Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengembangan Tracer Study Berbasis Mobile Android Untuk Meningkatkan Kualitas Lulusan Dalam Mewujudkan Kampus Merdeka Susmanto; Munawir; Samsuddin; Zulfan; Didik Setiyadi
Digital Transformation Technology Vol. 3 No. 1 (2023): Artikel Periode Maret Tahun 2023
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v3i1.2638

Abstract

Pelacakan alumni sangat penting bagi perguruan tinggi sebagai tolak ukur hasil lulusan yang bekerja atau tidak bekerja sehingga dapat di gunakan untuk akreditasi guna mengetahui output pendidikan dalam bentuk transisi dari dunia Pendidikan ke dunia kerja. Pelacakan alumni sangat penting pada Universitas Serambi Mekkah sebagai penilaian institusi menuju akreditasi unggul  dan sudah diterapkan sejak peraturan Dikti tahun 2011 berlaku, hasil luaran pendidikan dalam bentuk proses pencarian kerja pertama, situasi kerja terakhir dan aplikasi kompetensi keahlian sesuai bidang yang di butuhkan pada dunia kerja sesuai dengan bidang kemampuan yang telah di dapat selama perkuliahan. Pelacakan alumni dapat di terapkan pada universitas serambi mekkah dengan melihat website http://tracerstudy.serambimekkah.ac.id. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengimplementasikan pelacakan alumni berbasis mobile android, masih banyak kekurangan platform android diantaranya, fungsi tools pada aplikasi masih perlu pengembangan pengguna lulusan yang bekerja atau yang belum. Saran kedepannya dalam penelitian perlu upgrading aplikasi Mobile Android dalam pelacakan alumni. Penelitian ini masih menggunakan Software Development Lifecycle (SDLC), untuk pengembangan kedepan perlu adanya sistem berbasis desktop beralih ke mobile android. Dengan adanya platform Android, untuk kedepannya lebih kepada peningkatan aplikasi platform mobile android untuk meningkatkan pengguna lulusan dalam implementasi pelacakan alumni. Proses pengisian data yang mudah serta platform android yang mudah akan mengetahui kemampuan alumni, dan dapat meningkatkan lulusan ditingkat fakultas atau program studi dalam menentukan keserapan alumni dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan, mutu pendidikan dan Akreditasi. Alumni dapat mengisi data dan mendownload aplikasi di google playstore sehingga dapat meningkatkan lulusan pada perguruan tinggi dalam mewujudkan merdeka belajar kampus merdeka.
Mewujudkan Transformasi Digital di SMA Negeri 5 Takengon berbasis Platform EDU SMART Susmanto; Munawir; Yeni Yanti; Zulfan; Samsuddin; Taufik Hidayat; Nailis sa’adah; Teuku Andiansyah; Elvitriana; Maulinda
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.475

Abstract

Transformasi digital di bidang pendidikan menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan mutu pembelajaran, efektivitas manajemen sekolah, serta kesiapan peserta didik menghadapi era digital. SMA Negeri 5 Takengon menghadapi tantangan keterbatasan integrasi teknologi, pemanfaatan platform pembelajaran yang belum optimal, serta perlunya peningkatan literasi digital guru dan siswa. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan mewujudkan transformasi digital di SMA Negeri 5 Takengon melalui penerapan Platform EDU SMART sebagai solusi pembelajaran dan manajemen pendidikan berbasis digital. Metode pelaksanaan meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan dan konfigurasi Platform EDU SMART, pelatihan dan pendampingan bagi guru dan tenaga kependidikan, serta implementasi platform dalam proses pembelajaran dan administrasi sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan Platform EDU SMART mampu meningkatkan efektivitas proses pembelajaran, ditandai dengan meningkatnya interaksi guru dan siswa, kemudahan akses materi pembelajaran, serta pengelolaan tugas dan penilaian yang lebih terstruktur. Selain itu, kompetensi literasi digital guru dan siswa mengalami peningkatan, serta manajemen sekolah menjadi lebih efisien melalui digitalisasi data akademik dan administrasi. Respon pengguna terhadap platform tergolong positif, baik dari sisi kemudahan penggunaan maupun manfaat yang dirasakan. Implikasi dari kegiatan ini adalah terciptanya ekosistem pembelajaran digital yang berkelanjutan di SMA Negeri 5 Takengon, serta menjadi model implementasi transformasi digital bagi sekolah menengah lainnya. Kesimpulannya, penerapan Platform EDU SMART efektif dalam mendukung transformasi digital sekolah dan berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Analisis Kinerja Quality of Service (QoS) pada Jaringan Wifi Kampus Menggunakan Standar ITU-T G.1010 Agil Munawar; Munawir; Taufik Hidayat; Susmanto; Zulfan
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 5 (2026): Oktober, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/

