Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Leguminosa Indigofera sebagai pengganti Konsentrat dalam Ransum Kambing PE terhadap Kualitas Susu, Produksi dan Kecernaan Zat Makanan Mhd. Taufiq Hadi Wijaya; Mardiati Zain; Elihasridas Elihasridas
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 23, No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v23i2.3495

Abstract

This study aims to obtain the results of concentrate substitution by administering Leguminosa indigofera zollingeriana with treatment (10%, 20%, 30%) in the ration on milk quality, milk production, consumption and digestibility of nutrients in PE goats. The experiment was carried out using a randomized block design (RBD) with 4 treatments with 4 replications. These treatments include: Treatment A is field grass 60%: 40% concentrate; Treatment B is 60% field grass: 30% concentrate + 10% I.zollingeriana; Treatment C was 60% field grass: 20% concentrate + 20% I.zollingeriana; Treatment D was 60% field grass: 10% concentrate + 30% I.zollingeriana. Parameters observed were milk quality, production and digestibility of nutrients. The results of the analysis showed that the use of leguminosa indigofera zollingeriana as a substitute for concentrate had no significant effect (P>0.05) on the quality and production of milk and the digestibility of nutrients. The best results were in treatment D with 60% field grass: 10% concentrate + 30% I.zollingeriana.
Inovasi Pakan Fermentasi Berbasis Limbah Pertanian untuk Meningkatkan Produktivitas Sapi Potong Suryani; Hidayat, Taufiq
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.6.2.343-354

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jenis limbah pertanian yang optimal untuk difermentasi sebagai pakan sapi potong. Mengembangkan formulasi pakan fermentasi dengan kombinasi mikroba probiotik yang meningkatkan daya cerna dan ketersediaan nutrisi. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut antara lain: Perlakuan A adalah jerami padi amoniasi fermentasi 40% + konsentrat 60%; Perlakuan B jerami padi amoniasi fermentasi 40% + Konsentrat 50 % + rumput lapangan 10 %; Perlakuan C adalah jerami padi amoniasi fermentasi 40% + Konsentrat 40% + rumput lapangan 20%; Perlakuan D adalah jerami padi amoniasi fermentasi 40% + Konsentrat 30 % + rumput lapangan 30 %. Parameter yang diukur adalah konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik dan efesiensi ransum dan pertambahan bobot badan. Data dianalisa dengan metode analisis sidik ragam dan perbedaan pada masing-masing rataan diuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil analisis keragaman menunjukkan inovasi pakan fermentasi berbasis limbah pertanian untuk meningkatkan produktivitas sapi potong berpengaruh tidak nyata (P>0,05) berkisar 4,65 kg/ekor/hari sampai 4,74 kg/ekor/hari, bahan organik berkisar 3,85 kg/ekor/hari sampai 4,16 kg/ekor/hari, pertambahan bobot badan harian berkisar 0,76 kg/ekor/hari sampai 0,82 kg/ekor/hari dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap efisiensi ransum berkisar 10,86% sampai 17,86%. Berdasarkan hasil penelitian perlakuan terbaik adalah perlakuan C (jerami padi amoniasi fermentasi 40% + konsentrat 40% + rumput lapangan 20 %) dan D (jerami padi amoniasi fermentasi 40% + konsentrat 30% + rumput lapangan 30%) mampu meningkatkan konsumsi bahan kering, bahan organik dan efesiensi ransum dan pertambahan bobot badan harian.
Suplementasi Ransum Sapi Aceh dengan Leguminosa dan Functional Feed untuk Meningkatkan Produktivitas Hidayat, Taufiq; Suryani
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.6.2.327-342

