Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Kanker Serviks Pada Wanita Usia Subur Dengan Perilaku Pemeriksaan Iva Test Di Wilayah Kerja Puskesmas Kuamang Kuning 1 Urmaneti; Erma Erfiana; Dian Eka Putri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus baru kanker di Indonesia pada tahuan 2020 sebanyak 396.314 kasus dengan kematian sebesar 234.511 orang. Berdasarkan data Puskesmas Kuamang 1 terdapat 15 kasus kanker serviks dimana hanya 7,68% yang melakukan pemeriksaan IVA test dari 8.071 wanita usia subur yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kuamang Kuning1. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang kanker serviks dengan perilaku pemeriksaan IVA test. Metode penelitian analitik dan desain cros sectional dengan populasi 102 orang wanita usia subur. Teknik pengambilan sampel Purposive sampling, dengan sampel 81 wanita usia subur. Analisa bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 76,9% responden memiki tingkat pengetahuan tinggi tentang kanker serviks, 67,9%, tidak melakukan pemeriksaan IVA test. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan tingkat pengetahuan tentang kanker serviks dengan perilaku pemeriksaan IVA test ( p – value 0,187 > 0,05). Penelitian ini diharapkan sebagai kontribusi wawasan ilmu pengetahuan terhadap para tenaga kesehatan dan sebagai tambahan referensi baru bagi Puskesmas Kuamang Kuning 1.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kegiatan Contack Tracing TB Paru Diwilayah Kerja Puskesmas Kuamang Kuning 1 Miftakhudin; Candra Syah Putra; Dian Eka Putri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis paru adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. yang menduduki peringkat kedua dalam daftar penyakit paling banyak menyebabkan kematian setelah COVID-19, dikutip dari Global TB Report tahun 2022. Salah satu upaya untuk menemukan penderita TB paru secara dini adalah dengan melakukan contack tracing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kegiatan contack tracing TB paru Desain penelitian survey analitik dengan populasi keluarga yang kontak serumah, jumlah sampel 56 orang dengan teknik total sampling. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kuamang Kuning I pada bulan Januari 2024 dengan menggunakan alat ukur kuisioner. Analisa bivariat menggunakan uji chi-square dengan nilai (0,015)atau p-value < 0,05 yang menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kegiatan contack tracing TB paru, nilai (0,672) atau p-value ≥ 0,05 berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kegiatan contack tracing TB paru, kemudian nilai (0,000)atau p-value < 0,05 ada hubungan yang bermakna antara paparan informasi dengan kegiatan contack tracing TB paru. Kesimpulan: Pengetahuan keluarga tentang TB paru dan paparan informasi merupakan faktor yang mempengaruhi kegiatan contack tracing TB paru. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan, masukan dan tambahan referensi sebagai bahan dasar untuk penelitian selanjutnya.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Manajemen Hipertensi Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Sekancing Benny Wijaya; Reni Fitria; Dian Eka Putri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 5 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia berusia diatas 60 tahun rawan terhadap serangan penyakit, salah satunya tekanan darah tinggi atau hipertensi pada umumnya tekanan darah pada lansia dianggap tinggi jika melebihi 140/90 mmHg. Hal-hal yang terjadi pada tubuh penderita tekanan darah tinggi pada lansia antara lain sakit kepala hebat, pusing, penglihatan kabur, mual, telinga berdenging, detak jantung tidak teratur, bingung, lelah, nyeri dada, sulit bernapas,. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga dengan Manajemen Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Sekancing Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cros Sectional pada keluarga lansia dengan total populasi 137 orang yang dilakukan pada 58 orang responden diambil dengan cara purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh dari data primer dan data sekunder dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Kemudian data diolah mengambarkan karakteristik data dan masing-masing variabel melalui tabel distribusi frekuensi. Mengetahui hubungan independent dan dependent dengan uji statistik menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan P=<0,05 dengan tingkat kepercayaan 95%. Sesuai hasil analisis secara bivariate bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan manajemen hipertensi yang memperoleh nilai p=0,002. Diharapkan pihak puskesmas untuk memberikan pelayanan pada lansia dengan memberikan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya memberikan dukungan emosional, penghargaan, informasi dan istrumental pada lansia untuk kemandiriannya dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari.
Scope Of Health Services Elderly Ages Get Health Screening According To Standards By Gender, District And Puskesmas In Dharmasraya Regency In 2021 Syah Putra, Candra; Dian Eka Putri
Jurnal EduHealth Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal eduHealth, Periode Oktober - December, 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.234 KB)

Abstract

Old age is a process of slowly disappearing the ability of tissues to repair and replace themselves and maintain their normal structure and function so that they cannot survive injury (including infection) and repair the damage suffered so that they cannot cope with the additional burden of stress (physical, psychological, socio, cultural economy), the importance of health service coverage will have an impact on the elderly in maintaining health status. This research method is a literature study with a secondary data approach. health center has reached 96,4% of this indicates that the role of health services in Dharmasraya district has provided optimal services for the elderly.
Conduct Problem Pada Siswa SMA di Kabupaten Pasaman Sumatera Barat Dian Eka Putri; Rizanda Machmud
Jurnal Endurance Vol. 4 No. 3 (2019): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teenagers have a tendency to do things that are destructive to themselves and others, called behavioral problems (conduct problems). As many as 20% of adolescents in the world experience mental health problems and behavior problems (conduct problems). This study aims to obtain an overview of the factors associated with conduct problems in high school students in Pasaman Regency. The study design was cross sectional. The number of respondents was 336 high school students in Pasaman Regency. The sampling technique is Proportional Random Sampling. Data collection was carried out using a questionnaire. Data analysis using chi square technique and logistic regression with Backward Stepwise method. The results showed that there was a significant relationship between parenting (P value 0,041 OR 2, 205), school environment ( p value 0,000 OR 3,797 ), peer environment ( p value 0,000 OR 7,323), economic status ( pvalue 0,027 OR 2,125 ) and conduct problems. Peer environment is the most related factor in conduct problems with an OR score of 6.089. The conclusion in this resarch is that there is a significant relationship between the family environment: parenting with conduct problems, there is a significant relationship between peer environment and conduct problems, there is a significant relationship between the school environment and conduct problems, there is a significant relationship between economic status and conduct problems. Remaja memiliki kecenderungan untuk melakukan perbuatan yang merusak bagi dirinya dan orang lain yang disebut dengan conduct problem. Sebanyak 20% remaja di dunia mengalami masalah kesehatan mental dan conduct problem. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan conduct problem pada siswa SMA di Kabupaten Pasaman Desain penelitian adalah cross sectional. Jumlah responden adalah 336 siswa SMA di Kabupaten Pasaman. Teknik pengambilan sampel adalah Proporsional Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data dengan teknik chi square dan regresi logistik dengan metode Backward Stepwise. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan signifikan pola asuh (P value 0,041 OR 2, 205) lingkungan sekolah ( p value 0,000 OR 3,797 ), lingkungan teman sebaya ( p value 0,000 OR 7,323) status ekonomi ( pvalue 0,027 OR 2,125 ) dengan conduct problem. Teman sebaya merupakan faktor yang paling berhubungan dengan OR 6,089. Kesimpulan penelitian diketahui terdapat hubungan signifikan antara lingkungan keluarga : pola asuh dengan conduct problem, terdapat hubungan signifikan antara lingkungan teman sebaya dengan conduct problem, terdapat hubungan signifikan antara lingkungan sekolah dengan conduct problem, terdapat hubungan signifikan antara status ekonomi dengan conduct problem.