Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Peningkatan Produktivitas Departemen Produksi Di PGT Rejowinangun Dengan Menggunakan Metode Objective Matriks (OMAX) Priyadi, Fransiskus Borgia; Bellanov, Agrienta
Industrial & System Engineering Journals (ISEJOU) Vol. 2 No. 1 (2023): ISEJOU, Vol 2, No.1 Desember 2023
Publisher : Universitas Katolik Darma Cendika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/isejou.v2i1.496

Abstract

Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) Rejowinangun merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan getah pinus menjadi gondorukem dan terpentin. Pada 6 bulan terakhir perusahaan mengalami fluktuasi. Hal ini dikarenakan produktivitas perusahaan kurang stabil mengalami kenaikan dan penurunan yang tidak sesuai target perusahaan. Nilai indikator produktivitas pada departemen produksi di PGT Rejowinangun dari bulan Januari sampai dengan bulan Juni dengan menggunakan metode OMAX adalah: 5.8, 3.5, 1.59, 3.59, 2.83, dan 6.99 dengan nilai rata – rata 4.05 (berada diatas nilai standar 3.00). Rasio yang memiliki nilai terendah adalah rasio 5 (jam lembur aktual/jam rencana lembur) karena pada rasio ini terjadi penurunan pada periode kedua dan di periode lainnya memiliki nilai yang rendah dari semua rasio. Strategi rekomendasi perbaikan peningkatan produktivitas pada departemen produksi PGT Rejowinangun adalah mengatur rencana produksi dengan baik sesuai dengan kebutuhan pasar, menganalisis setiap tahap produksi untuk mengidentifikasi dimana waktu yang mungkin terbuang dengan percuma, mengurangi waktu siklus jika memungkinkan, mengadakan pelatihan dan keterampilan untuk karyawan mengenai SOP di perusahaan, memastikan bahwa karyawan tidak terlalu diberi tekanan yang bisa memunculkan kebutuhan untuk melakukan lembur. Kata Kunci: Produktivitas, Peningkatan, OMAX, Strategi Rekomendasi.
Sentiment Analysis about Electric Motorbikes in Indonesia Using Twitter Data Irawati, Desrina Yusi; Bellanov, Agrienta; Damayanti, Florencia Agatha
Spektrum Industri Vol. 22 No. 1 (2024): Spektrum Industri - April 2024
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v22i1.158

Abstract

Along with the rapid development of technology, various types of transportation have experienced increased innovation in shapes, colours,models, and even engines. However, one thing that needs special attention is the number of pollutants or emissions released by vehicles. One effort to reduce emissions is increasing the production of Battery-Based Electric Motorized Vehicles. Battery-based electric vehicles developed in Indonesia include electric cars and electric motorcycles. Among these types of electric vehicles, Indonesian society widely adopts electric motorcycles. However, sales of electric motorbikes were only 15 thousand units, lower than sales of petrol motorbikes which reached 5 million units. This study contributes to understanding further how the community responds to electric motorcycles in detail through sentiment analysis on social media data. Consumer acceptance of electric motorcycles can be seen from the numerous active Twitter users in Indonesia who provide positive and negative comments on the presence of electric motorcycles. Text information based on public comments in Indonesia via Twitter is collected using Sentiment Analysis in R Studio. Twitter comments will be classified into positive, negative, and neutral groups. The results show 63% positive, 21% unfavourable, and 14% neutral opinions. This condition means that Indonesian society accepts and has a supportive opinion of the presence of electric motorcycles. The government and entrepreneurs can use this information to create electric motorcycles that align with the community's preferences.
Peningkatan Kualitas Layanan Kantin Kampus di Surabaya dengan Metode Regresi Linear Berganda bellanov, agrienta; Kaka, Ivang Eden Septian Lourent
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 4 No 2 (2025): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mine-tech.v4i2.27700

Abstract

Kualitas layanan kantin kampus merupakan aspek penting dalam mendukung kenyamanan dan kepuasan sivitas akademika. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah belum optimalnya pemenuhan ekspektasi pelanggan terhadap layanan kantin di beberapa perguruan tinggi di Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pelanggan kantin kampus, serta menentukan atribut layanan yang paling berkontribusi terhadap peningkatan kualitas. Metode yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner online. Terdapat 86 kuesioner yang berhasil diisi oleh para responden yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan staf kampus. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS untuk menguji validitas, reliabilitas, normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan linieritas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi mampu menjelaskan 75% variasi kepuasan pelanggan, dengan variabel “Rasa makanan”, “Keramahan pelayan”, dan “variasi menu” yang memiliki pengaruh signifikan secara parsial. Temuan ini memberikan solusi strategis bagi pengelola kantin kampus untuk memprioritaskan pengembangan menu sebagai upaya peningkatan kualitas layanan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi praktis bagi institusi pendidikan tinggi dalam merancang layanan kantin yang lebih responsif terhadap kebutuhan pelanggan.
INOVASI PEMBUATAN SABUN DARI MINYAK JELANTAH SEBAGAI SOLUSI PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH TANGGA Nyoman Sri Widari; Bellanov, Agrienta; Tentua, Aulia Patricia
ABIDUMASY Vol 7 No 1 (2026): ABIDUMASY : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Ngulan Wetan Village in Pogalan Sub-district, Trenggalek, has significant potential from organic waste such as rice husks, sawdust, dry leaves, and corn husks. Unfortunately, this waste is often burned and not utilized properly, causing environmental pollution. Meanwhile, fuel prices like LPG and charcoal continue to rise. To address this issue, a team from the Industrial Engineering Department at Universitas Katolik Darma Cendika conducted training on making briquettes from organic waste. The training covered all production steps, from raw material collection to briquette molding and drying. The technology used is simple and based on local resources. As a result, participants were able to produce an average of 12 kg of briquettes per month, exceeding the initial target, with part of the production sold, increasing household income by 10–15%. The program also encouraged behavioral changes in waste management and raised awareness about renewable energy and environmental sustainability. Keywords​: ​​Soap,Waste Cooking Oil, Environment
Usulan Inisiasi Penjualan Online Pada UMKM Konveksi XYZ Melalui Pendekatan Marketing Mix (4P) DAN SWOT Kevin Alexander; Agrienta Bellanov
Journal of Industrial Engineering and Technology Vol. 6 No. 2 (2026): 30 Juni 2026
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jointech.v6i2.16667