Abstract

Abstrak - Kualitas jaringan WiFi merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas akademik di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Quality of Service (QoS) pada jaringan WiFi Fakultas Teknik Universitas Serambi Mekkah serta membandingkan kinerja jaringan pada frekuensi 2.4 GHz dan 5 GHz. Parameter yang dianalisis meliputi throughput, delay, jitter, dan packet loss. Pengukuran dilakukan selama tujuh hari pada tiga titik pengujian yang mewakili lantai 1, lantai 2, dan lantai 3 menggunakan metode client-server dengan aplikasi iPerf3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa throughput frekuensi 2.4 GHz pada lantai 1, 2, dan 3 masing-masing sebesar 9,97 Mbps, 9,93 Mbps, dan 9,97 Mbps, sedangkan frekuensi 5 GHz sebesar 39,9 Mbps pada seluruh lantai. Nilai delay pada kedua frekuensi sebesar 0 ms. Nilai jitter pada frekuensi 2.4 GHz masing-masing sebesar 4,009 ms, 24,267 ms, dan 1,361 ms, sedangkan pada frekuensi 5 GHz sebesar 0,521 ms, 0,741 ms, dan 0,487 ms. Sementara itu, packet loss pada frekuensi 2.4 GHz masing-masing sebesar 8,9%, 45,3%, dan 0,3%, sedangkan pada frekuensi 5 GHz sebesar 1,4%, 5,0%, dan 0,5%. Berdasarkan evaluasi menggunakan kategori TIPHON, throughput dan delay pada seluruh lokasi termasuk kategori sangat baik. Secara keseluruhan, frekuensi 5 GHz menunjukkan kinerja QoS yang lebih baik dibandingkan frekuensi 2.4 GHz, terutama pada throughput, jitter, dan packet loss, sehingga lebih direkomendasikan untuk mendukung aktivitas akademik di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Serambi Mekkah. Kata kunci: Quality of Service; WiFi; 2.4GHz; 5GHz; ITU-T G.1010; TIPHON; Abstract - WiFi network quality is one of the important factors in supporting academic activities in higher education environments. This study aims to analyze the Quality of Service (QoS) performance of the WiFi network at the Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah, and to compare network performance between the 2.4 GHz and 5 GHz frequencies. The analyzed parameters include throughput, delay, jitter, and packet loss. Measurements were conducted for seven days at three test points representing the first, second, and third floors using a client-server method with iPerf3. The results showed that the throughput values of the 2.4 GHz frequency on the first, second, and third floors were 9.97 Mbps, 9.93 Mbps, and 9.97 Mbps, respectively, while the 5 GHz frequency achieved 39.9 Mbps on all floors. The delay value for both frequencies was 0 ms. The jitter values for 2.4 GHz were 4.009 ms, 24.267 ms, and 1.361 ms, while the 5 GHz frequency recorded 0.521 ms, 0.741 ms, and 0.487 ms on the first, second, and third floors, respectively. Meanwhile, packet loss on the 2.4 GHz frequency was 8.9%, 45.3%, and 0.3%, while the 5 GHz frequency recorded 1.4%, 5.0%, and 0.5%, respectively. Based on the TIPHON evaluation, throughput and delay at all test locations were classified as very good. Overall, the 5 GHz frequency demonstrated better QoS performance than the 2.4 GHz frequency, particularly in terms of throughput, jitter, and packet loss, making it more recommended for supporting academic activities at the Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah. Keywords: Quality of Service; WiFi; 2.4GHz; 5GHz; ITU-T G.1010; TIPHON;
Perancangan Video Edukasi Drone Pertanian Berbasis Visual Realistis Menggunakan Generative AI Bulqaini; Muhammad Fadhli; Susmanto; Maulinda; Yeni Yanti
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 5 (2026): Oktober, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/

