Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

WORKSHOP PENINGKATAN KOMPETENSI ADMINISTRASI BAGI TENAGA ADMINISTRASI MELALUI MAIL MARGE DI MADRASAH MIFTAHUL ULUM LAMBANGSARI Moh Ahsan; Romadhon Romadhon; Amak Yunus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 2, No 2 (2019): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.368 KB) | DOI: 10.31932/jpmk.v2i2.560

Abstract

MI merupkan singkatan dari Madrasah ibtidaiyah dengan jenjang paling dasar pada pendidikan formal di Indonesia atau setara dengan SD (Sekolah Dasar), yang dikelola oleh Kementerian Agama. Pendidikan madrasah ibtidaiyah ditempuh selama waktu 6 tahun, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Siswa yang Lulus dari madrasah ibtidaiyah dapat melanjutkan pendidikan ke madrasah tsanawiyah atau sekolah menengah pertama.Tenaga Administrasi yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Madrasah Miftahul Ulum Lambangsari Dampit Kabupaten Malang masih minin dengan pengetahuan administrasi apalagi dengan mail marger. Pelakasanaan Workshop Mail Marge dilakukan di madrasah pada hari sabtu 12 oktober dengan jumlah peserta 50 orang. Kegiataan tersebut sangat berguna dan peserta sangat antusias karena Mail Marge merupkan hal yang baru bagi mereka. Sebelumnya tidak pernah tau apa itu Mail Marge.Kata Kunci: Madrasah Ibtidaiyah, Workshop, Mail Marge 
Peran Kepala Sekolah Sebagai Manager Dalam Menciptakan Sekolah Efektif di SMP An-Nur Bululawang Malang Romadhon Romadhon
Inteligensi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/ilg.v1i2.1357

Abstract

Sekolah yang bermutu ditentukan oleh peran kepala sekolah. Peranan kepala sekolah sangat strategis dalam menciptakan sekolah yang efektif. Salah satu peran yang strategis adalah sebagai manager. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana peran kepala sekolah sebagai manager dalam menciptakan sekolah yang efektif. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, para wakil kepala sekolah (kaur), dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah belum sepenuhnya menjalankan perannya sebagai manager sebagaimana dalam Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 terutama dalam hal pendayagunaan SDM, pengelolaan hubungan sekolah dengan masyarakat, pengelolaan unit layanan khusus, penerapan prinsip kewirausahaan, menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif, pengelolaan sistem informasi sekolah, dan pelaksanaan pengawasan (supervisi).
Upaya Pelestarian Budaya dalam Tradisi Bakar Batu Mahasiswa Kabupaten Nabire di Kota Malang Yulian Gobai; Romadhon Romadhon; Engelbertus Kukuh Widijatmoko
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 6 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i6.97

Abstract

Setiap daerah memiliki tradisi budaya yang harus dilestarikan. Hal ini dilakukan untuk mencegah akulturasi budaya lain, karena warga negara memiliki tanggung jawab untuk melestarikan tradisi budata. Termasuk tradisi Bakar Batu yang dilakukan oleh mahasiswa Kabupaten Nabire. Mahasiswa sebagai pewaris budaya harus melestarikan tradisi dimanapun mereka berada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pelestarian budaya tradisi pembakaran batu karya mahasiswa Kabupaten Nabire di Kota Malang. Berbagai upaya dalam melestarikan budaya tradisi Bakar Batu perlu dilakukan. Hal ini juga melihat faktor-faktor yang mempengaruhi pelestarian budaya dalam tradisi Bakar Batu. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan tipe kualitatif interaktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, Teknik analisis menggunakan triangulasi untuk memperoleh validitas data, sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah Reduksi, Tampilan dan Verifika. Hasil penelitian meliputi; Budaya penerapan tradisi Bakar Batu telah dilestarikan oleh mahasiswa Nabire di Kota melalui organisasi regional IPMAPAPARA. Seperti saat ucapan syukur kelulusan, hari Natal, penyambutan mahasiswa baru. Beberapa anggota tidak hadir tetapi pelaksanaan tradisi Pembakaran Batu berjalan sesuai dengan adat dan norma. Dengan mengadakan kegiatan bersama berupa pertunjukan seperti pengambilan, pengangkatan dan pembukaan yang diisi dengan budaya lokal dan pertunjukan lainnya dengan konteks budaya lokal. Dalam menjalankan tradisi membakar batu, tentu tidak berjalan dengan mudah. Mereka mendapatkan hambatan dalam melestarikan tradsi pembakaran batu. Faktor utamanya adalah pisau, kapak, parang, daun pisang, ubi jalar, sayuran dan daging babi. Untuk penelitian kedepannya diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dengan jangkauan yang lebih luas dan mendalam. Jika tertarik untuk memberikan update terkait pelestarian budaya dalam tradisi.
CURRICULUM FLEXIBILITY IN THE DIGITAL AGE: EFFORTS TO BUILD EDUCATION THAT IS RESPONSIVE TO CHANGE Romadhon Romadhon; Aslan Aslan
Indonesian Journal of Education (INJOE) Vol. 4 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Education (INJOE)
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Technological developments in the digital era demand fundamental transformations in the education system, particularly in terms of curriculum. This study aims to examine the concept and dimensions of curriculum flexibility in the digital era and strategies for building education that is responsive to change. Using a literature review method, this study analyses various scientific sources, including journals, books, research reports, and relevant policy documents. The findings reveal that curriculum flexibility encompasses continuous adjustments to content, teaching methods, media, and assessment, taking into account technological advancements, 21st-century competency requirements, and local and global contexts. Implementation strategies for responsive education include the integration of information and communication technology, enhancing educators' competencies, strengthening partnerships with industry, implementing project-based learning, and policies that support curriculum innovation. This study emphasises that curriculum flexibility is a crucial foundation for building an adaptive, inclusive, and sustainable education system, while also preparing students to become lifelong learners ready to face the challenges and opportunities of the future. 
Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa di SMK Wali Songo Bululawang Elly Tita; Romadhon Romadhon; Luluk Masruroh Z
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.9054

