Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Dialektika Estetika Foto pada Buku Fotografi “Flores Vitae” karya Nico Dharmajungen Kusrini Kusrini; Aji Susanto Anom Purnomo; Muhammad Alfariz; Siti Solekhah
PANGGUNG Vol 32, No 2 (2022): Ragam Fenomena Budaya dan Konsep Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.667 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v32i2.2051

Abstract

Buku Fotografi adalah entitas ruang seni bagi fotografer untuk mempresentasikan karya. Sebagai entitas ruang seni, fotografer perlu memahami nilai atau konsep keindahan dari sebuah buku fotografi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan nilai pengalaman artistik dan estetik dari buku fotografi melalui metode studi kasus karya buku fotografi Flores Vitae oleh Nico Dharmajungen. Nico Dharmajungen adalah seorang maestro fotografi yang menggunakan galeri seni sebagai ruang seni utama dalam memamerkan karya seninya. Hal tersebut menjadi penting karena menunjukkan gejala pergeseran alternatif ruang seni dari galeri konvensional ke buku fotografi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriprif kualitatif naratif dengan teori utama dialektika, teori pengalaman artistik dan teori pengalaman estetik. Hasil penelitian adalah pemaparan yang komprehensif dari konsep nilai keindahan ruang alternatif buku fotografi. Nilai keindahan dari buku fotografi adalah menghadirkan pengalaman privat dengan memfasilitasi fokus perhatian yang penuh terhadap sebuah karya seni. Buku fotografi menghadirkan pengalaman ketubuhan yang aktif dari pembacanya sehingga membawa pembaca pada pengalaman estetik yang lebih tinggi yaitu pengalaman simbolis.Kata kunci: fotografi, dialektika, pengalaman estetik, pengalaman artistik, Nico Dharmajungen
VISUALISASI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL BERLEBIHAN TERHADAP KESEHATAN MENTAL MELALUI FOTOGRAFI EKSPRESI Rahmat Mukhlasin; Kusrini Kusrini; Arti Wulandari
Specta: Journal of Photography, Arts, and Media Vol 7, No 1 (2023): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v7i1.9054

Abstract

Penciptaan karya fotografi ini mengangkat tema tentang masalah gangguan kesehatan mental akibat penggunaan media sosial yang berlebihan. Tujuan penciptaan fotografi ekspresi ini adalah untuk memvisualisasikan dampak negatif media sosial terhadap kesehatan mental. Aliran fotografi ekspresi dipilih karena dapat menyampaikan kegelisahan diri hingga kondisi kesehatan mental dan didukung dengan metode montase sebagai penunjang perwujudan karya. Metode pengumpulan data dalam perwujudan karya ini menggunakan metode observasi dengan berbagai cara, yakni dengan meninjau literatur, membagikan kuesioner kepada kelompok remaja masa akhir dengan rentang umur 18-24 tahun, dan mewawancarai langsung salah satu psikolog sebagai ahli kesehatan mental. Hasil dari observasi tersebut dijadikan landasan ide dalam visualisasi karya. Dalam perwujudan karya, media sosial yang dipilih sebagai objek pendukung ide penciptaan adalah Instagram. Hasil penciptaan karya fotografi ini menyampaikan kesan yang berhubungan dengan pengguna. Hal ini digambarkan melalui visualisasi dari berbagai gejala gangguan kesehatan mental, yaitu (a) adiksi, (b) komparasi diri, dan (c) kecemasan. Dengan demikian, penciptaan karya fotografi ini diharapkan dapat menjadi bahan reflektif bersama mengenai pentingnya kesadaran dalam penggunaan media sosial.Visualisation of Excessive Social Media Use on Mental Health through Fine Art Photography. This photographic work brings up the theme of mental health disorders due to excessive use of social media. The creation of this fine art photograph aims to visualise the negative impacts of social media on mental health. This genre of fine art photography was chosen because it can express self-anxiety about mental health conditions and is supported by a montage method to support the realisation of the work. The data collection method in the embodiment of this work uses observation methods in various ways, namely by observing literature, distributing questionnaires to the group of late adolescents aged 18 to 24 years, and conducting direct interviews with one of the psychologists as a mental health expert. These observations' findings serve as the foundation for ideas in the creation of works. In the realisation of this work, the social media platforms chosen as supporting is Instagram. The result of this photographic work conveys user-related impressions, which are illustrated through the visualisation of various symptoms of mental health disorders: (a) addiction, (b) self-comparison, and (c) anxiety. Thus, the creation of this photographic work is expected to be a collective reflective material regarding the importance of awareness in the use of social media.
Analisis Clustering Pegawai Berdasarkan Tingkat Kedisiplinan Menggunakan Algoritma K-Means dan Davies-Bouldin Index Alfian, Wahyu; -, Kusrini; Hidayat, Tonny
Journal of Electrical Engineering and Computer (JEECOM) Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jeecom.v6i2.9556

