Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pelatihan Pemanfaatan Teh Umbi Bawang Dayak sebagai suplemen kesehatan pada Anggota PKK Kelurahan Sungai Merdeka Venna Sinthary; Niken Indriyanti; Fika Aryanti; Raisa Fadilla; Ganjar Firmansyah; Fahriani Jafar; Hery Kurniawan; Karera Aryatika; Jamil Anshory
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v4i1.176

Abstract

Bawang dayak (Eleutherine americana Merr) merupakan tanaman yang sering dijumpai tumbuh di wilayah Kalimantan. Masyarakat suku Dayak di kalimantan sudah menggunakan bawang ini sebagai obat secara turun-temurun. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan para anggota PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) tentang khasiat, manfaat, dan keterampilan dalam mengolah umbi bawang dayak menjadi teh serta potensi usaha bawang dayak sebagai usaha teh celup sebagai suplemen dan menambah pendapatan keluarga dalam meningkatkan kesejahteraan para anggota PKK Kelurahan Sungai Merdeka di kecamatan Samboja. Kegiatan ini telah dilakukan menjadi beberapa tahapan diantaranya sosialisasi pelaksanaan kegiatan, edukasi tanaman obat sebagai suplemen kesehatan,  pelatihan dan demonstrasi pembuatan teh umbi bawang Dayak, dan evaluasi keberhasilan kegiatan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang manfaat tanaman obat terutama bawang Dayak sebagai bahan baku pembuatan teh. Kegiatan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bekal pengetahuan dalam memenuhi kebutuhan suplemen kesehatan, sehingga dapat menjaga imunitas tubuh.
Phytochemical Screening, Antioxidant Activity, And Antimitotic Potential Of Shallot Skin (Allium Cepa L.) Extract Raisa Fadilla; Maryam Jamila Arief; Satriani Badawi; Venna Sinthary; Putri Anggreini; Leny Eka Tyas Wahyuni; Nur Rezky Khairun Nisa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6915

Abstract

Shallot skin (Allium cepa L.) is a by-product that is generally discarded as household waste, despite its potential as a source of bioactive compounds. Previous studies have indicated that shallot skin contains secondary metabolites with antioxidant and cytotoxic properties. This study aimed to evaluate the phytochemical composition, antioxidant activity, and antimitotic potential of shallot skin extract in order to support its valorization as a natural bioactive resource. Materials and methods. This research was conducted as an experimental laboratory study. Dried shallot skin was extracted using ethanol through a maceration method, followed by solvent evaporation to obtain a crude extract. Phytochemical screening was performed using Thin Layer Chromatography (TLC) to identify major secondary metabolites. Solvent partitioning was carried out using n-hexane and ethyl acetate, and further fractionation was conducted using vacuum column chromatography and preparative TLC. Antioxidant activity was evaluated using the DPPH radical scavenging assay, while antimitotic activity was assessed using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Results. The ethanolic extraction produced a high yield of crude extract (57.13%), indicating effective recovery of polar and semi-polar compounds. Phytochemical screening confirmed the presence of alkaloids, flavonoids, and phenolic compounds. The extract exhibited very strong antioxidant activity with an IC₅₀ value of 17.477 µg/mL. Antimitotic evaluation using BSLT showed an LC₅₀ value of 202.301 µg/mL, indicating biological activity at moderate concentrations. Conclusions. The findings demonstrate that shallot skin contains diverse secondary metabolites with strong antioxidant activity and measurable antimitotic potential. These results support the utilization of shallot skin as a valuable natural source of bioactive compounds and provide a basis for further studies on compound isolation and advanced biological evaluation.