Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA TINGKAT SLTA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING Everhard Markiano Solissa; Utomo Utomo; Sri Kadarsih; Djuniawan Karna Djaja; Pahmi Pahmi; Joni Wilson Sitopu
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 3 (2023): Volume 6 No. 3 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i3.19372

Abstract

Tantangan pendidikan pada tingkat SLTA pada abad 21 ini khususnya di Indonesia tidak hanya berfokus pada masalah konvensional yaitu pemerataan dan pemenuhan akses, sarana prasarana dan pembiayaan pendidikan, tetapi juga kualitas lulusan yang harus memiliki intelekual yang ahli dibidangnya sekaligus mempunyai moralitas tinggi. Melihat kondisi tersebut ketersediaan sumber daya manusia yang berkarakter merupakan kebutuhan yang sangat penting. Ini dilakukan untuk mempersiapkan tantangan global dan daya saing bangsa, Sekolah Menengah atas harus mampu menyiapkan generasi yang memiliki kompetensi dan karakter yang baik (good character), dengan demikian strategi penguatan pendidikan karakter pada pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning membutuhkan suatu perencanaan yang terintegrasi. Implementasi pendidikan karakter beserta monitoring dan evaluasinya pun harus disiapkan dengan seoptimal mungkin. konsep pendidikan karakter secara terprogram dengan sebuah strategi yang baik seperti halnya strategi moral knowing, moral modelling, moral feeling ang loving, moral acting, punishment, habituasi. Hendaknya diterapkan di setiap sekolah tinggi hingga peserta didik memiliki satu kesatuan karakter baik yang tak terpisahkan (knowing, feeling, and acting) dalam kehidupan keseharianya.Top of Form
Analysis of Factors Causing Misconceptions in Plane Geometry among Fifth Grade Elementary School Students Rachmat Imam Muslim; Meilan Tri Wuryani; Utomo Utomo; Muiz Ghifari
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 34 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v34i22025p261-274

Abstract

Abstract: Misconceptions are often the cause of low student mathematics learning outcomes. In this study the authors seek to uncover the factors that cause students' misconceptions about plane shapes. This study uses a qualitative method with a case study approach. This research is based on the problem that there are still many students who are wrong in answering several questions in the form of stories. In this study two students were taken using a purposive sampling technique as research subjects. From the research results, it was found that the cause of students' misconceptions in answering non-routine questions was the low understanding of students' definitions. The low understanding of definitions occurs because learning only relies on one teaching material in which the teaching material has very little information. In addition, the lack of use of teaching media by teachers results in students not being able to recognize other forms of flat shapes according to the definition. Apart from that, the lack of examples of flat shapes given makes students' understanding of definitions shallow. When given a flat shape with a different shape, students experience confusion. Abstrak: Miskonsepsi sering menjadi penyebab rendahnya hasil belajar matematika siswa. Dalam penelitian ini penulis berusaha mengungkap faktor-faktor penyebab miskonsepsi siswa tentang bangun datar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini didasari oleh permasalahan bahwa masih banyak siswa yang salah dalam menjawab beberapa soal berbentuk cerita. Dalam penelitian ini diambil dua orang siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling sebagai subjek penelitian. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penyebab miskonsepsi siswa dalam menjawab soal nonrutin adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap definisi. Rendahnya pemahaman definisi terjadi karena pembelajaran hanya bertumpu pada satu bahan ajar yang mana bahan ajar tersebut informasinya sangat sedikit. Selain itu, minimnya penggunaan media ajar oleh guru mengakibatkan siswa tidak mampu mengenali bentuk bangun datar lainnya sesuai definisi. Selain itu, minimnya contoh bangun datar yang diberikan membuat pemahaman siswa terhadap definisi menjadi dangkal. Ketika diberikan bangun datar dengan bentuk yang berbeda, siswa mengalami kebingungan.
Penerapan Pembelajaran Reflektif melalui Jurnal Belajar Matematika untuk Memperkuat Keterkaitan Antar Langkah dalam Pemecahan Masalah Rachmat Imam Muslim; Utomo Utomo; Meilan Tri Wuryani; Ade Bagus Primadoni; Muhamad Akrom
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 5 No. 2 (2025): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v5i2.1429

Abstract

The problem of interrelationships between steps in solving mathematical problems is still a challenge in learning at the elementary school level. Many students have not been able to formulate solutions logically and completely due to a lack of reflective awareness of their thinking process. This study aims to describe the process of implementing reflective learning through mathematics learning journals and to analyze its impact on the interrelationships between students' thinking steps in problem solving. The study used the Classroom Action Research (CAR) method which was carried out in two cycles on fifth grade elementary school students with a total of 26 students as subjects. The instruments used included observation sheets, interview guidelines, problem-solving tests, and reflective journal assessment rubrics. The results showed that the implementation of reflective journals gradually increased the clarity of the sequence of steps (from 60% to 75%), the rationale for strategies (35% to 60%), and the identification of difficulties (25% to 55%). The average problem-solving test score also increased from 68 to 82. These findings indicate that reflective learning through learning journals is effective in strengthening logical understanding between steps and encouraging students' metacognitive awareness in solving mathematical problems.