journal of Applied Materials and Technology Vol. 6 No. 2 (2025): March 2025
Publisher : Faculty of Engineering Universitas Riau and Applied Materials and Technology Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/Jamt.6.2.79-89

Abstract

This study compares the effects of peat water and normal water as mixing and curing water on the properties of crumb rubber and rice husk ash concrete (CR-RHA). The number of crumb rubber and rice husk ash used on the concrete followed the optimum mixture from a previous study, which was 5% and 10%, respectively. The crumb rubber was treated to overcome the lack of adhesion by soaking it in water for 24 hours. Normal concrete (PCC) was also cast as a control. CR-RHA and PCC concrete were mixed and cured using normal and peat water. Compressive strength, tensile strength, and porosity were tested at 3, 7, 14, 28, and 56 days. In general, CR-RHA concrete and PCC concrete showed lower performance when mixed and cured with peat water compared to normal water. Peat water with high acidity decreased the calcium content and developed the amount of pores in concrete, resulting in strength reduction. However, due to the excess pozzolan from rice husk ash, CR-RHA concrete had better resistance as the strength loss was relatively smaller, respectively 11.4% at 28 days and 10.6% at 56 days. Furthermore, CR-RHA concrete showed lower porosity, higher compressive strength, and tensile strength than PCC concrete due to rice husk ash that improved concrete density by generating CSH and crumb rubber that prevented concrete from spalling in an acidic environment. It was also found that compared to the previous study, pre-treated crumb rubber exhibited better mechanical and durability of concrete.