Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Serbuk Kayu dalam Pembuatan Wood Pellet untuk Efisiensi Pengolahan Produk Pakan Ternak: Utilization of Sawdust Waste in the Manufacture of Wood Pellets for Processing Efficiency of Animal Feed Products Tyas Lilia Wardani; Amalia Diah Artanti; Widyarsi Nur Hamidah; Tutug Bolet Atmojo; Ratna Fajariani; Isna Qadrijati; Seviana Rinawati
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 5 (2023): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v8i5.4249

Abstract

The Sumber Urip Rabbit Breeders Association has a role in the economic development of Karanganyar Regency. It is necessary to empower rabbit breeders, including maintaining the supply of fuel for the processing of rabbit feed, namely hay grass. Rabbit farmers in the village of Padon Gayamdompo Karanganyar are currently using LPG as fuel for processing hay grass. Still, the erratic availability of LPG and the relatively high cost of purchasing LPG are obstacles. Wood pellets are an alternative fuel source that rabbit breeders can use in Karanganyar Regency. There is a sawmill near the rabbit breeders' association, which produces a large amount of unused sawdust. The solution offered to the Sumber Urip Rabbit Breeders Association is alternative energy from wood pellets. The Community Partnership Program (PKM) is implemented by socializing wood pellets, making wood pellet machines and their furnaces, practicing making wood pellets while testing wood pellet machines, practicing using wood pellet stoves for hay grass processing, and calculating the efficiency of fuel use wood pellets in hay grass processing. The impact of this PKM activity is that rabbit breeders gain knowledge and skills in making wood pellets, using them as fuel, and benefiting from using wood pellets, reducing the cost of processing hay grass by 33%.
Efektivitas Konsumsi Air Kelapa Muda Untuk Menurunkan Kelelahan Kerja Dengan Indikator Asam Laktat Darah Pada Pekerja Wanita Unit Weaving Tyas Lilia Wardani; Maulidya Naimatul Fadzila; Afrian Eskartya Harjono; Reni Wijayanti; Isna Qadrijati; Jihan Faradhisa; Rachmawati Prihantina Fauzi; Rici Riansyah; Rizqy Kartika Sari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i02.4356

Abstract

Lingkungan kerja yang panas menyebabkan pengeluaran energi tambahan saat tubuh beradaptasi dengan suhu area kerja, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi pekerja dan menyebabkan kelelahan. Survei awal pada PT X menunjukkan bahwa iklim kerja panas unit weaving adalah 30,2℃ dengan 9 dari 10 pekerja mengalami kelelahan sedang. Tujuan penelitian menganalisis efektivitas konsumsi air kelapa muda untuk menurunkan kelelahan kerja. Desain penelitian ini quasi-eksperiment dengan model desain nonequivalent control group desain. Populasi penelitian ini 100 pekerja weaving. Purposive sampling digunakan untuk mendapatkan sampel 50 responden yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan eksperimen masing-masing 25 orang. Kelompok eksperimen diberi intervensi dengan mengonsumsi air kelapa muda sebanyak 350 ml selama 5 hari kerja sedangkan kelompok kontrol tidak. Kelelahan kerja diukur melalui pemeriksaan kadar asam laktat darah sebelum dan sesudah intervensi yang kemudian dianalisis dengan uji statistik Paired Sample t-Test dan Independent t-Test. Hasil penelitian menunjukkan kelelahan kerja kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan signifikan p-value=0,245 (p>0,05) dan kelelahan kerja kelompok eksperimen terdapat perbedaan signifikan p-value< 0,001 (p<0,05). Kelelahan kerja antar kelompok terdapat perbedaan yang signifikan p-value=0,016 (p<0,05) dengan nilai effect size Cohen’s d sebesar 0,71. Disimpulkan bahwa konsumsi air kelapa muda efektif untuk menurunkan kelelahan kerja pada pekerja wanita unit weaving.
Path Analysis on the Fad Diets and other Factors Affecting the Risk of Chronic Energy Deficiency among Adolescent Females at the Boarding School Fitria Widhiyanti; Yulia Lanti Retno Dewi; Isna Qadrijati
Journal of Maternal and Child Health Vol. 5 No. 3 (2020)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.211 KB)

Abstract

Background: Chronic Energy Deficiency (CED) is a state of lack of energy and protein in
Ergonomis: Kunci untuk Mengurangi Keluhan Leher dan Bahu di Era Digital melaluiMedia Video di SMK Pancasila 4 Baturetno Deva Cahya Ramadhan; Isna Qadrijati; Erindra Budi Cahyanto
Journal of Applied Agriculture, Health, and Technology Vol. 5 No. 1 (2026): June
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jaht.v5i1.2600

Abstract

Banyak institusi pendidikan yang belum sepenuhnya memperhatikan aspek ergonomi. Hal ini dapat memicu keluhan nyeri pada bagian tubuh tertentu, rasa bosan, dan kelelahan pada siswa, serta menyebabkan gangguan musculoskeletal  disorder (MSDs). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan posisi ergonomis terhadap keluhan leher dan bahu pada siswa Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMK Pancasila 4 Baturetno. Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan kontrol dan pre-post test. Total sampling didapatkan  83 siswa yang mendapatkan pembelajaran komputer sebagai subjek penelitian,  dibagi menjadi 41 siswa kelompok perlakuan dan 42 siswa kelompok kontrol. Kelompok perlakuan mendapat intervensi berupa  pemberian video edukasi ergonomi satu kali setiap minggu selama satu bulan secara berturut-turut. Keluhan nyeri diukur menggunakan kuesioner yang sudah divalidasi dan diuji reliabilitasnya.  Uji statistik yang digunakan adalah uji t. Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk pada data pretest menunjukkan bahwa kedua kelompok terdistribusi normal (Kelompok Kontrol: p=0,123; Kelompok Perlakuan: p=0,148). Hasil uji T-test sampel berpasangan pada kelompok Perlakuan menunjukkan perubahan signifikan pada keluhan leher dan bahu (p&lt;0,001), sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan (p=0,380). Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara post-test kelompok Kontrol dan post-test kelompok Perlakuan (p&lt;0,001). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa penerapan posisi ergonomis  melalui media video berpengaruh signifikan dalam mengurangi keluhan leher dan bahu pada siswa yang sering berinteraksi dengan komputer. Hasil penelitian ini hanya mengukur perubahan pada variabel keluhan muskuloskeletal pada area leher dan bahu melalui kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Oleh karena itu, disarankan pada penelitian selanjutnya untuk mengintegrasikan pengukuran postur kerja yang objektif guna mengkaji hubungan  antara edukasi ergonomi, perubahan postur, dan penurunan keluhan muskuloskeletal pada area leher dan bahu.