Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Jenis Jamur Basidiomycetes Di Kecamatan Sosa Kota Padang Lawas Desa Harang Julu Apradina Mawarni; Fitri Amalia; Fadlya Purnama Hasibuan; Jelita Purnama Sari; Syarifah Widya Ulfa
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 17 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8289263

Abstract

Basidiomycota mushroom is a type of fungus that can be seen directly by the eye, this fungus acts as a counterweight to natural ecosystems. The village area of ​​Harang Julu is an ecosystem with several types of habitats that support mushroom growth. This area has a diversity of mushrooms that have not been widely explored. The purpose of this study was to determine the diversity of species and the potential for macroscopic fungi in the Harang Julu village area. The study was conducted in lowland primary forest habitat types from April to May 2023. Methods used is an exploratory survey. The number of macroscopic fungal species found are 11 species of mushrooms Pleurotus spp, Ganoderma applanatum, Schizophyllum commune, Coprinopsis atramentaria, Phallus impudicus, Ganoderma lucidum Karst, Daedaleopsis eff, Confragosa, Lepiota sp, Schyzopylum commune, Coprinusmicaceus and p. sanguineus Each location has a different type in common. Index diversity is included in the low category.The type of mushroom that has the highest role in each location is Ganoderma sp.
Inovasi Produk KKN 78 Dengan Pengolahan Ikan Menjadi Abon Sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan Masyarakat di Desa Suka Maju Kabupaten Batubara Erika Setia Cahyani; Fadlya Purnama Hasibuan; Eka Harahap; Tika Agyuni Hasibuan; Putra Apriadi Siregar
Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi Vol. 1 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jahe.v1i2.3783

Abstract

Abon merupakan salah satu metode pengolahan daging yang mengubah bahan dasar menjadi makanan yang awet dan bernilai tinggi secara ekonomi. Proses ini mengubah tekstur daging menjadi serabut melalui teknik penyuwiran, dengan bahan daging yang bisa berasal dari unggas, sapi, atau ikan. Teknik memasaknya menggunakan sedikit minyak dalam metode yang dikenal sebagai pan frying. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan memberdayakan UMKM dengan memberikan panduan untuk mengoptimalkan hasil tangkapan nelayan di Desa Suka Maju. Mahasiswa yang terlibat dalam program KKN berperan dalam mengedukasi masyarakat tentang inovasi produk dengan mengadakan pelatihan pengolahan abon ikan. Proses pembuatan dimulai dengan mengukus ikan, kemudian menyuwirnya hingga teksturnya menjadi serabut, diikuti dengan pencampuran bumbu dan pengosengan hingga kering. Pelatihan dilakukan melalui metode FGD (Fokus Group Diskusi), di mana pemateri menjelaskan dan mempraktikkan langkah-langkah pembuatan abon ikan secara langsung, memungkinkan peserta untuk berinteraksi secara langsung. Program ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk analisis data, yang mencakup penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari program menunjukkan bahwa harga ikan yang awalnya dijual sebesar 10 ribu per kg meningkat menjadi 100 ribu per kg setelah diolah menjadi abon. Proses produksi abon dilakukan secara berkelompok, membutuhkan setidaknya tiga orang per kelompok, yang berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja di Desa Suka Maju. Produk ini dipasarkan di kedai-kedai di Dusun 1-14 Kecamatan Tanjung Tiram, lokasi yang sering dikunjungi masyarakat untuk berbelanja, serta melalui media sosial untuk memperluas jangkauan promosi. Output dari program ini adalah terciptanya masyarakat mandiri yang mampu memproduksi abon ikan, menghasilkan produk bernilai ekonomis tinggi, serta meningkatkan pendapatan masyarakat dengan menyerap tenaga kerja.