Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU BERKENDARA PADA SALESMAN DI CV. ZAHRA ILHAM ABADI Risma Dwi Evariana; Ratna Fajariani; Istar Yuliadi
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 6, No 2 (2022): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v6i2.6180

Abstract

Salesman di Indonesia banyak melakukan kegiatan lapangan untuk kegiatan marketing. Kendaraan bermotor roda 2 merupakan kendaraan utama yang mereka gunakan. Keselamatan berkendara merupakan hal utama yang harus diterapkan oleh para salesman ini untuk menjaga keselamatan dirinya dan tidak membahayakan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Berkendara pada Salesman di CV. Zahra Ilham Abadi. Jenis ipenelitian imerupakan ipenelitian observational analitik, dengan desain cross sectional study. Responden merupakan Salesman di CV. Zahra Ilham Abadi yang berjumlah 45 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini mengguankan alat ukur Kuesioner karakteristik responden, Kuesioner perilaku berkendara, dan Kuesioner pengetahuan safety riding. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi chi square dan somers’d serta analisis Regresi Logistik. Pengetahuan safety riding (p-value = 0,000), pengalaman (p-value = 0,036), dan kepemilikan SIM (p-value = 0,037) berhubungan signifikan (p<0,05) terhadap perilaku berkendara. Tetapi usia (p-value = 0,115), jenis kelamin (p-value = 0,458), dan kemampuan (p-value = 0,408) tidak berhubungan signifikan (p>0,05) terhadap perilaku berkendara. Hasil analisis uji Regresi Logistik Pengetahuan safety riding memiliki hubungan 8,1 kali lipat bagi Salesman terhadap perilaku berkendara. Pengetahuan safety riding memiliki hubungan paling kuat terhadap perilaku berkendara Salesman.Kata Kunci : Pengetahuan Safety Riding, Perilaku Berkendara, Salesman.
HUBUNGAN UMUR, PENGETAHUAN, PERILAKU SAFETY RIDING DENGAN KEPATUHAN LALU LINTAS PENGENDARA MOTOR DI DUSUN 04 TEGUHAN Mega Dila Permatasari; Seviana Rinawati; Ratna Fajariani
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 7, No 1 (2022): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v7i1.5698

Abstract

Dusun 04 Teguhan, Madiun dengan sebagian besar penduduknya menggunakan kendaraan bermotor untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti mobilisasi dari rumah menuju tempat kerja. Masyarakat pedesaan cenderung kurang mematuhi peraturan lalu lintas yang ada karena kurangnya pengawasan dari pihak berwenang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan umur, pengetahuan, dan perilaku safety riding dengan kepatuhan lalu lintas di Dusun 04 Teguhan, Madiun. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Responden penelitian dari pengendara motor masyarakat Dusun 04 Teguhan, Madiun. Populasi penelitian terdiri 250 orang dengan jumlah sampel  95 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan formulir identitas diri untuk mengetahui data diri responden. dan menggunakan kuesioner untuk mengetahui data pengetahuan safety riding, perilaku safety riding, dan kepatuhan lalu lintas. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS Statistik 25 untuk uji korelasi Somers,d dan analisis regresi logistik. Terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan kepatuhan lalu lintas (p=0,002 ; r=0,293). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan safety riding dengan kepatuhan lalu lintas (p=0,000; r=0,958). Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku safety riding (p=0,000; r=0,899). terdapat hubungan umur, pengetahuan, perilaku safety riding dengan kepatuhan lalu lintas, yang mempunyai hubungan paling besar variabel bebas pengetahuan safety riding dengan variabel terikat kepatuhan lalu lintas (p=0,009 ; OR=10.041). Terdapat hubungan signifikan umur, pengetahuan, perilaku safety riding dengan kepatuhan lalu lintas pengendara motor di Dusun 04 Teguhan, MadiunKata Kunci: kepatuhan lalu lintas; pengetahuan; perilaku safety riding; umur
PROGRAM EDUKASI K3 PADA GURU DI SURAKARTA UNTUK MENCEGAH KELELAHAN MATA Ratna Fajariani; Isna Qadrijati; Sumardiyono Sumardiyono; Tyas Lilia Wardani; Seviana Rinawati; Tutug Bolet Atmojo
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2604

Abstract

Saat ini, pekerjaan seorang guru sangat erat dengan penggunaan perangkat gadget, seperti komputer, laptop atau handphone sebagai alat utama dalam bekerja karena tuntutan pembelajaran dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Intensitas penggunaan gadget pada guru semakin meningkat sejak munculnya pandemi Covid-19 memberikan dampak positif berupa peningkatan keterampilan guru dalam mengakses teknologi untuk pembelajaran yang lebih kreatif. Namun, kondisi tersebut juga berisiko untuk menimbulkan kelelahan mata berupa mata terasa perih dan kering, hingga sakit kepala. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan kelelahan mata pada guru melalui program edukasi ini. Sasaran pelaksanaan pengabdian masyarakat ini yaitu para guru MTsN 1 Surakarta. Metode pelaksanaan pengabdian menggunakan metode pemberian edukasi berupa seminar online dan pendampingan pembuatan buku panduan penggunaan gadget yang aman. Kegiatan pengabdian dilakukan secara daring dan luring. Analisis kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui pemberian soal pre-test dan post-test pengetahuan para guru pada saat edukasi dengan menggunakan google form. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test dengan menggunakan kuisioner diperoleh sebanyak 88,8% responden mengalami peningkatan skor setelah mengikuti kegiatan seminar online pencegahan kelelahan mata. Selain itu, hasil rekapan jawaban responden menunjukkan adanya peningkatan rerata persentase responden yang menjawab benar sebesar 32,2% setelah diberikan materi. Sehingga, kegiatan seminar sudah efektif, dapat meningkatkan pengetahuan peserta terhadap materi yang disampaikan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kelelahan mata antara lain: pembiasaan perilaku penggunaan gadget secara benar, melakukan istirahat mata dengan menerapkan kaidah 20-20-20 atau segera beristirahat sejenak jika mata sudah mulai lelah, mengatur tampilan layar gadget, dan intensitas pencahayaan ruangan yang memadai.
Pemanfaatan Limbah Serbuk Kayu dalam Pembuatan Wood Pellet untuk Efisiensi Pengolahan Produk Pakan Ternak: Utilization of Sawdust Waste in the Manufacture of Wood Pellets for Processing Efficiency of Animal Feed Products Tyas Lilia Wardani; Amalia Diah Artanti; Widyarsi Nur Hamidah; Tutug Bolet Atmojo; Ratna Fajariani; Isna Qadrijati; Seviana Rinawati
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 5 (2023): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v8i5.4249