Abstract

Perubahan teknologi digital dan perilaku konsumen mendorong pergeseran belanja dari sistem konvensional ke online, sehingga UMKM perlu menyesuaikan strategi pemasaran agar tetap kompetitif. UMKM Konveksi XYZ di Kabupaten Pasuruan hingga kini masih bergantung pada penjualan offline. Wawancara awal menunjukkan penjualan menurun dalam satu tahun terakhir, diduga akibat meningkatnya persaingan dari penjual yang telah memanfaatkan marketplace dan media sosial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi pemasaran saat ini, menganalisis kesiapan UMKM memasuki penjualan online, serta merumuskan usulan inisiasi penjualan online yang sesuai kemampuan UMKM. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara dan observasi. Analisis dilakukan dengan Marketing Mix (4P) untuk memetakan kondisi pemasaran, serta SWOT dan matriks TOWS untuk merumuskan strategi. Hasil menunjukkan UMKM memiliki kekuatan internal berupa kapasitas produksi memadai dan harga kompetitif melalui sistem grosir/kulakan. Namun kesiapan masuk online masih rendah karena keterbatasan pemahaman teknologi, kekhawatiran biaya awal, dan kenyamanan pada pola offline. Karena itu, diusulkan inisiasi penjualan online bertahap melalui pemanfaatan marketplace dan media digital sederhana sebagai langkah awal adaptasi pemasaran digital.
Pemberdayaan UMKM Olahan Makanan melalui Pengelolaan Limbah Organik Berbasis Eco-Enzyme di Kabupaten Trenggalek Widari, Nyoman Sri; Bellanov, Agrienta; Cahyani, Yuliana Novia
Abditeknika Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abditeknika.v6i2.12594

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM olahan makanan di Kabupaten Trenggalek dalam mengelola limbah organik melalui pembuatan eco-enzyme sekaligus memperkuat pengelolaan usaha berbasis ekonomi sirkular. Mitra kegiatan adalah pelaku UMKM olahan makanan di Kelurahan Surodakan dan Kelutan yang menghasilkan limbah kulit buah, sisa sayuran, dan sisa bahan dapur. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory action yang meliputi identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan pembuatan eco-enzyme, penerapan teknologi sederhana, pendampingan produksi, dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 10 peserta inti dari 8 unit UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 8 dari 10 peserta mampu memproduksi eco-enzyme secara mandiri. Kapasitas produksi meningkat dari sekitar 20 liter pada tahap uji coba menjadi sekitar 100 liter per bulan setelah pendampingan dan penyediaan alat fermentasi. Mitra juga mulai menerapkan pencatatan limbah harian, perencanaan batch produksi, pelabelan produk, dan kalkulasi sederhana biaya produksi. Program ini menghasilkan kelompok usaha eco-enzyme beranggotakan 10 orang dan penjualan awal minimal 20 liter produk. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengolahan limbah organik berbasis eco-enzyme dapat menjadi solusi praktis untuk mengurangi limbah, meningkatkan kesadaran lingkungan, dan membuka peluang usaha baru bagi UMKM.   This community service program aims to enhance the capabilities of processed-food MSMEs in Trenggalek Regency regarding organic waste management through eco-enzyme production, while simultaneously strengthening business management based on circular economy principles. The project partners are processed-food MSMEs in Surodakan and Kelutan Urban Villages that generate waste such as fruit peels, vegetable scraps, and kitchen leftovers. The implementation utilized a participatory action approach, comprising needs assessment, outreach, eco-enzyme production training, the application of simple technology, production mentoring, and evaluation. Ten core participants from eight MSME units took part in the activities. The results indicate that eight of the ten participants were able to produce eco-enzymes independently. Production capacity increased from approximately 20 liters during the trial phase to around 100 liters per month following mentoring and the provision of fermentation equipment. Partners also began implementing daily waste recording, production batch planning, product labeling, and basic production cost calculations. The program resulted in the formation of a 10-member eco-enzyme business group and initial sales of at least 20 liters of the product. These activities demonstrate that eco-enzyme-based organic waste processing can serve as a practical solution for reducing waste, raising environmental awareness, and creating new business opportunities for MSMEs.