Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STRATEGI MENGURANGI GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PEMBATIK TULIS MELALUI KURSI ERGONOMIS Sumardiyono; Bachtiar Chahyadhi; Farhana Syahrotun Nisa Suratna; Rachmawati Prihantina Fauzi; Reni Wijayanti; Maria Paskanita Widjanarti; Yeremia Rante Ada
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol 4 No 3 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i3.2018

Abstract

Pengakuan batik tulis oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia tak benda merupakan pengakuan luar biasa terhadap pelestarian budaya bangsa Indonesia. Namun demikian, perhatian kesehatan kerja terhadap pembatik tulis masih kurang. Pada analisis situasi ditemukan keluhan nyeri dirasakan oleh pembatik pada bagian leher (90%), pinggang (90%), pantat (90%), tengkuk (80%), bahu kiri (80%), bahu kanan (80%), punggung (80%), betis (80%), lengan atas kiri (70%), dan lengan atas kanan (70%). Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk mengurangi gangguan muskuloskeletal (MSDs) pada pembatik tulis menggunakan kursi ergonomis. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di industri batik Bintang Annisa Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Metode pengabdian kepada masyarakat melalui tahapan pengukuran antropometri, perancangan kursi pembatik ergonomis, mengujicobakan kursi hasil rancangan, dan menilai keluhan muskuloskeletal sesudah pembatik menggunakan kursi ergonomis hasil rancangan. Hasil pengabdian menunjukkan ada penurunan level risiko MSDs dari level 3 ke level 2 berdasarkan kuesioner RULA, dan terjadi penurunan keluhan muskuloskeletal pada pembatik tulis yang diukur menggunakan Nordic Body Map setelah menggunakan kursi ergonomis hasil rancangan.
STRATEGI MENGURANGI GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PEMBATIK TULIS MELALUI KURSI ERGONOMIS Sumardiyono; Bachtiar Chahyadhi; Farhana Syahrotun Nisa Suratna; Rachmawati Prihantina Fauzi; Reni Wijayanti; Maria Paskanita Widjanarti; Yeremia Rante Ada
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i3.2018

Abstract

Pengakuan batik tulis oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia tak benda merupakan pengakuan luar biasa terhadap pelestarian budaya bangsa Indonesia. Namun demikian, perhatian kesehatan kerja terhadap pembatik tulis masih kurang. Pada analisis situasi ditemukan keluhan nyeri dirasakan oleh pembatik pada bagian leher (90%), pinggang (90%), pantat (90%), tengkuk (80%), bahu kiri (80%), bahu kanan (80%), punggung (80%), betis (80%), lengan atas kiri (70%), dan lengan atas kanan (70%). Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk mengurangi gangguan muskuloskeletal (MSDs) pada pembatik tulis menggunakan kursi ergonomis. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di industri batik Bintang Annisa Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Metode pengabdian kepada masyarakat melalui tahapan pengukuran antropometri, perancangan kursi pembatik ergonomis, mengujicobakan kursi hasil rancangan, dan menilai keluhan muskuloskeletal sesudah pembatik menggunakan kursi ergonomis hasil rancangan. Hasil pengabdian menunjukkan ada penurunan level risiko MSDs dari level 3 ke level 2 berdasarkan kuesioner RULA, dan terjadi penurunan keluhan muskuloskeletal pada pembatik tulis yang diukur menggunakan Nordic Body Map setelah menggunakan kursi ergonomis hasil rancangan.
PENERAPAN RISK ASSESSMENT DENGAN JOB SAFETY ANALYSIS GUNA MENCEGAH UNSAFE ACTION Bachtiar Chahyadhi; Sumardiyono; Farhana Syahrotun Nisa Suratna; Maria Paskanita Widjanarti; Reni Wijayanti; Yeremia Rante Ada; Rachmawati Prihantina Fauzi
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i4.2197

Abstract

Laboratorium mesin memiliki potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja ataupun penyakit akibat kerja, maka sedari dini pengetahuan keselamatan dan kesehatan kerja baik di ajarkan kepada siswa dengan basis vokasi. Salah satu strategi dalam pencegahan kecelakaan dengan risk assessment. Risk assessment adalah suatu metode pencegahan kecelakaan kerja berbasis mengidentifikasi potensi bahaya pada area kerja dan menyusun langkah-langkah pengendaliannya. Penerapan risk assessment bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya pada area laboratorium mesin serta memberikan upaya pengendaliannya. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SMKN 2 Surakarta dengan melibatkan siswa pada jurusan mesin. Metode pengabdian masyarakat dengan melakukan walktrough survey pada laboratorium mesin guna mengidentifikasi potensi bahaya mesin-mesin, dan bahaya lingkungan kerja. Potensi bahaya yang bisa diidentifikasi pada mesin bubut, milling, gerinda, dan cnc adalah mesin berputar tanpa pengaman, listrik tegangan tinggi, percikan gram material, kebisingan mesin, kejatuhan peralatan dan benda kerja, kebakaran, dan posisi kerja statis. Upaya pengendaliannya antara lain wajib menggunakan alat pelindung diri seperti wearpack dan sepatu saat mengoperasikan mesin, dilarang rambut panjang, dan kuku panjang, serta wajib didampingi instruktur atau guru, penyediaan alat pemadam api ringan, menggunakan kacamata keselamatan, dan melakukan peregangan otot 3- 5 menit pada pekerjaan statis. Upaya pengendalian ini penting dipahami dan diterapkan dalam menggunakan mesin sehingga potensi bahaya tidak memicu terjadi kecelakaan kerja.
Efektivitas Konsumsi Air Kelapa Muda Untuk Menurunkan Kelelahan Kerja Dengan Indikator Asam Laktat Darah Pada Pekerja Wanita Unit Weaving Tyas Lilia Wardani; Maulidya Naimatul Fadzila; Afrian Eskartya Harjono; Reni Wijayanti; Isna Qadrijati; Jihan Faradhisa; Rachmawati Prihantina Fauzi; Rici Riansyah; Rizqy Kartika Sari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i02.4356

