Meilan Tri Wuryani
Universitas Muhammadiyah Kendal Batang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Pendekatan STEM-PJBL Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Rachmat Imam Muslim; Muhamad Akrom; Meilan Tri Wuryani; Ade Bagus Primadoni; Dian Kusumawati
LAMBDA : Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 3 No. 3 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v3i3.724

Abstract

Pendekatan STEM PJBL merupakan pendekatan pembelajaran yang memadukan beberapa disiplin ilmu dan dikombinasikan proses pembelajranya menggunakan model project. Melalui ppendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berpikir, oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pendekatan steam dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental with one group pretest-posttest dengan populasi siswa kelas V Sekolah Dasar. Data penelitian diambil dengan menggunakan instrumen angket berpikir kritis dan observasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pendekatan STEAM mempunyai pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak kelas V SD. Peningkatan tersebut tercermin pada indikator berpikir kritis yang menunjukkan peningkatan dibandingkan pembelajaran yang tidak menggunakan pendekatan STEAM. Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata persentase setiap indikator pada saat pre-test sebesar 43,56% dan setelah dilakukan treatment diperoleh hasil post-test setiap indikator dengan persentase sebesar 65,98 sehingga jika dilihat dari rata-rata persentase tiap indikator terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis sebesar 22,42%.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERCERITA MENGGUNAKAN MEDIA BONEKA TANGAN SISWA KELAS III Putri Shafira Azzahra; Meilan Tri Wuryani; Dian Kusumawati
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11578

Abstract

Storytelling is one of the essential language skills that should be developed in elementary school students. However, the storytelling skills of third-grade students were still not optimal, particularly in terms of speaking fluency, intonation, facial expressions, and self-confidence when performing in front of the class. Therefore, hand puppet media were used as a learning tool to help improve students’ storytelling skills. This study aimed to describe the implementation of hand puppet media in storytelling learning activities and to identify the improvement in students’ storytelling skills after the implementation of the media. The study employed a Classroom Action Research (CAR) method conducted in two cycles. Each cycle consisted of four stages: planning, action, observation, and reflection. The subjects of this study were 39 third-grade students at SD Negeri 1 Weleri. Data were collected through observation, storytelling performance tests, interviews, and documentation. The findings showed that the implementation of hand puppet media created a more active, engaging, and enjoyable learning atmosphere, encouraging students to become more confident in telling stories. Improvements were observed in students’ fluency, intonation, facial expressions, and confidence during storytelling activities in front of the class. The students’ average score increased from 64.5 in Cycle I to 77.0 in Cycle II, while the percentage of learning mastery improved from 54% to 85%. Therefore, the implementation of hand puppet media proved effective in improving the storytelling skills of third-grade students at SD Negeri 1 Weleri. ABSTRAK Kemampuan bercerita merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang penting dikembangkan pada siswa sekolah dasar. Namun, kemampuan bercerita siswa kelas III masih belum optimal, terutama pada aspek kelancaran berbicara, penggunaan intonasi, ekspresi, dan rasa percaya diri ketika tampil di depan kelas. Oleh karena itu, media boneka tangan digunakan sebagai sarana pembelajaran untuk membantu meningkatkan keterampilan bercerita siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media boneka tangan dalam pembelajaran bercerita serta mengetahui peningkatan keterampilan bercerita siswa setelah penerapan media tersebut. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 39 siswa kelas III SD Negeri 1 Weleri. Teknik pengumpulan data melalui observasi, tes keterampilan bercerita, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media boneka tangan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif, menarik, dan menyenangkan sehingga siswa menjadi lebih percaya diri dalam menyampaikan cerita. Peningkatan keterampilan bercerita terlihat pada aspek kelancaran, intonasi, ekspresi, dan keberanian siswa saat tampil di depan kelas. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 64,5 pada siklus I menjadi 77,0 pada siklus II, sedangkan persentase ketuntasan belajar meningkat dari 54% pada siklus I menjadi 85% pada siklus II. Dengan demikian, penerapan media boneka tangan terbukti dapat meningkatkan keterampilan bercerita siswa kelas III SD Negeri 1 Weleri.
SINERGI CATUR PUSAT PENDIDIKAN UNTUK MENCIPTAKAN EKOSISTEM PEMBELAJARAN AKTIF DAN EFEKTIF Ashifa Salsabila Putri; Dian Kusumawati; Meilan Tri Wuryani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11624

