Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Game Edukasi Interaktif Pengenalan dan Pengelolaan Sampah Menggunakan Pendekatan Multimedia Development Life Cycle Dwi Atmodjo WP; Arief Herdiansah; Herryansyah Herryansyah; Indra Nanda
Reputasi: Jurnal Rekayasa Perangkat Lunak Vol. 5 No. 2 (2024): Edisi November 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/reputasi.v5i2.5624

Abstract

Pengelolaan sampah merupakan tantangan lingkungan yang signifikan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan meningkatnya pola konsumsi masyarakat, volume sampah terus bertambah, sehingga kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah perlu ditingkatkan. Pendidikan tentang pengelolaan sampah sering disampaikan melalui metode konvensional yang kurang efektif, terutama dalam menjangkau anak-anak yang lebih tertarik pada teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan game pembelajaran interaktif berbasis Android tentang pengenalan dan pengelolaan sampah dengan menggunakan pendekatan Multimedia Development Life Cycle (MDLC). Pendekatan MDLC dipilih karena menyediakan kerangka kerja yang sistematis dan terstruktur untuk mengembangkan konten multimedia yang interaktif dan menarik bagi anak-anak, memastikan setiap elemen game, seperti tampilan, alur permainan, dan fungsionalitas, diuji dan disempurnakan sebelum peluncuran. Game yang dihasilkan memiliki fitur utama seperti materi edukasi tentang pengenalan dan pengelolaan sampah, permainan interaktif yang mengharuskan pengguna membuang sampah ke tempat sampah yang sesuai, serta kuis yang berisi pertanyaan-pertanyaan terkait topik tersebut. Game ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman pengguna mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Berdasarkan hasil uji usability yang mencapai 88,3%, game ini masuk dalam kategori "Baik". Game ini terbukti mampu menyajikan konten edukatif yang bermanfaat sekaligus memberikan pengalaman bermain yang menyenangkan dan menantang.
Digitalisasi Pendidikan Islam dan Tantangannya terhadap Pembentukan Karakter Generasi Z Andri Sungkowo; Mujiono; Syaiful Dinata; Veni Sofia; Hadi Sumarto; Indra Nanda; Aulia Ali Rahman Hasibuan
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 4 Oktober 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i4.1797

Abstract

Digitalisasi telah membawa perubahan signifikan terhadap penyelenggaraan pendidikan Islam sekaligus menghadirkan tantangan baru dalam proses pembentukan karakter Generasi Z. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi digital dalam pendidikan Islam, mengidentifikasi tantangan digitalisasi terhadap pembentukan karakter Generasi Z, serta mengkaji strategi integrasi nilai-nilai Islam dalam ekosistem digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh melalui penelaahan berbagai literatur ilmiah yang relevan dengan digitalisasi pendidikan Islam, literasi digital, pendidikan karakter, dan karakteristik Generasi Z. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi pendidikan Islam telah memperluas akses terhadap sumber pengetahuan keagamaan, meningkatkan fleksibilitas pembelajaran, serta membuka peluang pengembangan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual. Namun, transformasi tersebut juga menghadirkan tantangan berupa derasnya arus informasi, disinformasi keagamaan, perubahan pola komunikasi, budaya instan, pencarian identitas melalui media sosial, dan melemahnya sensitivitas etis dalam interaksi digital. Integrasi nilai Islam menjadi elemen penting dalam merespons tantangan tersebut melalui penguatan literasi digital Islami, keteladanan guru, pembiasaan etika digital, pembelajaran kontekstual, serta sinergi sekolah dan keluarga. Dengan demikian, digitalisasi pendidikan Islam perlu diarahkan tidak sekadar pada modernisasi media pembelajaran, tetapi pada pengembangan ekosistem pendidikan yang mampu mengintegrasikan kecakapan digital dengan nilai kejujuran, amanah, tabayyun, adab, tanggung jawab, toleransi, dan pengendalian diri. Pendekatan tersebut dapat menjadi landasan dalam membentuk Generasi Z yang adaptif terhadap teknologi sekaligus memiliki karakter Islami dan tanggung jawab sosial.