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya penerapan pembelajaran berbasis teknologi yang relevan dengan karakteristik siswa agar proses pembelajaran Pendidikan Pancasila menjadi lebih efektif, menarik, dan mampu meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya integrasi teknologi dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan pancasila untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman secara mendalam mengenai fenomena yang diteliti dalam konteks yang nyata dan spesifik. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi guna memperoleh informasi yang komprehensif dari berbagai sumber. Analisis data dilakukan secara sistematis dengan menerapkan teknik triangulasi untuk menguji keabsahan data, sehingga informasi yang diperoleh memiliki tingkat kredibilitas, konsistensi, dan kepercayaan yang tinggi. Berdasarkan hasil analisis data reduksi, display, dan verifikasi. Hasil penelitian studi kasus ditemukan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila bisa meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini penting dilakukan karena teknologi dikelas masih terbatas, menyebabkan ketidaksesuaian dengan kebutuhan siswa yang lebih terbiasa dengan teknologi. Prestasi belajar siswa dalam penelitian ini berfokus pada hasil belajar siswa yang telah diukur dengan adanya evaluasi pembelajaran yaitu pretest dan posttest. Integrasi teknologi dilakukan melalui pemanfaatan media pembelajaran digital seperti video pembelajaran, PowerPoint, internet, Google Form, dan Quizizz yang diintegrasikan ke dalam modul ajar. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui strategi TPACK yaitu penguasaan materi, strategi mengajar dan penguasaan teknologi. Dengan dilakukan strategi TPACK tersebut bisa berdampak pada siswa saat proses pembelajaran yaitu peningkatan keterlibatan siswa, peningkatan pemahaman siswa dan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dengan begitu prestasi belajar siswa mengalami peningkatan
Strategi Guru PPKn dalam Mengantisipasi Lunturnya Nilai Nasionalisme di SMP Katolik Frateran Celaket 21 Yasinta Minoya Sari Nangus; Romadhon Romadhon; Didik Iswahyudi
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2024.16(1).1-36

Abstract

Lunturnya nilai nasionalisme di kalangan generasi muda menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan, terutama di era globalisasi yang semakin pesat. Menurunnya cinta terhadap tanah air, kurangnya kesadaran akan keberagaman, serta meningkatnya individualisme menjadi permasalahan yang perlu ditangani. Dalam hal ini, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memegang peran krusial dalam menanamkan kembali nilai-nilai nasionalisme kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi yang diterapkan oleh guru PPKn dalam mengahadapi tantangan tersebut di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekaan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru PPKn, observasi  proses pembelajaran, serta studi dokumentasi.  Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru PPKn menggunakan berbagai strategi, seperti pendekatan pemanfaatan teknologi digital, serta kegiatan ekstrakurikuler yang menanamkan nilai kebangsaan. Selain itu, kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan sekolah juga berperan penting dalam memperkuat rasa nasionalisme peserta didik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa strategi yang inovatif dan interakrif dalam pembelajaran PPKn dapat menjadi solusi efektif dalam mengantisipasi lunturnya nilai nasionalisme. Dengan pendekatan yang tepat, guru PPK dapat menjadi agen perubahan dalam membentuk karakter kebangsaan peserta didik.