Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Infomedia

ALGORITMA PRINCIPAL COMPONEN ANALYSIS DALAM PEMROSESAN SINYAL ELECTROKARDIOGRAM Husaini Husaini; Huzaeni Huzaeni; Fahmi Fahmi
Jurnal Infomedia:Teknik Informatika, Multimedia & Jaringan Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Infomedia
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.461 KB) | DOI: 10.30811/jim.v3i1.622

Abstract

Abstrak — Principal Component Analysis (PCA) merupakan salah satu teknik yang ada dalam statistic dan merupakan metode non parametric untuk mengekstraksi informasi-informasi yang bersesuaian dari sekumpulan data yang masih diragukan dan memerlukan proses untuk menghilangkan gangguan-gangguan yang ada. Data yang dimaksud salah satunya adalah sinyal ektrokardiogram (EKG). Sinyal EKG merupakan sinyal yang diperoleh dari rekaman aktifitas elektrik dari jantung. Rekaman sinyal EKG tidak saja digunakan untuk tujuan diagnosa, tapi juga disimpan sebagai referensi dalam mengklasifikasi EKG arrhythmia. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik maka data-data sinyal EKG akan direduksi dimensinya dengan tujuan untuk menghilangkab data-data yang tidak sesuai, tidak relevan dan data redundant sehingga dapat menghemat biaya komputasinya dan mencegah data-data yang over-fitting. Tulisan ini memaparkan tentang ide dasar dari PCA dalam mereduksi dimensi data-data dari sinyal  EKG. Hasil yang ditampilkan adalah berupa proses-proses dalam algoritma PCA dan akurasi klasifikasi sinyal  dengan metode KNN dan Naive Bayes.Kata kunci : principal component analysisi (PCA), sinyal EKG, reduksi dimensi Abstract — The Principal Component Analysis (PCA) is one of the existing techniques in statistics and a non parametric method for extracting the information from a collection of data that still in doubt and requires a process to remove any disturbances. The data in question one of them is the signal ektrokardiogram (ECG). ECG signals are signals obtained from recording electrical activity from the heart. ECG signal recording is not only used for diagnostic purposes, but is also stored as a reference in classifying ECG arrhythmias. To get better results then the ECG signal data will be reduced the dimension. The aim to removed data that are not appropriate, irrelevant and redundant data so as to save the cost of computing and prevent data over-fitting. This paper describes the basic idea of PCA in reducing the dimensions of data from ECG signals. The results shown are the processes in PCA algorithm and signal classification accuracy by KNN and Naive Bayes methods.Keywords— Principal Component Analysis, ECG Signal, reduction dimentionality
Rancang Bangun Sistem Informasi Geografis Manajemen Aset pada Politeknik Negeri Lhokseumawe Menggunakan QR-Code Berbasis Web Huzaeni Huzaeni; Hendrawaty Hendrawaty; Muhammad Rifki Kardawi
Jurnal Infomedia: Teknik Informatika, Multimedia, dan Jaringan Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Infomedia
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jim.v8i1.4179

Abstract

Abstrak— Politeknik Negeri Lhokseumawe merupakan suatu lembaga pendidikan vokasi yang memiliki jumlah aset yang banyak. Saat ini pengelolaan aset pada Politeknik Negeri Lhokseumawe sudah dilakukan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Aset Negara (SIMAN). Akan tetapi, pengelolaan BMN menggunakan SIMAN belum sepenuhnya mudah digunakan untuk keperluan inventarisasi dan monitoring. Hal ini disebabkan kurangnya informasi dari aset terkait yang masih tidak bisa dilacak secara instan menggunakan aplikasi SIMAN. Permasalahan tersebut dapat menyebabkan kerancuan data yang tercatat didalam sistem dengan ketersediaan barang yang ada di lapangan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan suatu aplikasi pendukung bagi Politeknik Negeri Lhokseumawe untuk mengelola asetnya sendiri yang sifatnya berkelanjutan. Dengan adanya Sistem Informasi Manajemen Aset menggunakan qr-code ini dapat mempermudah petugas dalam mencari kembali informasi mengenai aset secara keseluruhan hanya dengan melakukan pemindaian QR code yang ditempelkan pada setiap aset dengan menggunakan ponsel berbasis Android. Selain itu, sistem juga mengklasifikasikan data barang berdasarkan kategori, kondisi serta lokasi dari aset tersebut yang ditampilkan dalam bentuk pemetaan. Hasil penelitian menunjukkan barang dalam kondisi baik sebesar 95.5% , kondisi rusak ringan sebesar 3.1% serta kondisi rusak barat sebesar 1.4%.  Abstract— Lhokseumawe State Polytechnic is a vocational education institution that has a large number of assets. Currently, asset management at the Lhokseumawe State Polytechnic has been carried out using the State Asset Management Information System (SIMAN) application. However, the management of BMN using SIMAN is not yet fully easy to use for inventory and monitoring purposes. This is due to the lack of information on related assets which still cannot be tracked instantly using the SIMAN application. These problems can cause confusion in the data recorded in the system with the availability of items in the field. To overcome these problems, a supporting application is needed for the Lhokseumawe State Polytechnic to manage its own assets which continue to increase. With the Asset Management Information System using this qr-code, it can make it easier for officers to find information about assets as a whole just by scanning the QR code affixed to each asset using an Android-based cellphone. In addition, the system also classifies goods data based on the category, condition and location of the asset which is displayed in the form of a mapping. The results showed that the item were in good condition by 95.5%, lightly damaged by 3.1% and in heavily damaged condition by 1.4%.