Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

INTERPRETATIF SIMBOLIK KEBUDAYAAN MASYARAKAT BELU DALAM NOVEL MATA DI TANAH MELUS KARYA OKKY MADASARI Afifah Ayu Lathifah; Dicky Rachmat Pauji
Pena Literasi : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.9.1.42-56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan simbol-simbol budaya yang tecermin dalam rencana-rencana, resep-resep, aturan-aturan, dan instruksi-instruksi kebudayaan masyarakat Belu dalam novel Mata di Tanah Melus karya Okky Madasari. Penelitian ini mengaplikasikan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan interpretatif serta mengombinasikan teori interpretatif simbolik Clifford Geertz dan pendekatan antropologi sastra. Sumber data berasal dari novel yang telah disebutkan dan data penelitian berupa unit-unit teks dalam novel. Pengumpulan data menggunakan metode simak dan catat, serta analisis data menggunakan teknik hermeneutika Paul Ricoeur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa movel ini memuat simbol-simbol kebudayaan masyarakayt Belu, seperti hewan ternak, Bei Nai, Laka Lorak, uang ganti rugi, serta berbagai upacara dan ritual yang dikonstruksi melalui empat konsep mekanisme kontrol Geertz. Simbol-simbol tersebut merefleksikan cara pandang dalam memaknai hidup melalui sistem nilai yang menjadi pedoman sekaligus identitas budaya mereka. Penelitian ini berkontribusi dalam upaya pelestarian budaya lokal melalui edukasi dan literasi budaya serta memperkuat representasi budaya Nusantara dalam sastra anak Indonesia.
RESEPSI PEMBACA TERHADAP SERI KECIL-KECIL PUNYA KARYA DALAM MENUMBUHKAN MINAT BACA DAN TULIS Miranda Putri Madina Lubis; Kurnia Rachmawati; Dicky Rachmat Pauji
Pena Literasi : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.9.1.146-155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resepsi pembaca terhadap seri Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK) serta peranannya dalam menumbuhkan minat baca dan tulis. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya budaya literasi di Indonesia serta fenomena KKPK sebagai bacaan anak yang populer dan dekat dengan pengalaman pembacanya. Penelitian ini menggunakan teori Resepsi Sastra dan Kritik Sastra Pragmatik untuk menganalisis bagaimana pembaca memaknai teks dan dampaknya terhadap motivasi literasi. Metode yang digunakan adalah metode campuran dengan desain konvergen melalui kuesioner daring berbentuk pertanyaan terbuka dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaca memberikan resepsi positif terhadap KKPK, terutama karena kedekatan cerita dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, KKPK terbukti berkontribusi dalam meningkatkan minat membaca sekaligus memotivasi sebagian pembaca untuk menulis.
Woman’s Voice and The Author’s Social Background in The Book Bukan Salahmu Menjadi Perempuan Aenun Azizah; Kurnia Rachmawati; Dicky Rachmat Pauji
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2026): JURNAL KREDO VOL 9 NO 2 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/kredo.v9i2.16550

Abstract

This study examines the representation of women’s voices in Bukan Salahmu Menjadi Perempuan by Fajar Sulaiman by focusing on the relationship between the author’s social background and the construction of female experiences in the text. The research is motivated by the persistence of gender inequality and the emergence of literary works that articulate women’s emotional wounds, silence, and resilience. Employing a descriptive qualitative method, the study analyzes textual data through close reading and thematic categorization using Alan Swingewood’s sociology of the author as the main theoretical framework. The findings reveal that women’s voices are represented through themes of emotional suffering, social pressure, silencing, vulnerability, strength, and self-recovery. These representations are closely related to the author’s empathetic engagement with women’s lived experiences and his critical reflection on patriarchal social structures. The study concludes that the book functions not merely as a literary work but as a form of social testimony that reflects the dialectical relationship between the author and society, while simultaneously advocating gender awareness and empathy toward women’s experiences.