Muhammad Arib Musba Amalul
Universitas Negeri Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN KONDISI FISIK VEGETASI MANGROVE DI PULAU BANGKOBANGKOANG, KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN, PROVINSI SULAWESI SELATAN Amal Amal; Muhammad Arib Musba Amalul; Fatimah Albatuul; Indah Puspita Sari
Jurnal Environmental Science Vol 6, No 1 (2023): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v6i1.53781

Abstract

ABSTRAKVegetasi mangrove merupakan vegetasi yang secara umum hanya dapat dijumpai pada lokasi yang dapat dipengaruhi oleh fenomena pasang surut air laut, seperti daerah pesisir pantai dan juga muara sungai. Indonesia memiliki persebaran vegetasi mangrove hampir pada seluruh garis pantainya serta pada sejumlah pulau kecil. Vegetasi mangrove di Indonesia juga memiliki tingkat keanekaragaman yang tinggi, baik itu dari segi jenis atau spesiesnya, hingga kondisi vegetasi mangrove tersebut seperti tingkat kerapatannya. Hal tersebut dapat terjadi tak terlepas akibat adanya pengaruh kondisi lingkungan di sekitar vegetasi mangrove tersebut. Penelitian ini kemudian dilakukan untuk dapat mengetahui seperti apa keanekaragaman jenis dan kondisi vegetasi mangrove di Pulau Bangkobangkoang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, yang termasuk pulau kecil. Metode yang digunakan yaitu metode plot berpetak yang bertujuan agar dapat mengetahui profil ataupun ekologi vegetasi mangrove suatu wilayah. Adapun hasil penelitian ini menampakkan bahwa jenis mangrove yang berhasil diamati ada dua jenis, yaitu Rhizopora Mucronata dan Apiculata. Penelitian ini kemudian dapat menjadi suatu informasi mengenai keanekaragaman jenis dan kondisi vegetasi mangrove di Pulau Bangkobangkoang, yang dimana dapat menjadi acuan dalam pengelolaan dan konservasi ekosistem mangrove di pulau tersebut.
Perbandingan Luas Area Ekosistem Mangrove Pulau Tanakeke menggunakan Algoritma Random Forest dan Algoritma CART Amal Arfan; Wahidah Sanusi; Muhammad Faisal Juanda; Imam Muhajir Utama; Muhammad Arib Musba Amalul
Media Komunikasi Geografi Vol. 27 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v27i1.113941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan luas ekosistem mangrove menggunakan Algoritma Random Forest dan Algoritma CART. Data sampel diproses menggunakan teknik fotogrametri dan dimasukkan ke dalam Google Earth Engine (GEE) melalui API. Pengumpulan data dilakukan dengan metode in situ dan menggunakan drone. Teknik pengambilan sampel acak sistematis digunakan untuk memilih titik sampel berdasarkan interval yang teratur. Pengamatan lapangan dilakukan langsung di lokasi mangrove dengan dokumentasi foto dan koordinat GPS. Penggunaan drone mencakup pengambilan foto transek tegak lurus dan miring untuk memastikan representasi visual habitat. Hasil menunjukkan bahwa algoritma Random Forest (RF) lebih unggul daripada CART dalam pemetaan ekosistem mangrove di Pulau Tanakeke. Hasil RF memperkirakan luas mangrove sebesar 807,24 hektar, sedangkan CART menghasilkan perkiraan yang lebih besar, yaitu 1.097,90 hektar, namun lebih rentan terhadap overfitting karena membangun satu pohon keputusan yang sangat spesifik terhadap data latih tanpa mekanisme pengacakan. RF menunjukkan akurasi sebesar 92,99% dengan nilai Kappa yang tinggi, yang menunjukkan kesesuaian yang sangat baik antara prediksi dan kondisi aktual di lapangan. Sebaliknya, meskipun CART mencapai akurasi sebesar 90,05%, nilai Kappa-nya lebih rendah, yang menunjukkan bahwa stabilitas RF dalam menangani variasi data lebih baik daripada CART. Perbedaan estimasi menunjukkan bahwa overestimasi oleh CART dapat memengaruhi perencanaan pesisir, sehingga Random Forest lebih tepat untuk mendukung kebijakan pengelolaan mangrove.
Sebaran Jaringan Penakar Hujan di DAS Jeneberang Menggunakan Metode Polygon Thiessen Haris; Nasrul; Muhammad Arib Musba Amalul; Sulaiman Ziddiq; Misdar Amdah; Medar M. Nur; Rosmini Maru
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 12 No. 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 (September 2023)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Jeneberang River has a watershed that covering an area of 860 km2. At the same time, the area of the river reaches 9,33 km2 with surface water potential of 13,23 million/year and groundwater potential of 1,504 million/year. The rain gauge network is influenced by several factors, included the rainfall factor, so collecting data on the rain gauge network stations is necessary. Based on this, it is necessary to map the rain gauge network and the optimum value of the rain station. This study uses the Polygon Thiessen method based on statistical principles, which are then presented through maps from processed data using ArcGIS Desktop 10.8. From the results of calculating the average rainfall data for the Jeneberang Watershed using the polygon thissen method, the average regional rainfall in 2011-2020 was 2,958.83 mm and it was obtained that rain stations in the Jeneberang Watershed area with an area of 133,218 km2 should have 6.1 stations and there should be 6 (six) stations.