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi penambahan leguminosa Indigofera zollingeriana dan fuctional feed (kulit kopi) dalam ransum sapi Aceh untuk meningkatkan konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, kecernaan protein, pertambahan bobot badan harian dan efesiensi ransum pada sapi Aceh.. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut antara lain: Perlakuan A adalah Rumput Pakchong 40% + Konsentrat 60%; Perlakuan B Rumput Pakchong 40% + Konsentrat 40 % + Indigofera (I.zollingeriana) 20 %; Perlakuan C adalah Rumput Pakchong 40% + Konsentrat 35% + Indigofera (I.zollingeriana) 25%; Perlakuan D adalah Pakchong 40% + Konsentrat 30 % + Indigofera (I.zollingeriana) 30 % + Kulit Kopi 1 %. Parameter yang diukur adalah konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, kecernaan protein, pertambahan bobot badan harian dan efesiensi ransum. Data dianalisa dengan metode analisis sidik ragam dan perbedaan pada masing-masing rataan diuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil analisis keragaman menunjukkan suplementasi ransum sapi Aceh dengan leguminosa dan functional feed untuk meningkatkan Produktivitas berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering berkisar 4,55 kg/ekor/hari – 4,78 kg/ekor/hari, bahan organik berkisar 3,85 kg/ekor/hari – 4,18 kg/ekor/hari, kecernaan bahan kering berkisar 61,84% - 65,20%, kecernaan bahan organik berkisar 62,28% - 67,04%, kecernaan protein 64,36% - 68,27%, pertambahan bobot badan harian 0,64 kg/ekor/hari – 0,68 kg/ekor/hari dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap efesiensi ransum berkisar 10,86% - 14,66% . Berdasarkan hasil penelitian perlakuan terbaik adalah perlakuan C dan D dengan penggunaan Indigofera (I.zollingeriana) 20 % dan 25 % mampu meningkatkan konsumsi bahan kering, bahan organik, kecernaan bahan kering, bahan organik, protein, pertambahan bobot badan harian dan efesiensi ransum.
Pengaruh Pemberian Leguminosa Indigofera sebagai pengganti Konsentrat dalam Ransum Kambing Kacang terhadap Konsumsi Bahan Kering, Bahan Organik, Pertambahan Bobot Badan Dan Efesiensi Ransum Mhd Wijaya; Suryani Suryani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil dari substitusi konsentrat dengan pemberian leguminosa indigofera zollingeriana dengan perlakuan (10%, 20%, 30%) dalam ransum terhadap konsumsi bahan kering, bahan organik dan efesiensi ransum pada kambing Kacang. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan tersebut antara lain: Perlakuan A adalah rumput lapangan 60% : konsentrat 40%; Perlakuan B adalah rumput lapangan 60% : konsentrat 30% + I.zollingeriana 10%; Perlakuan C adalah rumput lapangan 60% : konsentrat 20% + I.zollingeriana 20%; Perlakuan D adalah rumput lapangan 60% : konsentrat 10% + I.zollingeriana 30%. Parameter Yang diamati yaitu konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik dan efesiensi ransum. Hasil analisa menunjukkan bahwa penggunaan leguminosa indigofera zollingeriana sebagai pengganti konsentrat berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, pertambahan bobot badan harian dan efesiensi ransum. Hasil terbaik yaitu pada perlakuan D dengan rumput lapangan 60% : konsentrat 10% + I.zollingeriana 30%.
PENILAIAN PETERNAK TERHADAP KINERJA PENYULUH DALAM DISEMINASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH SAPI POTONG DI DESA PADANG SAKTI KECAMATAN MUARA SATU Ahmad Syakir; Wenny Novita Sari Sari; Haryadi Haryadi; Mhd Taufik Hadi Widjaya; Mustafa Kamal
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 2 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i2.24691

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Padang Sakti Kota Lhokseumawe pada bulan Maret – April 2026. Tujuan penelitian ini untuk Penilaian Peternak terhadap Kinerja Penyuluh dalam Diseminasi Teknologi Pengolahan Limbah Sapi Potong di Desa Padang Sakti Kecamatan Muara Satu Populasi dalam penelitian ini adalah 30 peternak yang kesemuanya dijadikan sampel penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan angket. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah responsivitas, responsibilitas, dan kualitas layanan. Data dianalisa secara deskriptif. Karakteristik responden berdasarkan umur peternak terbanyak berumur 40-60 tahun yaitu sebesar 60%. Berdasarkan tingkat pendidikan peternak mayoritas berpendidikan yaitu SMA sebesar 50%. Dan berdasarkan skala kepemilikan ternak yaitu 1-5 ekor yaitu sebanyak 73.33%. Hasil penelitian dapat diamati dari hasil tertinggi tiap indikator pada instrument pengukuran persepsi peternak terhadap kinerja penyuluh dalam pengembangan teknologi pengolahan limbah sapi potong. Untuk responsivitas bimbingan, cukup baik sebanyak 53.33%, pembinaan cukup baik yaitu 60% dan pendampingan cukup baik sebesar 56.66%. Indikator Responsibilitas semangat cukup baik sebesar 56.66%, pemberian motivasi cukup baik sebesar 60%, dan mengajak peternak untuk melakukan pengolahan liimbah cukup baik sebanyak 60%. Dari indikator kualitas layanan kepuasan terhadap layanan penyuluh dinilai sangat baik oleh 63.33% peternak, dan kepuasan peternak terhadap komunikasi penyuluh adalah cukup baik sebesar 36.67%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pinilaian peternak terhadap kinerja penyuluh dalam pengembangan teknologi pengolahan limbah sapi potong di Desa Padang Sakti Kecamatan Muara Satu sudah cukup baik. Penyuluh disarankan lebih meningkatkan materi penyuluhan dan melakukan bimbingan, motivasi, dan praktik langsung lapangan agar peternak lebih giat dalam mengembangkan teknologi pengolahan limbah.