Abstract

Abstrak - Sektor pertanian di Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, masih sebagian besar bergantung pada tenaga manual, khususnya pada kegiatan penyemprotan lahan, sementara pemanfaatan drone pertanian sebagai alat bantu modern belum diterapkan secara luas karena minimnya media edukasi yang mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk merancang media video edukasi drone pertanian berbasis visual realistis dengan memanfaatkan teknologi Generative Artificial Intelligence (Generative AI) sebagai sarana pembelajaran bagi petani. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menerapkan enam tahapan Multimedia Development Life Cycle (MDLC), yaitu Concept, Design, Material Collecting, Assembly, Testing, dan Distribution. Pengembangan aset visual, narasi, dan konversi gambar menjadi video dilakukan dengan memanfaatkan teknologi Generative AI, sedangkan penyuntingan akhir dilakukan menggunakan Wondershare Filmora. Pengujian media dilakukan melalui Alpha Testing oleh ahli media dan ahli materi, dilanjutkan dengan Beta Testing kepada kelompok tani di Kecamatan Kuta Cot Glie. Hasil penelitian berupa media video edukasi berbasis visual realistis yang menyajikan pengenalan drone pertanian, fungsi dan manfaat, komponen utama, mekanisme kerja, serta penerapan drone dalam penyemprotan lahan. Berdasarkan hasil pengujian, media dinyatakan layak digunakan sebagai sarana pembelajaran bagi petani dalam memahami pemanfaatan teknologi drone di bidang pertanian. Kata Kunci: Drone Pertanian; Generative AI; Multimedia Development Life Cycle (MDLC); Video Edukasi; Visual Realistis;   Abstract - The agricultural sector in Kuta Cot Glie District, Aceh Besar Regency, still relies heavily on manual labor particularly for field spraying while the adoption of agricultural drones as modern tools remains limited due to a lack of easily understandable educational materials. This study aims to design a realistic, visually-oriented educational video about agricultural drones, utilizing Generative AI technology as a learning resource for farmers. The study employs a Research and Development (R&D) method with a qualitative descriptive approach, following the six stages of the Multimedia Development Life Cycle (MDLC): Concept, Design, Material Collection, Assembly, Testing, and Distribution. Generative AI technology was used to develop visual assets and narration and to convert images into video, while final editing was performed using Wondershare Filmora. Testing involved Alpha Testing by media and subject matter experts, followed by Beta Testing with farmer groups in Kuta Cot Glie District. The research resulted in a realistic, visually-oriented educational video covering the introduction of agricultural drones, their functions and benefits, key components, operating mechanisms, and their application in field spraying. Based on the test results, the media is deemed suitable as a learning tool to help farmers understand the use of drone technology in agriculture. Keywords: Agricultural Drones; Educational Video; Generative AI; Multimedia Development Life Cycle (MDLC); Realistic Visuals;
Analisis Perbandingan Quality of Service (QoS) dan Pemetaan Heatmap Jaringan Wi-Fi Menggunakan Metode RSSI pada Frekuensi 2.4 Ghz dan 5 Ghz di Lantai 1 Fakultas Teknik Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh Muhammad Reza; Taufik Hidayat; Andri Novadri; Susmanto; Elvitriana
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 5 (2026): Oktober, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/

Abstract

Abstrak - Jaringan Wi-Fi merupakan infrastruktur penting dalam mendukung aktivitas akademik di perguruan tinggi. Perbedaan karakteristik frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz menyebabkan kualitas layanan dan cakupan sinyal yang berbeda. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kualitas layanan (Quality of Service/QoS) serta pemetaan heatmap jaringan Wi-Fi menggunakan metode Received Signal Strength Indicator (RSSI) pada frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz di Lantai 1 Fakultas Teknik Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengukuran RSSI menggunakan WiFi Analyzer, visualisasi heatmap menggunakan Ruijie AI HeatMap, serta pengujian parameter QoS (throughput, delay, jitter, dan packet loss) menggunakan iPerf3 dan perintah ping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi 2,4 GHz memiliki cakupan sinyal yang lebih luas dengan rata-rata RSSI sebesar -63,80 dBm, sedangkan frekuensi 5 GHz memberikan throughput yang lebih tinggi, delay dan jitter yang lebih rendah, serta performa jaringan yang lebih stabil. Dengan demikian, frekuensi 2,4 GHz lebih sesuai untuk area yang membutuhkan jangkauan luas, sedangkan frekuensi 5 GHz lebih optimal untuk kebutuhan kecepatan dan kualitas layanan jaringan. Kata Kunci: Quality of Service; QoS; RSSI; Heatmap; Wi-Fi; 2,4GHz; 5GHz; Abstract - Wi-Fi networks are essential for supporting academic activities in higher education institutions. The different characteristics of the 2.4 GHz and 5 GHz frequency bands result in variations in network service quality and signal coverage. This study aims to analyze and compare the Quality of Service (QoS) performance and Wi-Fi heatmap mapping using the Received Signal Strength Indicator (RSSI) method on the 2.4 GHz and 5 GHz frequency bands at the first floor of the Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh. A descriptive quantitative method was employed by measuring RSSI using WiFi Analyzer, generating heatmap visualizations with Ruijie AI HeatMap, and evaluating QoS parameters (throughput, delay, jitter, and packet loss) using iPerf3 and the ping command. The results indicate that the 2.4 GHz frequency provides wider signal coverage with an average RSSI of -63.80 dBm, while the 5 GHz frequency achieves higher throughput, lower delay and jitter, and more stable network performance. Therefore, the 2.4 GHz frequency is more suitable for wider coverage areas, whereas the 5 GHz frequency is better for environments requiring higher speed and better network service quality. Keywords: Quality of Service; QoS; RSSI; Heatmap; Wi-Fi; 2.4 GHz; 5 GHz;