Abstract

This study aims to describe the synergy of the Four Centers of Education in creating an active and effective learning ecosystem, identify the supporting and inhibiting factors, and explain the impact of the synergy of the Four Centers of Education on improving student participation and the effectiveness of the learning process at MI-Tahfidzul Qur’an Muhammadiyah Sumberejo. The background of this study is based on the low level of student participation in learning activities, which are still predominantly teacher-centered, causing students to be less actively involved in the learning process. Education does not merely take place at school but also involves families, communities, and social media as environments that influence students’ learning development. This study employed a qualitative approach with a phenomenological method to understand the experiences and meanings perceived by educational stakeholders. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings revealed that the synergy among families, schools, communities, and social media was able to create an active, participatory, conducive, and contextual learning environment. This synergy was implemented through project-based learning, active communication between schools and parents, community involvement in learning activities, and the utilization of social media as a medium for information and educational purposes. Furthermore, the synergy of the Four Centers of Education had a positive impact on increasing students’ participation, critical thinking skills, communication skills, learning motivation, discipline, and the effectiveness of the learning process both inside and outside the classroom. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sinergi Catur Pusat Pendidikan dalam menciptakan ekosistem pembelajaran aktif dan efektif, mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat, serta menjelaskan dampak sinergi Catur Pusat Pendidikan terhadap peningkatan keaktifan dan efektivitas proses pembelajaran di MI Tahfidzul Qur’an Muhammadiyah Sumberejo. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru sehingga siswa kurang berpartisipasi secara optimal dalam proses belajar. Pendidikan pada dasarnya tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga melibatkan keluarga, masyarakat, dan media sosial sebagai lingkungan yang berpengaruh terhadap perkembangan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman dan makna yang dirasakan oleh para pelaku pendidikan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan media sosial mampu menciptakan lingkungan belajar yang aktif, partisipatif, kondusif, dan kontekstual. Sinergi tersebut diwujudkan melalui pembelajaran berbasis proyek, komunikasi aktif antara sekolah dan orang tua, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pembelajaran, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana informasi dan edukasi. Selain itu, sinergi Catur Pusat Pendidikan memberikan dampak positif terhadap meningkatnya keaktifan siswa, keterampilan berpikir kritis, kemampuan komunikasi, motivasi belajar, kedisiplinan, serta efektivitas proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas.
Analysis of Factors Causing Misconceptions in Plane Geometry among Fifth Grade Elementary School Students Rachmat Imam Muslim; Meilan Tri Wuryani; Utomo Utomo; Muiz Ghifari
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 34 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v34i22025p261-274

Abstract

Abstract: Misconceptions are often the cause of low student mathematics learning outcomes. In this study the authors seek to uncover the factors that cause students' misconceptions about plane shapes. This study uses a qualitative method with a case study approach. This research is based on the problem that there are still many students who are wrong in answering several questions in the form of stories. In this study two students were taken using a purposive sampling technique as research subjects. From the research results, it was found that the cause of students' misconceptions in answering non-routine questions was the low understanding of students' definitions. The low understanding of definitions occurs because learning only relies on one teaching material in which the teaching material has very little information. In addition, the lack of use of teaching media by teachers results in students not being able to recognize other forms of flat shapes according to the definition. Apart from that, the lack of examples of flat shapes given makes students' understanding of definitions shallow. When given a flat shape with a different shape, students experience confusion. Abstrak: Miskonsepsi sering menjadi penyebab rendahnya hasil belajar matematika siswa. Dalam penelitian ini penulis berusaha mengungkap faktor-faktor penyebab miskonsepsi siswa tentang bangun datar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini didasari oleh permasalahan bahwa masih banyak siswa yang salah dalam menjawab beberapa soal berbentuk cerita. Dalam penelitian ini diambil dua orang siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling sebagai subjek penelitian. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penyebab miskonsepsi siswa dalam menjawab soal nonrutin adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap definisi. Rendahnya pemahaman definisi terjadi karena pembelajaran hanya bertumpu pada satu bahan ajar yang mana bahan ajar tersebut informasinya sangat sedikit. Selain itu, minimnya penggunaan media ajar oleh guru mengakibatkan siswa tidak mampu mengenali bentuk bangun datar lainnya sesuai definisi. Selain itu, minimnya contoh bangun datar yang diberikan membuat pemahaman siswa terhadap definisi menjadi dangkal. Ketika diberikan bangun datar dengan bentuk yang berbeda, siswa mengalami kebingungan.