Abstract

Lingkungan kerja yang panas menyebabkan pengeluaran energi tambahan saat tubuh beradaptasi dengan suhu area kerja, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi pekerja dan menyebabkan kelelahan. Survei awal pada PT X menunjukkan bahwa iklim kerja panas unit weaving adalah 30,2℃ dengan 9 dari 10 pekerja mengalami kelelahan sedang. Tujuan penelitian menganalisis efektivitas konsumsi air kelapa muda untuk menurunkan kelelahan kerja. Desain penelitian ini quasi-eksperiment dengan model desain nonequivalent control group desain. Populasi penelitian ini 100 pekerja weaving. Purposive sampling digunakan untuk mendapatkan sampel 50 responden yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan eksperimen masing-masing 25 orang. Kelompok eksperimen diberi intervensi dengan mengonsumsi air kelapa muda sebanyak 350 ml selama 5 hari kerja sedangkan kelompok kontrol tidak. Kelelahan kerja diukur melalui pemeriksaan kadar asam laktat darah sebelum dan sesudah intervensi yang kemudian dianalisis dengan uji statistik Paired Sample t-Test dan Independent t-Test. Hasil penelitian menunjukkan kelelahan kerja kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan signifikan p-value=0,245 (p>0,05) dan kelelahan kerja kelompok eksperimen terdapat perbedaan signifikan p-value< 0,001 (p<0,05). Kelelahan kerja antar kelompok terdapat perbedaan yang signifikan p-value=0,016 (p<0,05) dengan nilai effect size Cohen’s d sebesar 0,71. Disimpulkan bahwa konsumsi air kelapa muda efektif untuk menurunkan kelelahan kerja pada pekerja wanita unit weaving.
Pengaruh Kebisingan, Glukosa Darah, dan Indeks Massa Tubuh terhadap Kadar Laktat pada Pekerja Industri Tekstil Sumardiyono Sumardiyono; Bachtiar Chahyadhi; Farhana Syahrotun Nisa Suratna; Rachmawati Prihantina Fauzi; Reni Wijayanti; Maria Paskanita Widjanarti; Yeremia Rante ‘Ada
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No SpecialIssue (2023): UNRAM journals and research based on science education, science applic
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9iSpecialIssue.6009

Abstract

Occupational fatigue remains a prevalent concern in occupational health. This study investigated the association between noise intensity, blood glucose levels, body mass index (BMI), and lactate levels as an indicator of occupational fatigue among textile industry workers in Surakarta, Indonesia. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted, with 82 participants recruited from a local textile industry. Multivariate analysis using multiple binary logistic regression revealed that noise intensity, blood glucose levels, and BMI were significant risk factors for occupational fatigue, as indicated by elevated lactate levels. These findings highlight the importance of noise reduction measures, a healthy lifestyle, and regular monitoring of blood glucose levels and BMI to mitigate occupational fatigue among textile industry workers
Senam Peregangan SEHATI (Senam Sehat Kelompok Wanita Tani) untuk Menurunkan Keluhan Muskuloskeletal Sumardiyono Sumardiyono; Ratna Fajariani; Haris Setyawan; Rachmawati Prihantina Fauzi; Maria Paskanita Widjanarti; Rachel Alma Syevina Putri; Auraningtyas Kurnia Ratri; Fitriyani Nurjanah; Ila Fitriani; Muiz Mahardika; Nabila Dean Pradetha; Naufal Tio Widjanarko; Pambayun Khairul Rijal Muzakki; Rofi Shiddieq Putranto; Syifa Azzahra
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 27, No. 3, November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v27i3.4791

Abstract

Farmers are prone to musculoskeletal complaints due to heavy physical activities, non-ergonomic postures, and insufficient rest. These complaints can lead to decreased productivity and reduced quality of life and become an economic burden for farmers. This community service program aimed to develop and implement the SEHATI (Healthy exercise for women farmers group) stretching exercise correctly to reduce musculoskeletal complaints in farmers. The program was conducted on November 20, 2023, and was attended by 21 women's farmer group members. The program consisted of situation analysis, implementation, monitoring, and evaluation. The results of the SEHATI exercise showed a decrease in musculoskeletal complaints in the neck, shoulders, arms, hands, waist, and legs between before and after the exercise, with an average score of 30.2 points to 26.5 points (a decrease of 3.7 points). The paired t-test showed a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant difference. In conclusion, the SEHATI exercise was effective in reducing musculoskeletal complaints. Recommendations include socializing and training the SEHATI exercise to other women's farmer groups, conducting further evaluations of the long-term effectiveness of the SEHATI exercise, and developing training modules for health cadres in Karanganyar Regency.