Abstract

The Sumber Urip Rabbit Breeders Association has a role in the economic development of Karanganyar Regency. It is necessary to empower rabbit breeders, including maintaining the supply of fuel for the processing of rabbit feed, namely hay grass. Rabbit farmers in the village of Padon Gayamdompo Karanganyar are currently using LPG as fuel for processing hay grass. Still, the erratic availability of LPG and the relatively high cost of purchasing LPG are obstacles. Wood pellets are an alternative fuel source that rabbit breeders can use in Karanganyar Regency. There is a sawmill near the rabbit breeders' association, which produces a large amount of unused sawdust. The solution offered to the Sumber Urip Rabbit Breeders Association is alternative energy from wood pellets. The Community Partnership Program (PKM) is implemented by socializing wood pellets, making wood pellet machines and their furnaces, practicing making wood pellets while testing wood pellet machines, practicing using wood pellet stoves for hay grass processing, and calculating the efficiency of fuel use wood pellets in hay grass processing. The impact of this PKM activity is that rabbit breeders gain knowledge and skills in making wood pellets, using them as fuel, and benefiting from using wood pellets, reducing the cost of processing hay grass by 33%.
PELATIHAN "KERTANI" (KENALI RISIKO, BERTANI AMAN, TANGANI LUKA DAN GIGITAN) BERSAMA KWT PUTRI MANDIRI DESA REJOSARI, KARANGANYAR Sumardiyono; Maria Paskanita Widjanarti; Ratna Fajariani; Amalia Wima Az - Zahra; Destine Putri Nur Azizah; Harefa Nadhif Athallah; Josephine Consuela Christalisa; Mohamad Kenshi Putra Setya; Muhammad Arya Ramadhan; Naia Nafasah Mara; Noval Wahyu Syahputra; Salsabila Brillian Adityas; Syakilla Guistianti
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i2.3533

Abstract

Latar belakang kegiatan ini adalah tingginya risiko kesehatan dan keselamatan kerja yang dihadapi petani perempuan di Desa Rejosari, terutama terkait cedera fisik, paparan bahan kimia, gigitan serangga, dan posisi kerja ergonomis yang kurang tepat. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT Putri Mandiri dalam mengenali risiko, bertani aman, serta menangani luka dan gigitan. Metode kegiatan yang diterapkan berupa pelatihan interaktif dengan demonstrasi penggunaan alat pelindung diri, simulasi penanganan luka dan gigitan, serta diskusi partisipatif untuk identifikasi risiko di lahan pertanian. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai risiko kerja, penggunaan APD, praktik bertani aman, dan keterampilan pertolongan pertama terhadap luka dan gigitan; peserta juga mampu membuat peta risiko sederhana dan menyusun rencana mitigasi bahaya di lahan masing-masing. Respons peserta sangat positif, dan beberapa anggota KWT menginisiasi penyusunan panduan mini bertani aman. Kesimpulannya, program KERTANI efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan keselamatan kerja petani perempuan di Desa Rejosari.
Senam Peregangan SEHATI (Senam Sehat Kelompok Wanita Tani) untuk Menurunkan Keluhan Muskuloskeletal Sumardiyono Sumardiyono; Ratna Fajariani; Haris Setyawan; Rachmawati Prihantina Fauzi; Maria Paskanita Widjanarti; Rachel Alma Syevina Putri; Auraningtyas Kurnia Ratri; Fitriyani Nurjanah; Ila Fitriani; Muiz Mahardika; Nabila Dean Pradetha; Naufal Tio Widjanarko; Pambayun Khairul Rijal Muzakki; Rofi Shiddieq Putranto; Syifa Azzahra
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 27, No. 3, November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v27i3.4791

Abstract

Farmers are prone to musculoskeletal complaints due to heavy physical activities, non-ergonomic postures, and insufficient rest. These complaints can lead to decreased productivity and reduced quality of life and become an economic burden for farmers. This community service program aimed to develop and implement the SEHATI (Healthy exercise for women farmers group) stretching exercise correctly to reduce musculoskeletal complaints in farmers. The program was conducted on November 20, 2023, and was attended by 21 women's farmer group members. The program consisted of situation analysis, implementation, monitoring, and evaluation. The results of the SEHATI exercise showed a decrease in musculoskeletal complaints in the neck, shoulders, arms, hands, waist, and legs between before and after the exercise, with an average score of 30.2 points to 26.5 points (a decrease of 3.7 points). The paired t-test showed a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant difference. In conclusion, the SEHATI exercise was effective in reducing musculoskeletal complaints. Recommendations include socializing and training the SEHATI exercise to other women's farmer groups, conducting further evaluations of the long-term effectiveness of the SEHATI exercise, and developing training modules for health cadres in Karanganyar Regency.