Abstract

Fenomena kedisiplinan pegawai dalam organisasi menjadi salah satu aspek penting yang mempengaruhi efisiensi dan efektivitas operasional. Dalam konteks rumah sakit kedisiplinan pegawai tidak hanya berdampak pada kelancaran operasional tetapi juga berhubungan langsung dengan kualitas pelayanan. Namun, pengukuran dan penentuan tingkat kedisiplinan pegawai seringkali menjadi tantangan tersendiri. Metode tradisional seperti penilaian manual cenderung subjektif dan tidak konsisten. Oleh karena itu, diperlukan metode yang lebih objektif dan terstruktur untuk mengelompokkan pegawai berdasarkan tingkat kedisiplinan mereka. Data yang digunakan mencakup berbagai aspek seperti kepribadian, keterampilan teknis, kemampuan menyelesaikan tugas, dan hubungan kerja, yang dikumpulkan melalui aplikasi SIPEKA. Algoritma K-Means diterapkan untuk mengelompokkan pegawai ke dalam empat cluster, yaitu: dari 4788 data pegawai dari januari 2024 sampai juli didapatkan 1995 di dalam Cluster 1 yang berstatus sangat baik, 1936 di dalam Cluster 2 yang berstatus baik, 842 dalam Cluster 3 yang berstatus Cukup baik dan 15 dalam Cluster 4 yang berstatus kurang baik. Evaluasi Cluster dilakukan dengan menggunakan Davies-Bouldin Index (DBI) untuk mengukur validitas dan kepaduan cluster yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan jumlah cluster (k=4) dan titik pusat (centroid) awal sangat berpengaruh terhadap hasil akhir Clusterisasi. Nilai DBI yang diperoleh sebesar 1.89 mengindikasikan bahwa nilai tersebut menandakan bahwa ada beberapa tingkat overlap atau ketidaksempurnaan dalam pemisahan cluster, meskipun nilai ini tidak terlalu buruk. Namun, tidak bisa disebut hasil clustering yang optimal, karena nilai yang ideal seharusnya mendekati 0.Fenomena kedisiplinan pegawai dalam organisasi menjadi salah satu aspek penting yang mempengaruhi efisiensi dan efektivitas operasional. Dalam konteks rumah sakit kedisiplinan pegawai tidak hanya berdampak pada kelancaran operasional tetapi juga berhubungan langsung dengan kualitas pelayanan. Namun, pengukuran dan penentuan tingkat kedisiplinan pegawai seringkali menjadi tantangan tersendiri. Metode tradisional seperti penilaian manual cenderung subjektif dan tidak konsisten. Oleh karena itu, diperlukan metode yang lebih objektif dan terstruktur untuk mengelompokkan pegawai berdasarkan tingkat kedisiplinan mereka. Data yang digunakan mencakup berbagai aspek seperti kepribadian, keterampilan teknis, kemampuan menyelesaikan tugas, dan hubungan kerja, yang dikumpulkan melalui aplikasi SIPEKA. Algoritma K-Means diterapkan untuk mengelompokkan pegawai ke dalam empat cluster, yaitu: dari 4788 data pegawai dari januari 2024 sampai juli didapatkan 1995 di dalam Cluster 1 yang berstatus sangat baik, 1936 di dalam Cluster 2 yang berstatus baik, 842 dalam Cluster 3 yang berstatus Cukup baik dan 15 dalam Cluster 4 yang berstatus kurang baik. Evaluasi Cluster dilakukan dengan menggunakan Davies-Bouldin Index (DBI) untuk mengukur validitas dan kepaduan cluster yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan jumlah cluster (k=4) dan titik pusat (centroid) awal sangat berpengaruh terhadap hasil akhir Clusterisasi. Nilai DBI yang diperoleh sebesar 1.89 mengindikasikan bahwa nilai tersebut menandakan bahwa ada beberapa tingkat overlap atau ketidaksempurnaan dalam pemisahan cluster, meskipun nilai ini tidak terlalu buruk. Namun, tidak bisa disebut hasil clustering yang optimal, karena nilai yang ideal seharusnya mendekati 0.