Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) bagi Siswa/Siswi Tingkat Menengah Atas Baiq Dewi Kamariani; Asrifia Ridwan
Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): juni : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/karunia.v2i2.886

Abstract

Early marriage is now a serious problem not only at the national level but at the regional/regency/city level. Early marriage is one of the strategic youth issues that must be resolved immediately. One of the government's strategies in reducing the number of early marriages is the Marriage Age Maturity Program (PUP). Through this program, every government, academician, community and early marriage eradication group collaborate in the success of the program. The educational activity on Marriage Age Maturity (PUP) which was carried out at MA NW Bagik Payung Selatan went smoothly, it's just that there were a number of problems, namely in terms of the characteristics and mindset of students who still underestimate the dangers of early marriage. In addition, the environment where they live is also supportive when they do underage marriages. This service uses an interactive approach with the FGD method. Efforts to reduce the number of early marriages at MA NW Bagik Payung Selatan must be supported by the school and parents, not only the government's task so that the Marriage Age Maturity Program (PUP) can produce optimal results
Collective Engagement and Social Identity of the "Taruno Suryo" Reog Community to Improve Spiritual Well-Being Alfiana Yuniar Rahmawati; Asrifia Ridwan
Insaniyat: Journal of Islam and Humanities Vol. 10 No. 2 (2026): Insaniyat: Journal of Islam and Humanities
Publisher : Faculty of Adab and Humanities, Syarif Hidayatullah State Islamic University (UIN) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/insaniyat.v10i2.49894

Abstract

This study examines the concept of collective engagement and social identity in the context of the "Taruno Suryo" Reog Art Community as a strategic approach to improving the community's spiritual well-being. This descriptive qualitative research, using a case study approach, applies purposive sampling to select key subjects from the community. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation. Furthermore, the data were analyzed and interpreted using symbolic interactionism theory and social identity theory to explore how symbolic interaction in Reog art practices can strengthen collective bonds and social identity, thereby supporting shared spiritual well-being. The results of the study indicate that the concept of collective engagement, manifested through members' active involvement in every Reog art activity, can serve as a basis for interaction that, in turn, gives rise to social identity as a pillar for strengthening the solidarity of cultural inheritors. The process of internalizing cultural values and religiosity serves as a forum for fostering spiritual well-being. The integration of these concepts can make the "Taruno Suryo" Reog art community one of the art media capable of fostering the spiritual well-being of community members by internalizing the cultural values ​​of Reog Ponorogo in every art activity.
money politik, pemilihan kepala daerah, perilaku pemilih, demokrasi lokal, Kabupaten Magetan Dony Kurniawan; Harianto; Bambang Martin Baru; Asrifia Ridwan
Jurnal Ilmiah Tata Sejuta STIA Mataram Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Tata Sejuta STIA Mataram
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32666/tatasejuta.v12i1.749

Abstract

Politik uang tetap menjadi tantangan utama bagi implementasi demokrasi lokal, khususnya dalam pemilihan kepala daerah, karena merusak keadilan pemilu dan dapat mewakili kualitas kepemimpinan terpilih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk politik uang, faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya, dan dampaknya terhadap perilaku pemilih dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Magetan 2024. Penelitian ini fokus pada praktik uang politik yang muncul selama tahapan pemilu di Kabupaten Magetan, terutama dalam interaksi antara kandidat, tim kampanye, dan pemilih. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan, dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data dari aktor dan sumber yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa politik uang termanifestasi dalam berbagai bentuk, termasuk pembayaran tunai kepada pemilih, distribusi paket makanan pokok, janji bantuan atau proyek pembangunan, dan pembiayaan terselubung kegiatan kampanye. Terjadinya praktik-praktik ini didorong oleh kondisi ekonomi yang lemah, tingkat pendidikan politik yang rendah, budaya politik yang permisif, hubungan patron-klien, dan pengawasan serta penegakan hukum yang tidak memadai. Kondisi-kondisi ini mendorong perilaku pemilih yang pragmatis, mengikis kualitas demokrasi lokal, dan meningkatkan kemungkinan terpilihnya pemimpin yang kurang fokus pada kepentingan publik. Studi ini menyarankan penguatan pendidikan politik, peningkatan pengawasan pemilu, dan penegakan langkah-langkah hukum yang lebih ketat untuk mengurangi politik uang dalam pemilu mendatang.